Kontak Senjata di Tembagapura: Pernyataan Lekagak Telenggen dan Pesannya

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Pimpinan TPNPB-OPM, Goliath Tabuni (kiri) dan Lekagak Telenggen.

 

TIMIKA, KABARMAPEGAA, com--Kontak senjata Pasukan TPNPB-OPM  dibawah Pimpinan Major General Lekagak Telengegn dan Brigadier General Militer Murib dengan gabungan aparat TNI/Polri di Kawasan Tembagapura, Papua, yang bermula sejak 26 Februari 2020 itu, pihaknya mengaku bertanggungjawab dan akan terus melakukan serangan.

 

Sebelumnya, pihak TPNPB juga melaporkan  terhadap 3 Anggota Brimob di Tembagapura ,  satu meninggal dunia dua lainnya orang luka-luka akibat kena tembakan senjata Pasukan TPNPB.

 

Hal tersebut dikatakan Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom kepada kabarmapegaa.com dalam pernyataan tertulis, yang diterima via pesan eletronik, Rabu (04/3).

 

Kata Sebby, pihaknya telah terima laporan resmi dari komandan Operasi Umum TPNPB-OPM Major General Lekagak Telenggen pada hari Selasa Tanggal 3 Maret 2020, dan dalam laporanya Major General Lekagak Telenggen mengatakan   bahwa mereka bertanggungjawab atas serang di areal PT. Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua.

 

Dalam hal penyerangan ini, Lekagak telenggen mengatakan bahwa Penembakan Tanggal 26 Februari 2020 terhadap 3 Anggota Brimob di Tembagapura itu 1 Meninggal Dunia 2 orang luka-luka akibat kena tembakan senjata Pasukan TPNPB, dan kami ketahui korban pihak musuh karena Kami yang tembak.

 

“Penyerangan ini telah dilakukan oleh Pasukan TPNPB-OPM  dibawah Pimpinan Major General Lekagak Telengegn dan Brigadier General Militer Murib, hal tersebut dibenarkan oleh Major General Lekagak Telenggen sendiri melalui komunikasi telp dengan Staff Khusus bagian Pelaporan di Komando Nasional TPNPB-OPM (TRL),” katanya.

 

Lekagak juga mengatakan bahwa sekarang mereka sudah ada di areal PT. Freeport Indonesia di Tembagapura, dan siap lakukan serangan-serangan terhadap Pasukan Indonesia yang berada di Tembagapura, Papua.

 

Dalam laporan tertulis itu,  Lekagak Telenggen juga mengatakan bahwa Perang yang telah dilakukan TPNPB pada hari Senin tanggal 2 Maret 2020 telah tembak Mobil Patroli Polisi dan serang Pos Polisi di  Tembagapura, dan kami sudah tembak 7 anggota pasukan perampok Indonesia.

 

“Saat ini, jalan Tembagapura ke Timika kami Pasukan TPNPB-OPM sudah kuasai, yaitu di Kampung Utikinik, Tembagapura Papua,” katanya.

 

Pihak TPNPB juga mengaku, Pasukannya, dari 33 Kodap sudah kuasai tambang emas terbesar dunia itu, yaitu dari Gresber sampai Prosait kami sudah Kuasai, dan kekuatan senjata kami sudah cukup.

 

“TPNPB telah siap dan akan perang sampai Papua merdeka baru kami akan berhenti, oleh karena itu Perang Pemebasan Nasional ini Perlu menjadi perhatian oleh semua pihak.”

 

Lekagak juga menambahkan bahwa dari sejak tanggal 26 Februari 2020 sampai hari ini tanggal 2 Maret 2020 telah menewaskan 5 anggota Brimob, dan laporan lain akan Kirim kemudian.

 

Dalam hal Perang pembebasan Nasional ini,  lanjut Sebby, maka Komandan Operasi Umum TPNPB se Tanah Papua “Major General Lekagak Telenggen” berharap kepada semua orang asli Papua wajib mendukung Perang Pembebasan Nasional untuk Kemerdekaan Papua Barat.

 

Dalam kesempatan itu, Lekagak Telenggen atas Nama Panglima Tinggi General Goliath Naaman Tabuni  menyampaikan pesan, sebagai berikut:

[teks asli]

 

*[Pertama:
Seluru Rakyat West Papua dari Sorong sampai Samarai Segera Siap dan tanggung jawab masing-masing, yaitu  siapkan alat Perang apa adanya. Yang dimaksud adalah Siapkan bahan Bakar bensin, bom Rakitan, panah dan busur, kampak, parang, tombak  serta  alat  perang lainnya. Jika sudah siap,  maka tindakan nyata harus segera dilakuakn di seluruh territory West Papua, supaya Kami harus usir orang Indonesia yang datang ke Papua sebagai Perampok, Pencuri, dan krimina ini dengan segera dan Kami siap berdiri sebagai bangsa yang berdaulat sebagai bangsa-bangsa lain di muka bumi ini. Ingat bahwa, mereka atau Orang Indonesia yang datang ke Papua sebagai Perampok dan Pencuri harus tinggalkan tanah leluhur Kami dengan cara yang paksa, karena Kami sudah mencoba dengan sopan dan minta kepada Pemerintah Kolonial Indonesia untuk kemerdekaan kami, namun mereka tidak mau akui hak Kami, dan masih terus melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap pemilik Negeri Paradise. Dalam hal ini, TPNPB tegaskan lagi bahwa bakar semua Kota di seluruh tanah Papua, karena mimpi TPNPB selama  ini telah Tiba dan siap yaitu “Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM dari  33  KODAP sudah berada  di  areal Tambang emas terbesar dunia di Tembagapura, Papua;

 

Kedua:

Semua Pimpinan dan  Pasukan TPNPB  dari  33  Kodap segera  bergerak dan sesuaikan  situasi,  yaitu  membuka  perang  masing-masing Kodap  mengikuti Kodap III Ndugama, TPNPB Intanjaya dan  TPNPB-OPM Markas Besar Victoria serta Pengunungan Bintang (Ngalum Kupel);

Ketiga:

Seluruh Organisasi Pergerakan Civil dan Organisai Politik Papua Merdeka Yakni KNPB, Parlemen Nasional   AMP, dan organisasi Mahasiswa serta seluruh Elemen pergerakan Masyarakat bersatu dan bangkit lawan penindasan oleh Pemerintah Kolonial Indonesai yang biadab;
 

Keempat:

Berdasarkan poin yang ke 1, 2, dan 3 di atas,  maka Kami sampaikan bahwa Pimpinan TPNPB-OPM yaitu “Panglima Tinggi General Goliath Naaman Tabuni dan Komadan Operasi Umum TPNPB Major General Lekagak Telenggen bersama seluruh Perwira dan Pasukan TPNPB siap bertanggungjawab atas semua peristiwa Perang dari dulu, Perang yang berlangsung Sekarang dan Perang yang akan terjadi nanti.

 

Saya Major General Lekagak Telenggen melampirkan Audio rekaman silahkan ikuti, dan audio ini sebagai kebenaran pernyataan, jadi jika ada wartawan yang perlu pembuktian audio rekaman suara Mayjen Lekaga Telenggen silakan hubungi JUBIR TPNPB Tuan Sebby Sambom.

 

Catatan akhir dari  siaran pers TPNPB Kami masukan untuk diketahui oleh semua pihak, silakan ikuti dibawah ini:

 

Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM sudah ambil posisi di areal PT. Freeport Indonesia di Tembagapura, dan mereka siap perang. Posisi Titik areal satu dibawa Pimpinan

 

Gusby Waker dan Jhoni Beana, Posisi titik areal dua dibawah Pimpinan Jumando Waker, Pius Magai, Bridgen Peni Murib, Posisi Titik areal tiga dibawah Pimpinan Bridgen Militer Murib dan Mayjen Lekagak Teleggen dan Posisi Titik areal empat dibawah Pimpinan Sabinus Waker dan General Goliath Naaman Tabuni. Area Freeport sudah dikepungan Pasukan TPNPB-OPM, dan siap lawan Pasukan criminal dan Perampok Indonesia yaitu Militer dan Polisi Indonesia. Mohon dukungan doa dari Rakyat bangsa Papua dalam Perang ini, dan Terima kasi atas dukunagn serta kerja sama yang baik.

 

Ini adalah Pernyataan Resmi dari Pimpinan TPNPB-OPM langsung dari Tembagapura, yang telah dikeluarkan pada tanggal 2 Maret 2020, dan sesuai protocol Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, maka Juru Bicara TPNPB Tuan Sebby Sambom mempunyai hak untuk mengumumkan secara terbuka guna diketahui oleh public secara Nasional dan juga Internasional.

 

Penanggungjawab Perang Pembebasan Nasional, untuk Kemerdekaan Papua: Panglima Tinggi TPNPB-OPM

ttd

General Goliath Naaman Tabuni

NRP. 73120000001

------------------------------------

Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Ttd

Major General Lekagak Telenggen

NRP. 73120000004

-------------------------------

Demikian siaran Pers  Markas Pusat  Komans TPNPB-OPM, dan  Terima  kasih atas perhatian serta kerja sama yang baik.]*

 

Admin/KM

#Politik

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait