Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Maybrat di Kota Studi Yogyakarta

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Foto Doc. (Yoseph Sakof/KM)

 

Oleh, Yoseph Sakof)*

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com--Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maybrat beserta rombongan di Kota Studi Yogyakarta merupakan upaya untuk mewujudkan janji politik yang tertuang dalam Visi dan Misi yang kemudian dijadikan sebagai suatu paket kebijakan program kerja Periode 2017-2022. Kegiatan yang berlansung pada (1/12/2108) tepat pada pukul 12.00 WIB-selesai di Green Senyum hotel dimeriahkan dengan penjemputan dan pengenaan Mahkota Adat oleh peserta penari kepada Bupati dan Wakil Bupati Maybrat beserta rombongannya dan kemudian diarahkan menuju ke dalam ruangan. Pada forum dialog antara Pemerintah Daerah Maybrat dengan mahasiswa/i dari Kabupaten Maybrat yang mengenyam pendidikan di Kota Studi Yogyakarta melalui Koordinator Umum Mahasiswa (Koordum) Maybrat, Kevas Arnold Bame mewakili seluruh mahasiswa/i Maybrat Kota studi D.I.Y menyampaikan apirasi di hadapan Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongannya.

 

Aspirasi yang disampaikan oleh Kevas Bame selaku Koordinator Umum mewakili mahasiswa/i Maybrat yang mengenyam pendidikan di Kota Studi Yogyakarta kepada Pemda Kabuapten Maybrat mencakup beberapa point kebijakan Pemda ke depan yaitu  (1) Pemondokan permanen asrama putra dan putri, (2) Biaya studi bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan  tugas akhir dan prestasi terbaik, (3) Pemda Maybrat wajib memberikan beasiswa bagi mahasiswa/i Maybrat yang mengenyam pendidikan di Kota Studi Yogyakarta dan beberapa kota studi yang lain, (4) Bantuan finansial dalam organisasi,(5) Bantuan pengembangan soft skil (olahraga, kursus, tarian dan lain-lain), (6) Transparansi kebijakan Pemerintah Daerah dengan Mahasiswa/i dan (7) Pembentukan ikatan atau wadah mahasiswa Maybrat  di Kota Studi Yogyakarta. Di akhir penyampaian, Kevas "sapan akrabnya" berharap agar Pemda dapat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan mahasiswa/i Maybrat dan meminta agar Pemda terus mengawal dan mengontrol proses pemondokan Asrama sampai resmi ditempati mahasiswa/i Maybrat. Usai penyampaian aspirasi mahasiswa yang di isi forum dialog antarmahasiswa dan Pemerintah Daerah menyangkut kebutuhan mahasiswa dan persoalan daerah, Bupati Maybrat Drs. Bernard Sagrim, MM dalam sambutannya membenarkan tujuan kedatangannya bersama rombongan adalah untuk mewujudkan janji politik dan proses demokrasi yang tertuang dalam Visi dan Misi masa jabatan  2017-2022.

 

Salah satu janji politik Pemda Maybrat adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) mahasiswa/i Maybrat melalui penyedian sarana dan prasarana bagi mahasiswa/i Maybrat. Program ini sudah mulai  terrealisasi dibeberapa kota studi seperti di Manokwari, Jayapura, Surabaya, Yogyakarta, dan kota studi lainnya. Bupati Maybrat Drs. Bernard Sagrim, MM menyampaikan kepada mahasiswa/i Maybrat yang hadir dalam dialog tersebut bahwa Pemda Maybrat sudah meninjau lokasi asrama, prioritas pemondokan asrama putra dan asrama putri dalam beberapa pekan ke depan akan direalisasikan. Rumah yang akan dibeli oleh Pemda Maybrat sebagai asrama memiliki  29 kamar dan letaknya sangat strategis di tengah Kota Yogyakarta. Untuk mekanisme pembayaraannya saya serahkan kepada tim yang sudah bekerja.

 

Himbauan dari Pemda Maybrat kepada mahasiswa/i Maybrat bahwa semua mahasiswa/i harus mendapatkan tempat tinggal di asrama baru yang dibeli oleh Pemda Maybrat dan semua harus mendaptkan hak yang sama tanpa terkecuali mulai dari Ayamaru, Aitinyo, dan Aifat. Mahasiswa yang masuk tinggal di asrama harus diseleksi tergolong baik atau tidak. Setelah itu, di bentuk wadah atau organisasi kemahasiswaan Maybrat, Ujar Bupati. Pada Kesempatan yang sama, Bupati memberikan hikmah kepada mahasiswa/i Maybrat bahwa ada filosofi lokal orang Maybrat kepada generasi sekarang agar paham dan mengetahui jati dirinya sebgai orang Maybrat yakni (1) Hukum Teofani : Pelihara persatuan, hati dan kehormata, (2) Spirit atau moto orang Maybrat : Nehaf sau bonot sau berarti satu hati satu pemikiran  untuk membangun Maybrat demi masa depan yang lebih baik, (3) Anu Beta Tubat (ABT) : semangat untuk bergotong-royong  dalam membangun Maybrat. Generasi Maybrat sekarang wajib mempelajari tiga filosofi tersebut sebagai falsafah hidup dan filosofi tersebut wajib diajarkan kepada generasi yang akan datang sebagai harapan masa depan Maybrat, ujar Bupati Bernad Sagrim dalam sela-sela dialog antara mahasiswa dengan Pemda Maybrat. Pada kesempatan yang sama, Drs. Paskalis Kocu, M.Si selaku Wakil Bupati Kabupaten Maybrat menyampaikan tujuan adanya asrama Maybrat agar menghimpun mahasiswa/i yang ada di Kota Studi Yogyakarta  tanpa membedakan sukuisme, kampungisme, daerahisme (Ayamaru, Aitinyo, atau Aifat). Sekarang kita adalah Maybrat bukan lagi kita mengkotak-kotakan kau dari Ayamaru, Aitinyo atau Aifat atau dari kelompok ini kelompok itu. Para mahasiswa Maybrat yang hadir dalam dialog tersebut menanyakan persoalan di daerah Maybrat dan langsung ditanggapi oleh Drs. Paskalis Kocu, M.Si bahwa persoalan di daerah adalah urusan Pemerintah Daerah setempat. Mahasiswa/i hanya fokus studi dan pulang bangun daerah. Bila perlu belajar dan  bersaing dengan orang-orang non papua di luar daerah. Mahasiswa harus bersikap netral melihat persoalan di daerah dan mendukung sistem pemerintahan yang ada.

 

Forum dialog ini di akhiri dengan penandatanganan  perjanjian dan serah terima pemondokan asrama oleh pihak pertama (pemilik rumah) kepada pihak kedua (Pemda Maybrat) dengan memberikan biaya pemondokan asrama sebesar Rp 800.000.000 dan ditambah dengan pajak bumi dan bangunan Rp 400.000.000. Biaya tersebut  bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kabupaten Maybrat. Asrama ini berlaku selama 4 tahun terhitung mulai dari 1 Desember 2018-1 Desember 2023. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci keberhasilan Pemerintah  Daerah Maybrat  dalam membangun dan menata Kota Maybrat yang lebih maju dan bermartabat agar bersaing dengan kota-kota yang lain di Indonesia dan secara khusus di Papua.

 

Penulis adalah Mahasiswa Papua Kuliah di Yogyakarta)*

 

#Pemerintahan

Baca Juga, Artikel Terkait