LPMA Swamemo Himbau Agar Pilkada Paniai  Arif dan Bijak

Cinque Terre
Alexander Gobai

6 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)
Keterangan Foto: Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Suku Walani, Mee dan Moni (LPMA Swamemo) Thobias Bagubau, S.IP sedang memberikan pernyataan kepada wartawan di  Kafer Prima  Garden, Abepura, Rabu (6/6). (Foto: KM/A.Gobai)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com - Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Suku Walani, Mee dan Moni (LPMA Swamemo) menghimbau kepada semua pihak, baik intelektual, mahasiswa dan para calon bupati/wakil bupati yang berkompetisi agar menggunakan cara-cara yang terpuji dalam kampanye dan tidak menyebarkaan isu-isu yang tidak benar terhadap masyarakat. Maka, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten biar berjalan dengan arif dan bijaksana.

 

“Kami himbau agar Pilkada di Papua harus berjalan dengan Arif dan bijak. Jagalah kedewasaan dalam berdemokrasi  dan berhenti menggunakan cara-cara yang tidak terpuji dalam kampanye, seperti menjatuhkan salah satu pasangan calon,” kata LPMA Swamemo, Thobias Bagubau, S.IP  kepada Wartawan  saat Jumpa  Pers di Kafe Prima  Garden, Abepura,Rabu (6/6).

 

Menurutnya,  sebanyak 171 daerah sedang melaksanakan pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota di seluruh Indonesia. Dan di Provinsi Papua juga ikut meramaikan pilkada ini dengan diikut sertakannya tujuh Kabupaten dan satu Provinsi antara lain Kabupaten Mimika, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Biak Numfor serta Provinsi Papua yang secara serentak akan dilakukan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang

 

“Namun, sayangnya, Peroses Demokrasi tidak berjalan baik lebih khusus unutuk beberapa Kabupaten di Papua sejak awal karena banyaknya kepentingan dan ulah dari pihak penyelenggara  maupun oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Maka, LPMA Swamamo berinsiatif mengadvokasi Pilkada  Kabupaten Paniai. Insiatif  itu lahir agar Pilkada di Kabupaten Paniai bisa berjalan dengan aman, berintegritas dan damai tanpa ada konflik di kalangan masyarakat,” ujarnya.

 

Kata dia, konflik yang timbul disebabkan karena penyelenggara yang tidak netral baik itu Komisi Pemilihan Umum maupun  Badan pengawas Pemilu. Ada konflik yang timbul karena Pihak keamanan seperti Polisi juga terlibat dalam politik praktis.

 

“Kami meminta kepada para kandidat Bupati/Wakil Bupati agar berhenti saling menjatuhkan. Sebab, yang berhak menilai dan memilih para calon bupati/wakil bupati  Kabupaten Paniai  untuk lima tahun kedepan, adalah masyarakat Paniai. Biarkan masyarakat Paniai menilai dan memilih,” katanya.

 

Ia berhara kepada masyarakat Kabupaten Paniai agar meilih secara bijak dan memilih seorang pemimpin yang benar-benar membawa kesejahteraan  dan membangun masyarakat Kabupaten Paniai.

 

Pewarta    :Alexander Gobai

#Pemerintahan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait