KNPB Wilayah Timika: Ivan Sambom Bukan Anggota Kami

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

6 Bulan yang lalu
NASIONAL

Tentang Penulis
Logo KNPB.Ist

 

TIMIKA, KABARMAPEGAA.com- Salah satu karyawan PT. Freeport Indonesia, Ivan Sambom dituduh sebagai anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika. Ivan, dikabarkan telah dipolisikan.

 

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara KNPB,  Edo Dogopia mengatakan pihaknya  (KNPB) mengklarifikasi tuduhan Kapolres Mimika bahwa Ivan bukan anggota KNPB melainkan security karyawan PT.Freeport Indonesia.

 

Sebelumnya, Beritamimika.com yang merilis berita tentang tuduhan ini. Dalam pewartaan itu, diduga rumah Ivan dijadikan sebagai tempat persembunyian dan penampungan TPNPB-OPM.

 

Kepada Beritamimika.com, Kepala Kepolisian Resort Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK mengatakan Ivan seorang karyawan Security PT.FI dan merupakan aanggota millitan KNPB Timika.

 

Namun menurut KNPB, hal yang dikatakan Kepala Kepolisian Resort Mimika dinilai tidak benar dan telah melakukan kekeliruan.

 

‘Kami telah membaca pernyataan tersebut sejak 10 April 2020, dimana tanggal media tersebut memposting hal tersebut tetapi kami klarifikasikan sekarang pada 11 april 2020 setelah memastikan sesuai dengan perkataan Kapolres mimika tetapi dalam list (daftar) anggota di millitan kami tidak mengenal  nama itu”  ucap juru bicara KNPB Timika, Edo Dogopia.

 

Kata Edo, pihak kepolisian hanya mengada-ngadakan data tanpa bukti dan fakta yang realistis. “Terkait perkataan kapolres  faktanya itu keliru , dari mana datanya atau sumbernya sehingga Kapolres bisa mengklaim  bahwa IS adalah anggota millitan karena kami yang mengetahui siapa anggota kami dan bukan.”

 

Kata Edo, Ivan yang telah diamankan kepolisi  bukan anggota ataupun simpatisan KNPB tetapi dia itu murni karyawan PTFI.

 

“Kami menilai, apa yang dikatakan Kapolres dalam rilisnya yang di beritakan oleh Beritamimika hanyalah pembohongan public. Ini upaya negara melalui Kepolisian Resort Mimika dalam membangun propaganda, sehingga sekali lagi, kami KNPB sangat menyayangkan terhadap apa yang dikatakan oleh  Kapolres kapolres Mimika,” katanya.

 

Pihak KPNB juga minta kepada Kapolres Mimika berserta jajarannya agar tidak mengkriminalisasikan organisasi KNPB.

 

 “Tuduhan yang telah dilakukan oleh Polisi ini telah menyudutkan nama Organisasi KNPB wilayah Timika. Cara-cara ini adalah lagu lama yang selalu dilakukan oleh kepolisian Timika yang tujuannya mau menjebak kami dan untuk melemahkan gerakan kami Sipil Kota,” katanya.

 

Kata Edo, KKNPB adalah organisasi sipil yang tak mungkin sekali mengintervensi pada kerja kerja milliter (TPNPB-OPM).

 

“Bisa dibilang ini sangat memalukan karena Polres Mimika tak bisa membedakan mana yang sipil dan Militer, sehingga dapat membedakan antara dua perspektif yang berbeda ini yakni Sipil dan Militer,” katanya.

 

Jika itu terkait TPNPB yang Kapolres sebut KKB, kata Edo,  maka yang jelas urusan milliter dengan militer  bukan kami organisasi sipil.

 

“Kapolres harus menunjukkan sifat dan karekter sebagai sebuah institusi yang merakyat bukan membuat propaganda murahan untuk mengkambing-hitamkan KNPB Wilayah Timika,” bebernya.

 

KNPB menilai tindakan Kepolisian Mimika guna mengirim KNPB sebagai organisasi militer. “Ini hanya sebagai upaya Kepolisian untuk mendatangkan TNI/POLRI Non- Organik di Tanah Papua  dan terlebih khususnya Timika dalam jumlah yang berlebihan, karena Tembagapura telah di jadikan areal atau medan Perang oleh TPNPB.”

 

Pewarta: Melky

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait