Kontak Senjata Di Nduga, Pihak TPNPB-OPM Mengaku Siap Bertanggungjawab

Cinque Terre
Manfred Kudiai

29 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Egianus Kogeya dan pasukannya di markas. (Doc. KOMNAS TPNPB- OPM)

 

NDUGA, KABARMAPEGAA.com--Peristiwa kontak Sejata antara TPNPB-OPM  dan Pasukan TNI  yang terjadi pada 14-16 Agustus 2019,  pihak TPNPB-OPM dibawa Pimpinan Egianus Kogeya mengaku pihaknya siap bertanggungjawab. Hal tersebut dikatakan oleh Juru Bicara KOMNAS TPNPB- OPM Sebby Sambom.

 

“Panglima kodap III TPNPB-OPM Ndugama Bridgen egianus kogeya bertanggungjawab atas penembakan anggota tni di derak 14 Agustus dan di habema 16 agustus 2019,” jelasnya saat dihubungi media ini, Sabtu (17/8) via pesan eletronik.

 

Menurut Siaran Pers yang diterima, aksi baku tembak terjadi pada  tanggal 14 Agustus 2019 antara Pasukan TPNPB dan Pasukan TNI  di Distrik Derakma Kabupaten Ndugama pukul 1:30 Siang Waktu Papua.

 

“Dalam Kontak senjata ini dua orang Komadan kopasus Maleo  telah tewas di berodong timah panas oleh Pasukan TPNPB-OPM dan untuk sementara dipihak TPNPB belum ada yang korban,” paparnya.

 

Untuk menindaklajuti kejadian ini, Panglima daerah KODAP III TPNPB-OPM Ndugama Bridgen Egianus Kogeya mengatakan  dirinya siap bertanggungjawab atas penembakan  tersebut.

 

Kata Sebby, Bridgen Ekianus Kogeya juga sampaikan bahwa pihaknya  sudah pernah sampaikan dalam surat keputusan  bahwa kita perang di jalan Trans Wamena-Nduga yaitu dari Habema sampai di Yuguru ibu kota Kabupatena Nduga.

 

“Kalau Pasukan TNI masuk di lorong perkampungan warga masyarakat adalah melanggar kode etik hukum humaniter perang Intrenasional,” jelas Sebby melanjutkan pesan Ekianus Kogeya.

 

“Oleh karena itu, Kami sampaikan kepada semua pihak bahwa apapun resiko itu salahnya Pasukan TNI, yang selalu melakukan kejahatan terhadap masyarakat sipil di Wilayah Ndugama, Papua,” tutur Bridgen Egianus Kogeya kepada Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui Kurir TPNPB-OPM.

 

Dalam Siaran Pers, Pihak TPNB-OPM juga melaporkan  kronologi singkat aksi baku tembak 14 Agustus 2019 di Mugi, Distrik Derakma, sebagai berikut:

 

Tanggal 14 Agustus 201 9

 

“Dua orang anggota Kopasus membongkar jendela Gedung Gereja Tua “Jemaat Sion Derakma” dan masuk dalam Gereja kemudian merusak bagian dalam dan sedang duduk di atas Mimbar dengan senjata sambil merokok dan main Hpnya, dan Pasukan TPNPB mengintip dari samping menodong mulutrom ke ara 2 prajurit itu membuat mereka kaget dan lompat dari mimbar, namun menerima Timah panas langsung tergeletak.

Dan mayatnya di evakuasi melalui jalan darat Dengan menggunakan 10 Mobil strada dari Wamena tiba di Distrik Yal dan bawa keluar tanggal mayat itu pada Tanggal 15 Agustus 2019 tepat pukul 5:30 sore dari Mbua menuju ke Wamena.

Demikian laporan kronologis dan Evakuasih korban anggota TNI, dan laporan ini adalah Resmi oleh Panglima Kodap III Ndugama Bridgen Egianus Kogeya kepada Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM melalui Kurir TPNPB-OPM dari Ndugama, Papua.

Laporan ini Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah Terima pada Tanggal 14 Agustus 2019, dan baru mengeluarkan siaran pers pada tanggal 17 Agustus 2019. Dilaporkan langsung dari Ndugama oleh Kurir TPNPB-OPM, W. Ndugama Wim Wene.

 

Tanggal 15 Agustus 2019

15 Agustus 2019 laporan Resmi Ndugama bahwa telah terjadi kontak senjata di Distrik Derakma Kabupaten Nduga, Papua  pada tanggal 14 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kami menembak TNI berarti tanda bahwa kemenangan ada di Pihak TPNPB, jika orang Papua bukan bagian dari INDONESIA maka segera mengakui kedaulatan Bangsa papua  tutur Egianus. Demikian Laporan dari Ndugama oleh Kurir TPNB-OPM W.Ndugama Wim Wene.

 

16 Agustus 2019

Hari ini tanggal 16 Agustus 2019 saya Panglima KODAP III TPNPB-OPM Ndugama Bridgen Egianus Kogeya telah menembak Kendaraan milik TNI di wilayah Danau Habema dan siap Bertanggungjawab.

Dia menambahkan bahwa nama saya Egianus Gogeya Panglima KODAP III TPNPB- OPM Ndugama, kenapa Pemerintah Republik Indonesia selalu sebut kami orang tak di kenal...?

Dan saya bersama pasukan TPNPB Ndugama telah menembak 2 orang anggota Kopasus di Gereja Derakma tanggal 14 Agustus dan tanggal 16 Agustus saya Dengan Pasukan TPNPB telah tembak dua Mobil tipe strada di Danau Habema, dan dalam penembakan ini kami telah barhasil tembak 3 orang itu, Egianus melaporkan kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM melalui kuirir TPNPB-OPM W. Nugama Wim Wene.

Bridgen Egianus Kogeya juga mengatakan bahwa kenapa TNI/POLRI sembunyikan berita tentang Penembakan dua anggota TNI di dalam Gedung Gereja Jemaat Sion di Dsitrik Derakma? Dan kenapa media Indonesia juga tidak wartakan berita penembakan ini?

Oleh karena itu Kami Perlu sampaikan kepada semua pihak di seluruh dunia bahwa Perang lawan TNI/POLRI yang telah dan sedang dilakukan oleh pasukan TPNPB-OPM di Ndugama adalah Perang Pembebasan Nasional.”

 

Sementara itu, Pihak TPNPB-OPM juga menyebutkan tujuannya mengapa  pihaknya menjerang TNI/Polri. “Tujuan perjuangan TPNPB-OPM sangat jelas, yaitu untuk memperjuangkan hak Politik Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa Papua. Dan TPNPB-OPM tidak akan berhenti Perang, namun perang terus sempai Papua Merdeka,” paparnya.

 

 Oleh karena itu, pihaknya minya  Perlu Intervensi PBB, karena kegagalan PBB atas Hak Penentuan Nasib sendiri bagi bangsa Papua melalui PEPERA 1969 yang cacat secara Hukum dan Cacat Moral di Papua itu, dan akibat dari itu Rakyat Papua menjadi korban atas haknya untuk Merdeka Penuh.

 

“Pernyataan sikap ini, kata Sebby Sambom telah sebar luarkan kepada semua journalis di seluruh dunia, dan juga disampaikan kepada para pekerja HAM di seluruh dunia,” jelas  Jubir KOMNAS TPNPB- OPM , Sebby Sambom mengakhiri.

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait