Krisis Kepemimpinan di Tanah Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Ilustrasi.Ist.

Oleh, Muyepimo Pigai]*

Pada saat ini, Papua belum mampu keluar dari barbagai persoalan atau permasalahan terkait dengan integritas penguasa bagi tanahnya. Sebagai para pemimpin (wakil rakyat) negeri ini terus terjangkit krisis moral dan keteladanan jiwa membangun. Persoalan serius terkait di tanah Papua yang sama sekali tidak ada kontribusi oleh para pemimpin di tanah Papua, yakni salah satunya Papua selalu sebagai lahan bisnis bagi kaum kapitalis.

 

Tentu fenomena pemimpin yang korup, bergaya hidup hidonis, dan bahkan di ruang sidang ada yang menonton video negatif yang mempengaruhi pada cara berpikir dan sikap yang hidonis, bahkan para pemimpin pun ingin mau melakukan suatu hal negatif itu dan tidak wajar dihadapannya, itu pun sangat memprihatinkan bagi para pemimpin (wakil rakyat) negeri ini.

 

Hal tersebut ini, akan terpengaruh karena mabuk uang dan harta kekayaan, namun hal kepemimpina tidak ada sama sekali di negeri ini. Di tengah rakyat banyak kelaparan dan kemiskinan, bahkan penindasan, pembunuhan, pemerkosaan dan pembudakan yang diberlakukan oleh Negara Indonesia terhadap rakyat di tanah Papua, namun sikap hidonis para pemimpin (wakil rakyat) bangsa Papua dan sebagai para wakil rakyat justru semakin menjelaja di tanah Papua.

 

Di tanah ini sedang mengalami krisis kepemimpinan yang cukup mengkawatirkan. Sekian banyak para pemimpin (wakil rakyat) Papua masih belum dapat memenuhi kesejahteraan rakyat, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan hidup rakyat di tanah Papua. Kemiskinan makin menjelaja, pendidikan tak merata, kesenjangan sosial tinggi, dan berbagai permasalahan sosial lainnya.

 

Menurut penulis, ketiadaan pemimpin akan menimbulkan konflik berlarut-larut dan ras kepemimpinan akan menjadi kacau sekali. Situasi masyarakat yang juga menjadi sulit untuk diatasi, karena ketidakadilan dan tidak ada kesadaran kepemimpinan yang jiwa membangun bagi kesejahteraan rakyat bahkan pembangunan di negeri sendiri.

 

Maka, bermimpilah untuk mensejahterakan rakyat dengan adanya jiwa membangun dengan hakikat budaya keteladanan demi mensejahterakan rakyat dan negeri ini. Budayakan menjadi seorang pemimpin yang sadar akan kemajuan bagi bangsa, negeri dan kemajuan rakyat setempatnya.

 

Kemajuan bagi suatu negeri akan tercipta dan merata bagi kesejahteraan rakyat, jika para pemimpin (wakil rakyat) benar-benar menjadi seorang yang bertanggung jawab penuh, punya kejujuran yang tinggi dan keadilan bagi rakyat klas bawah, klas menengah dan klas atas sesuai kebutuhan hidupnya, berdasarkan atas kewajiban sebagai seorang pemimpin rakyat dan negerinya.

 

Penulis adalah Mahasiswa Jalan, Papua]*

#Pemerintahan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait