Klarifikasi Terkait  Deklarasi  yang Mengatasnamakan Mahasiswa Papua di Jogja

Cinque Terre
Manfred Kudiai

16 Hari yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Suasana rapat klarifikasi mahasiswa Papua di halamman asrama mahasiswa Papua, Kamasan I, Jl. Kusumanegara, DIY. (Manfred/KM)

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com--Terkait berita yang ditayang oleh beberapa media yang menyebutkan mahasiswa Papua di Jogja ikut dukung pemilu damai itu, kembali klarifikasi oleh mahasiswa Papua Jogja yang tergabung dalam  Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua  Daerah Istimewa Yogyakrta (IPMA PAPUA DIY).

 

Klarifikasi tersebut dilaksankan dengan rapat bersama ketua-ketua paguyuban serta senioritas di Yogyakarta untuk memastikan kebenaran terkait berita tersebut. Pertemuan  tersebut dilangsungkan di halaman asrama mahasiswa Papua, Kamasan 1 Jogja, Jl. Kusumanegara, Sabtu (2/2/2019).

 

Sementara itu, menindaklajuti deklarasi yang mengatasnamakan mahasiswa Papua itu, dengan tegas mengatakan dimanfaatkan oleh sekempok orang tanpa sepegetahuan IPMA Papua.

 

Untuk itu, dengan tegas mahasiswa Papua Jogja mengatakan, di Jogja tidak ada mahasiswa Papua yang ikut deklarasi tersebut. Jika ada, maka perlu dipertanyakan. Mereka (mahasiswa Papua) yang disebut ikut deklarasi Pemilu damai itu adalah segelincir mahasiswa Papua yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu.

 

Dalam rapat tersebut terdapat beberapa point yang juga sebagai kesepakatan bersama mahasiswa Papua Jogja.

 

Dengan tegas mahasiswa Papua Jogja tidak akan ikut mendeklarasikan  dalam bentuk fisik apapun, karena dapat berdampak ke politisasi isu untuk nasional dan internasional.

 

 “Kami (Mahasiswa Papua di Jogja)  siap menjaga keamanan kota Yogyakarta mulai malam ini (02 Februari 2019) sampai Pilpres 17 April 2019,” tulis pernyataan sikap yang diterima media ini.

 

Kemudian seluruh mahasiswa Papua di Yogyakarta diminta untuk wajib menjaga keamanan kota Yogyakarta. “Apabila ada oknum mahasiswa Papua yang membuat masalah maka langsung berurusan dengan pihak kepolisian.”

 

Kepada seluruh paguyuban-paguyuban Papua yang ada di Yogyakarta diwajibkan untuk menolak segala bentuk penawaran yang menyangkut keamanan agenda Pilpres 2019.

 

Sementara itu, diharapkan kepada pengurus IPMA-Papua di seluruh Indonesia harus menolak penawaran dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan Keamanan Pilpres 2019.

 

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Papua Jogja,  Aris Yeimo membantah adanya deklarasi yang mengatasnamakan mahasiswa Papua yang dukung pemilu damai melalui deklarasi damai di Wisma Biak Yogyakarta itu, (2/2/2019).

 

“Mahasiswa Papua di Jogja tidak pernah melangsungkan dekrarasi untuk mendukung pemilu damai," jelas Aris Yeimo selaku presiden mahasiswa Papua Jogja kepada kabarmapegaa.com saat diwawancara Minggu (3/2/2019) kediamannya, asrama Kamasan Jogja.

 

Aris menjelaskan, dengan adanya isu 'Mahasiswa Papua di Jogja dukung deklarasi pemilu damai' dan menindaklanjuti agenda Kapolri dengan tema “Keamanan Nasional" maka IPMA-Papua telah mengadakan rapat terbuka dengan ketua paguyuban, senioritas dan mahasiswa Papua pada tanggal 2 Februari 2019 di halaman asrama Kamasan, Jogja.

 

"Mahasiswa Papua yang mana dulu.  Kalau kami jelas menolak Mahasiswa deklarasi apapun yang mengatasnamakan mahasiswa Papua, seperti yang terterah dalam hasil kesepkatan bersama" paparnya.

 

Mahasiswa Papua di Daerah Istimewa Yogyakarta, kata Aris jelas memiliki nama organisasi IPMA-PAPUA DIY dan kalau ada mahasiswa yang lain mereka adalah Mahasiswa yang disiapkan oleh Pemeintah dibiayai penuh dalam program Afirmasi dan lain-lain, maka kapan pun mereka akan siap dimanfaatkan dalam mendukung program pemerintah.

 

"Hal ini semacam tandingan antara mahasiswa Papua itu sendiri, sehingga saya minta  tolong kawan-kawan mahasiswa cari tahu kebenaran deklarasi tersebut. Kami akan meminta keterangannya. Ada apa dibalik ini," jelas Aris tegas.

 

Kata Aris kami akan cari kebenaran dan minta keterangan kepada mereka yang mengatasnamakan Mahasisiwa Papua Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait