LBH  Yogyakarta Menyelenggarakan KALABAHU Jilid II Diikuti 40 Peserta

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Saat mengkuti kegiatan KALABAHU yang diselenggarakan oleh LBH Yogyakarta, di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Senin (5/11/2018). (Foto Doc. Frengki/KM)

 

Oleh, Frengky Syufi)*

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.com--Negara Indonesia adalah negara hukum sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 1 ayat 3. Artinya bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki kedudukan yang sama dimata hukum.  Hukum harus bersifat adil bagi semua warga negara tanpa terkecuali. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan jaminan dan perlindungan hukum yang adil. Dalam kenyataannya, persoalan-persoalan yang terkait dengan kasus pidana dan  kasus perdata yang menimpa rakyat kecil dan marginal  sering kali terabaikan oleh para penegak hukum. Hal tersebut jauh berbeda dengan kasus pidana maupun kasus perdata yang menimpa para penguasa dan para pemodal sehingga kita dapat melihat bahwa produk hukum di Indonesia  sering kali melindungi para penguasa dan para pemodal dibanding rakyat kecil sehingga sering kita mendengar  ungkapan bunga bahasa bahwa “Hukum di Negara Indonesia lebih tajam ke bawah dan tumpul ke atas”.

 

Dalam rangka menegakan hukum di Negara Indonesia yang bersifat adil maka perlu adanya bimbingan dan pelatihan bagi generasi muda bangsa,  baik yang mengambil jurusan hukum maupun jurusan-jurusan yang lain untuk mempelajari dan mendalami terkait dengan ilmu hukum. Tujuan adanya bimbingan dan pelatihan hukum bagi generasi muda ialah membela rakyat yang kecil dan termarginal  agar mendapatkan perlakukan yang sama dihadapan hukum. Kegiatan bimbingan dan pelatihan hukum inilah yang diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta  (LBH Yogyakarta) yang bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta dengan nama Karya Latihan Bantuan Hukum (KALABAHU).

 

Kegiatan Karya Latihan  Bantuan Hukum (KALABAHU) yang diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta ini diikuti oleh empat puluh  peserta yang telah lolos seleksi dari seratus sepuluh peserta yang telah mengikuti seleksi. Empat puluh peserta yang mengikuti KALABAHU berasal dari berbagai Universitas yang terdapat di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Maluku. Agenda KALABAHU in class kali ini diadakan di Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta pada hari Senin, 05 November 2018 – Sabtu, 10 November 2018. Pada acara pembukaan kegiatan Karya Latihan Bantuan Hukum ini dimulai pada pukul 9.00  WIB yang diawali dengan doa pembuaka, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia penyelenggara, Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas  Atmajaya dan diakhiri dengan sambutan penutup dari Dikerktur Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta.

 

Pada sambutan pembuka yang disampaikan oleh Juanda Albert Mandena selaku ketua panitia yaitu mengajak para peserta yang mengikuti Karya Latihan Bantuan Hukum agar memanfaatkan  kesempatan yang ada untuk mempelajari dan mendalami materi-materi hukum yang dibawakan oleh orang-orang yang sudah berkecimpung  dalam hukum pidana dan hukum perdata sehingga melalui kegiatan ini para peserta yang sudah mengikuti bisa  menegakan hukum yang bersifat adil bagi rakyat yang miskin dan marginal. Dalam sambuatan yang kedua, bapak Hengky Kurniawan selaku Wakil Dekan mewakili Dekan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya menegaskan kembali apa yang disampaikan oleh ketua panitia bahwa para generasi muda yang hadir dan mengikuti Karya Latihan Bantuan Hukum adalah generasi muda yang siap menjadi tenaga sukarelawan hukum untuk membela rakyat kecil dan papa agar hukum harus ditegakan setinggi-tingginya. Lanjut Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta yang sudah bermitra dengan Fakultas Hukum Atmajaya yang telah menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan pelatihan bantuan hukum bagi generasi muda  yang siap mengambil tanggung jawab sebagi pengabdi hukum bagi rakyat miskin dan papa.

 

Dalam sambutan penutup yang disampaikan oleh Yogi Zul Fadhli, S.H, M.H selaku Direktur Lembaga Bantuan Hukum Yagyakarta (LBH Yogyakarta) menyatakan bahwa kita perlu belajar bersama terkait dengan  ilmu hukum dan HAM yang ada di Indonesia. Negara Indonesia pada saat ini dalam kondisi yang tidak begitu baik-baik saja karena sering kali terjadi kasus-kasus pelanggaran hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang sangat tinggi. Kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta dalam sambutan penutupnya bahwa kasus-kasus pelanggaran hukum dan HAM pada tahun 2018 baik dalam bidang sipil politik dan ekosob yang ditangani oleh Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta dan merupakn kejahatan struktural sebanyak 50 kasus di Yogyakarta.  Kasus-kasus ini kebanyakan dialami oleh rakyat yang miskin dan tertindas yang menjadi korban penganiayaan demi suatu kepentingan penguasa dan pemodal. Tanah milik rakyat dicaplok dan digusur demi suatu jargon yang berbunyi “pembangunan dan investasi untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat”,  namun dalam praktiknya berbeda dengan apa yang diucapkan.  Hak-hak rakyat kecil dan marginal selalu mengalami perlakuan yang tidak adil dimata hukum.

 

Dengan demikian, kegiatan Karya Bantuan Hukum (KALABAHU)  yang digagas oleh Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta  yang bermitra dengan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta sebagai wadah atau sarana untuk menanggapi  tantangan-tantangan terkait kasus pelanggaran hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia. Melalui kegiatan KALABAHU ini dapat diharapkan agar generasi muda yang telah mengikuti bisa menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan dan menegakan hukum yang bersifat adil serta membela rakyat yang miskin dan papa. Karya Latihan Bantuan Hukum kali ini berbeda dengan kegiatan bimbingan dan latihan hukum sebelumnya karena dikuti oleh empat puluh para peserta yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda-beda yang berkomitmen untuk mempelajari dan mendalami ilmu hukum dan Hak Asasi Manusia untuk menegakan keadilan bagi rakyat yang kecil dan marginal. Di akhir sambutan, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta (LBH Yogyakarta)  menyatakan secara resmi bahwa kegiatan Karya Latihan Bantuan Hukum yang diadakan selama satu bulan (5 November 2018 - 2 Desember 2018) dibuka secara resmi.

 

Penulis adalah Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)*

 

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait