Kronologi Pemindahan Masa Aksi Anti Rasis Deiyai Dari Nabire Ke Rutan Polres Jayapura

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

10 Hari yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Tahanan Aksi Anti Rasis Deiyai/KM

 

YOGYAKARTA,KABARMAPEGAA.COM-- Tim Koalisi bertemu dengan 9 orang masa aksi anti rasis yang dititipkan di Rutan Polres Jayapura. Saat bertemu ke 9 orang tahanan mengaku dalam kondis sehat-sehat. Selanjutnya mereka bercerita tentang perjalanan mereka dari Rutan Polres Nabire dan Rutan LP Nabire ke Rutan Polres Jayapura, Pada tanggal 6 november 2019 pukul 15:00. 

 

Pada prinsip pengiriman ke 9 orang tahanan masa aksi anti rasis Deiyai ke Rutan Polres Jayapura dilakukan secara terpisah-pisah. Awalnya pada hari minggu 3 November 2019 pihak kepolisian dan Jaksa mengirim Stefanus Goo dan Andreas Douw pada flait pertama selanjutnya Juven Pekey dan Simon Petrus Ukago pada flait kedua.

 

Pada hari senin 4 November 2019 pihak kepolisian dan kejaksaan mengirimkan Melianus Mote dan Alex Pakage pada flait pertama selanjutnya Stefen Pigai dan Mikael Bukega pada flait ke dua. Selanjutnya pada hari selasa 5 November 2019 pada flait pertama pihak kepolisian dan kejaksaan mengirimkan Yos Iyai.

 

Pada prinsinya pengalihan tahanan dari Rutan Polres Nabire dan Rutan LP Nabire ke Rutan Polres Jayapura dilakukan tanpa sepengetahuan PH ke 9 orang masa aksi anti rasis deiyai dari Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua. 

 

Setelah mengetahui fakta pengiriman diatas, kami Koalisi merasa dibohongi karena pada hari senin 4 November 2019 kami menghubungi salah satu penyidik dan penyidik mengatakan bahwa berkasnya sudah dinaikan ke kejaksaan selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan jaksa dan penyataan lengkap atau tidak berkasnya.

 

Sementara Fakta pengalihan tahanan ke Rutan Polres Jayapura tidak diinformasikan. Selain itu, Kasipidum Kejaksaan Negeri Nabire juga tidak menginformasihkan perihal pemindahan ke 6 orang masa aksi anti rasis ke Rutan Polres Jayapura sama sekali.

 

Setelah bertemu ke 9 orang masa aksi anti rasis deiyai di Rutan Polres Jayapura, Koalisi menghubungi Kasipidum dan mempertanyakan alasan pemindahan tanpa kabar ke PH. Kasipidum mengatakan bahwa dia mendapatkan informasih mendadak perihak pemindahanan pada hari minggu sehingga tidak sempat menghubungi PH dari Koalisi. 

 

Ketika ditanya menyangkut siapa yang memberikan informasi mendadak, kasipidum tidak menjawab. Sedangkan ditanya terkait perihal sidang apakah di PN Nabire atau di PN Jayapura, Kasipidum mengatakan masih menunggu informasi.

 

Pada prinsipnya sikap Penyidik Polres Paniai dan Kejaksaan Negeri Nabire jelas-jelas telah mengabaikan hak atas bantuan hukum yang dimiliki oleh 9 orang masa aksi anti rasis deiyai yang dijamin pada Pasal 69 - 74, UU No 8 Tahun 1981 atau KUHAP. Selain itu, kami Koalis selaku Advokat merasa Penyidik Polres Paniai dan Kejaksaan Negeri Nabire mengabaikan UU No 13 Tahun 2003 tentang Advokat.

 

Kembali diingatkan bahwa ke 9 orang masa aksi anti rasis Deiyai memiliki status penahaman yang berbeda-beda dimana : 1. Melianus Mote, 2. Juven Pekei, 3. Alex Pakage, 4. Andreas Douw, 5. Stefanus Goo dan 6. Simon Petrus Ukago adalah tahanan Kejaksaan Negeri Nabire yang mana berkasnya telah dilimpahkan ke Pengadilan Nabire dan tinggal menunggu nomor registrasi perkara dan waktu sidang dari Pengadila Negeri Nabire. 

 

Sementar 3 Orang masa aksi anti rasis Datas nama : 1. Stefen Pigai, 2. Mikael Bukega dan 3. Yos Iyai adalah tanahanan penyik polres Paniai yang berkasnya telah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Nabire dan tinggal menunggu dinyataka berkas lengkap dan selanjutnya tersangka dan berkasnya dilimpahlan ke kejaksaan negeri nabire.

 

ini masing-masing tersangka di tuduh dengan pasal yang berbeda-beda yaitu :

1. Andreas Douw dituduh melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 junto Pasal 212 KUHP
2. Simon Petrus Ukago dituduh melanggar Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951 junto Pasal 212 KUHP junto Pasal 213 ayat (1) KUHP dan ayat (2) KUHP:
3. Yuven Pekey dituduh melanggar Pasal 2 ayat (2) UU Darurat No 12 Tahun 1951 junto Pasal 212 KUHP
4. Stepanus Goo dituduh melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 juntu Pasal 212 KUHP
5. Melianus Mote Alias Bule dituduh melanggar Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951 junto Pasal 212 KUHP
6. Alex Pakage dituduh melanggar Pasal 2 ayat (2) UU Darurat No 12 Tahun 1951 junto Pasal 212 KUHP
7. Stepanus Pigai dituduh melanggar Pasal 160 KUHP
8. Mikael Bukega dituduh melanggar Pasal 160 KUHP
9. Yos Iyai dituduh melanggar Pasal 160 KUHP junto Pasal 51 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Kronologi ini didapat media ini jumat, 8 November 2019 dari Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua.

 

Pewarta : Anselmus Gobai/KM

#LBH Papua

Baca Juga, Artikel Terkait