KNPB Gelar Diskusi Panel:"Generasi Mudah Perluh belajar Sejarah Papua Barat"

Cinque Terre
Yunus Eki Gobai

11 Hari yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Contributor
Foto: KNPB usai gelar diskusi Panel di Jayapura Papua.

 

JAYAPURA,KABARMAPEGAA.com- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang dimotori oleh pimpinan Komisariat Diplomasi Pusat memberikan materi Sejarah Politik West Papua kepada aktivis KNPB, Pelajar, Pemuda dan Mahasiwa. Diskusi panel ini digelar di salah satu asrama kota studi Jayapura, Sabtu (14/11/2020).

 

Ketua Diplomasi KNPB Pusat Orgam Wanimbo mengatakan, diskusi panel ini merupakan langkah KNPB untuk memberikan pemahaman ke semua generasi papua agar lebih paham tentang sejarah PEPERA pemaksaan penjajah Indonesia terhadap orang asli papua untuk masuk menjadi warga negara dan menjadi bagian yang sah dari Indonesia.

 

"Generasi Papua jaman ini merupakan generasi penentu masa depan Papua, perlu belajar memahami jati diri yang sebenarnya dan wajib tahu sejarah West Papua yang dihapus atau diputar balikan faktanya oleh penjajah Indonesia”.ujarnya

 

Dalam penjelasannya, Ogram Wanimbo menjabarkan tentang status West Papua sejak keberadaan Netherland Niew Guinea. Sebagaimana diketahui niat baik Belanda mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sampai deklarasi Kemerdekaan West Papua pada tanggal 1 Desember 1961 di Hollandia.

 

Lanjutnya, tetapi dalam kurun waktu 18 hari, Presiden Indonesia Soekarno mengumumkan Tiga Komando Rakyat (TRIKORA) 19 desember 1961 untuk menumpas gerakan Pro Kemerdekaan West Papua. Kala itu, Operasi militer secara Brutal dilancarkan. Ia juga menyampaikan Perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962, atas Persengketaan Wilayah Teritorium Hukum Internasional menyatakan “Act of Free Choice”,dibawa pengawasan UNTEA.

 

“Namun proses itu dinilai melanggar hukum konstitusi internasional sebab Indonesia menggunakan metode musyawarah atau disebut Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera),”jelasnya wanimbo.

 

Orgam menegaskan bahwa kondisi dan situasi tahun 2020 di tanah Papua menunjukkan adanya rencana matang yang dirancang secara masif, sistematis, dan terstruktur menuju kepunahan Orang Asli Papua (OAP) dari atas bangsanya sendiri. Selain itu, otsus, Omnibus Law, DOB yang sementara dipaksakan oleh Jakarta atas nama kesejahteraan, pembangunan Ini menjadi acaman serius bagi rakyat pribumi di west Papua.

 

Dalam menyampaikan diskusi Panel ini mengajak semua Generasi Papua lebih bijak melihat situasi dan kondisi ancaman yang dilahirkan oleh kolonial Indonesia ini, Banyak contoh nyata seperti kematian misterius ribuan orang, mulai balita hingga dewasa, merampas hak tanah adat dan hak ulayat yang diabaikan, penambangan liar, konflik horizontal dan banyak motif lainnya sedang membabi buta.

 

“Karenanya, Generasi Papua sebagai agen perubahan dan penentu masa depana papua untuk mengakhiri penindasan yang terus mengalir ini harus membangun kesadaran di lintas pelajar, mahasiswa, keluarga bahkan lintas sektor atas sejarah kita yang disembunyikan, bersatu dan selamatkan manusia dan alam West Papua,”tegasnya.

 

Sementara itu, salah satu peserta Diskusi Panel enggam tidak sebutkan namanya mengatakan, kami penghuni asrama minta diskusi Panel dengan pemimpin KNPB pusat agar nantinya kami juga terus memberikan paham ini ke semua basis keluarga yang ada untuk mencabut keraguan yang sedang tanam dalam benak dan hidup mereka.

 

Selain itu juga, tiga pemimpin KNPB sektor koteka, Sektor tigi Deiyai, dan Sektor Egago Wiyai. sudah mengambil sikap siap untuk Gelar Ibadah HUT KNPB ke 12 Tahun bersama KNPB Pusat yang akan di pusatkan di Jayapura West Papua, karena dalam penambahan satu Tahun menjadi 12 tahun ini membawa kita untuk menyikapi situasi untuk mengakhiri penindasan. [*]

#Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

Baca Juga, Artikel Terkait