Kuasa Hukum : Saksi JPU Tidak Konsisten

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

19 Hari yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Saksi JPU sedang memberikam keterangan saksi kepada terdakwa di depan JPU, Pengacara, Hakim dan seluruh yang ada di ruang persidangan PN Balik Papan, Selasa, (10/3). (Foto: Kuasa Hukum 7 Tapol Papua)


JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com --- Sidang lanjutan terhadap 7 (tujuh) tapol dari Papua kembali digelar di Pengadilan Negeri Balik papan dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (10/3).

 

Menurut siar pers yang diterima kabarmapegaa.com, Rabu (11/3), Ketua Koalisi Pengacara Hukum dan HAM Papua, Gustaf Kawer, SH menerangkan bahwa pada agenda sidang lanjutan itu menurut rencana JPU mengajukan 7 orang saksi yang akan bersaksi untuk 7 terdakwa, namun karena keterbatasan waktu maka hanya beberapa saksi saja yang diperiksa untuk masing-masing terdakwa.

 

Sidang kali ini dimulai pada pukul 10.30 Wita dengan pemeriksaan saksi untuk terdakwa Buchtar Tabuni dan Irwanus Uropmabin yang berakhir pada pukul 14.30 Wita dan hanya memeriksa 3 orang saksi yang kemudian ditunda dan dilanjutkan pada Rabu (11/3) dengan agenda yang sama.

 

Setelah persidangan Buchtar Tabuni dan Irwanus, proses persidangan dilaksanakan secara bersamaan di ruang sidang yang berbeda dengan agenda pemeriksaan saksi dengan terdakwa Stevanus Itlay yang Majelis Hakimnya diketuai oleh Pujiono, dan di ruang terpisah dilaksanakan persidangan untuk terdakwa Ferry Kombo dan Agus Kossay. Sementara Alexander Gobay dan Hengki Hilapok tidak dilakukan pemeriksaan saksi dan langsung ditunda pada hari kamis (12/3).

 

Kawer mengatakan,  sidang pemeriksaan saksi berjalan lancar, walaupun sedikit terkendala waktu yang terbatas dan agenda sidang yang parallel dengan pemeriksaan saksi yang sama untuk seluruh terdakwa.

 

“ Pemeriksaan saksi berjalan lancar, namun ada sedikit kendala karena 1 orang saksi harus memberikan keterangan untuk seluruh terdakwa, padahal ada sidang yang pelaksanaannya bersamaan, jadi si saksi harus berpindah ruang sidang dalam memberikan keterangan," Terang Gustav.

 

Selain kendala tersebut, tim kuasa hukum lainnya yaitu Fathul Huda Wiyashadi menjelaskan bahwa keterangan yang diberikan oleh saksi JPU tidak konsisten dan sering berubah-ubah, bahkan ada saksi yang melihat contekan saat diperiksa.

 

 “Keterangan yang diberikan oleh saksi sangat aneh, selalu berubah-ubah, ada juga saksi yang tidak dapat menerangkan peristiwa sebagaimana keterangannya di BAP, bahkan ada saksi yang ketika ditanya, melihat contekan di telapak tangannya, ini kan sangat konyol dan nampak sekali saksi yang diajukan JPU itu abal-abal, jelas terlihat bahwa perkara ini dipaksakan sehingga jadi seperti dagelan,” Tambah Fathul.  

 

Dari pemeriksaan saksi yang telah dilakukan, kuasa hukum menilai bahwa hal ini sedikit membuktikan bahwa kasus ini sarat dengan rekayasa, oleh karena itu kuasa hukum berharap majelis hakim memutus bebas 7 terdakwa. “Dari gambaran sidang tadi, sangat terlihat jelas bahwa saksi JPU tidak mampu memberikan keterangan yang tegas dan konsisten, maka dari tidak selayaknya klien kami dihukum” tutup Fathul.

 

Pewarta : Yudas Nawipa

Editor : -

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

#Jumpa Pers

#Papua Bisa

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait