Legislator: Virus  Covid-19 Jangan Dianggap Remeh, Tokoh Gereja: Ada Kuasa Tuhan Yesus

Cinque Terre
Manfred Kudiai

7 Bulan yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Ilustrasi. Ist

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Kita harus bekerja sama memutuskan rantai penyebaran virus sebelum mengacam ke bagian ekonomi maka penyebaran virus Corona atau Covid 19 ini tidak bisa dianggap remeh oleh kita semua. Mari kita lihat semenjak wabah ini keluar di kota Wuhan China dan sangat cepat sekali menyebar ke seluruh dunia.

 

Hal tersebutk dikatakan Anggota DPRD Kabupaten Puncak Jaya, Nelson Yoman Senior  dalam pernyataan tertulis yang diterima media ini, Selasa (07/04) via pesan eletronik.

 

Nelson menjelaskan, setiap saat yang dapat kita ikuti berita perkembangan Wabah ini angka penderita dan kematian karena wabah ini bukan mulai menurun hari ke hari , Malahan sebaliknya angka Naik terus.

 

“Sudah sekian ribu korban meninggal dimana-mana di seluruh dunia dan mendekati angka jutaan orang. Virus ini bukan untuk candaan dan bukan main-main saudara-saudari, mari kita ikuti himbauan pemerintah untuk mencegah virus ini. Jangan kita menjadi Tidak peduli,” paparnya.

 

Kalau akan begini terus dan virus ini, kata Nelson, tidak cepat berakhir maka ingatlah Dampaknya akan sangat besar. Terutama masalah ekonomi , apabila pemerintah melakukan LockDown sesungguhnya maka, Tidak ada sesuatu yang bisa kita beli walaupun kita mempunyai uang, karena semua pasar, Tokoh , Supermarket dan sejenisnya akan ditutup. Bahkan tidak ada orang yang dapat beraktivitas / berkeliaran diluar rumah maupun di jalan.

 

“Bagi orang yang mempunyai kebun akan aman tapi kebanyakan orang hidup di kota yang tidak mempunyai kebun akan mendapatkan masalah besar. Disinilah akan timbul kelaparan besar dan ditakutkan banyak yang menjadi korban kelaparan dan meninggal dunia,” jelasnya.

 

Maka dari itu, lanjut Nelson,  sebelum terjadi semua ini, masih dalam konteks isolasi di rumah dan masih terbatas begini, mari sama-sama kita patuhi anjuran pemerintah. kita saling tegur sesama tetangga atau keluarga kalau masih mengindahkan himbauan pemerintah ini agar kita sama-sama menghentikan penyebaran virus Corona atau Covid 19.

 

“Saya heran kita di Papua ini, orang masih saja berkeliaran Mabuk-mabukan ramai-ramai dalam satu mobil. Bagaimana jam 02: 10 tadi ada di depan rumah saya ada orang mabuk satu mobil, Wanita 5 orang pria 4 orang semua dalam keadaan mabuk dalam satu mobil masih putar-putar. Apakah orang-orang ini tidak takut? atau Tidak mendengar himbauan? , saya jadi bingung sendiri,” katanya kecewa.

 

Pintanya, kepada pihak Keamanan atau yang bersangkutan tolong swiping setiap mobil yang berkeliaran sekitar jam 01 :00 ke atas karena kebanyakan itu orang mabuk.

 

“Nanti mereka ini yang berbahaya, kalau sudah kena maka pulang ke rumah pasti akan menularkan kepada keluarga yang tenang di rumah dan akan terus menyebar . Maka dari itu kita harus sadar dan putuskan mata rantai penyebaran ini dengan mengikuti himbauan pemerintah yaitu mengisolasi diri di rumah,”  ujarnya.

 

Sementara itu, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua,  Pdt. Socratez Sofyan Yoman mengatakan Tuhan ciptakan mulut manusia hanya satu tapi mata dan telinga dua supaya kita lihat baik-baik dan dengar baik-baik.

 

Kata Pdt. Socrates, Kita beriman bahwa kita ada kuasa dari Tuhan Yesus untuk melawan kuasa virus corona. "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang membahayakan kamu." (Lukas 10:19).

 

Selain ada kuasa dari Tuhan Yesus Kristus kepada kita, ada nasihat bijak kepada kita sebagai berikut: "Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka" (Amsal 22:3).

 

“Tuhan buat manusia dengan dua mata supaya melihat masalah dengan jelas dan terang tentang kebaikan Tuhan dan juga tentang bahaya-bahaya yang mengancam kita,” jelas Pengurus The Fellowship of BaptistChurches of Papua ini kepada www.kabarmapegaa.com , Selasa (0704) ketika dibuhungi di Jayapura.

 

Menurutnya, Tuhan membuat kita dengan dua telinga supaya mendengar dengan baik dan sempurna suara Tuhan dan juga kita mendengar tentang berita-berita yang mengancam dan membahayakan kita.

 

“Mata kita melihat dan telinga kita mendengarkan ada keputusan penting dari pemerintah di masing-masing Negara dan wilayah mereka bahwa warga gereja ibadah di rumah masing-masing untuk langkah pencegahan (preventif) dan meminimalisir resiko-resiko yang lebih luas dan berat,” jelasnya.

 

Pdt. Socrates menjelaskan, Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya dan kepada kita semua, lebih khusus sebagai orang-orang kudus dan imamat rajani: "...Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Matius 18:20).

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait