Ludia Atanay, Sosok Guru yang Tulus Mengabdi di Negri Tamser

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

6 Hari yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Ludia Atanay adalah seorang guru yang tulus hati nuraninya.

 

 

Oleh,  Mario Yumte*)

 

Artikel, KABARMAPEGAA.com--Ludia Atanay adalah seorang guru yang tulus hati nuraninya. Ia telah berkorban banyak tentang hidup bersama para didiknya di sebuah sekolah yang terletak di daerah terpencil,  Papua. Ia pun mencintai pada panggilan hidup sebagai seorang guru. Ia tidak lelah dan putus asa untuk bertahan hidup di dusun terpencil, biar pun banyak tantangan dan hambatan yang Ia hadapi ketika dari awal hingga kini Ia mengabdi menjadi seorang guru di dusun terpencil Tabam Sere (Tamser).

 

Ia lama mengabdi di sekolah dasar merupakan SD Negeri Tabam Sere di Tambrauw. Jelasnya, sekolah tersebut terletak di pelosot Negri Tabam Sare, Distrik Willhem Romboust, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

 

Ibu guru Ludia Atanay yang ikhlas selalu mendidik anak muridnya dengan hati nurani yang tulus dan cinta terhadap karya perutusan menjadi seorang guru bagi anak-anak di dusun Tamser. Ia punya hanya modal untuk selalu mendidik anak-anak sekolah di dusun Tamser. Ludia juga sosok yang dikenal sebagai guru yang mampu mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di berbagai sekolah yang ada di Tambrauw.

 

Ketika Ia mengabdi, mengajar dan mendidik seluruh siswa di sekolah tersebut, Ia pun tak lelah menguasai semua mata pelajaran, karena Ludia satu-satunya guru yang mengabdi di dusun Rufmot/Tamser, Tambrauw.

 

Panggilan hidup telah terpancar pada pengalaman dan kisah hidup seorang guru, karena guru itu selalu mengabdi tanpa tanda jasa yang banyak sekali memanusiakan manusia-manusia terdidik untuk masa depannya.

 

Ibu guru Ludia adalah sosok guru yang baik hati dan tulus mendidik dan memanusiakan generasi . Ketulusannya membimbing anak-anak di dusun ini tak menyurutkan semangatnya. Walau dia tidak dibayar, tapi Ibu Ludia tekun dan terus mengajarkan pelajaran kepada anak-anak kami.

 

Penjelasannya,  di dusun itu tidak ada sekolahan. Jika ingin sekolah yang formal, maka penduduk dusun harus menempuh perjalanan yang cukup jauh jaraknya agar bisa mengeyam pendidikan yang formal.

 

Daerah Tamser adalah daerah yang jauh dari perkotaan yang harus menempuh perjalanan dengan melewati sungai dan hutan rimba di belantara daerah Tambrauw, Papua.

 

Melihat dengan medan perjalanan cukup jauh dari daerah perkotaan, guru Ludia ini selalu setia dan ikhlas mengabdi dan tinggal di dusun Rofmot.

 

Guru yang tulus itu tinggal bersama rumah keluarga Ipar dengan atap rumah yang sederhana. Di dusun itu hidup dengan hasil kerja keras dan alam di sekitarnya. Singkong dan keladi adalah makanan sehari-hari bagi Ludia dan keluarganya. Sungai menjadi air kehidupan bagi kebutuhan hidup di dusun Tamser yang tidak jauh dari tempat tinggal masyarakat di sana.

 

Hidup memang penuh tantangan, namun keteguhan Ludia sebagai guru menjadi sosok yang tabah dan berhati emas untuk mengabdi di Negri Tabser demi keselamatan generasi masa depan leluhur nusa dan bangsa.

 

Negri Tamser Sekolah yang seadanya, beralas lantai tanah menjadi perhatian publik yang serius menangani untuk membangun sekolah yang layak untuk generasi di dusun sana. Mereka belajar di sekolah yang beralas lantai tanah dan kadang juga belajar dari rumah keluarga yang beratap sederhana. Pembelajaran ini yang diterapkan oleh sosok guru Ludia di sekolah daerah Tamser.

 

Di tengah kehidupan masyarakat yang sederhan di dusun terpencil itu, bagi masyarakat proses belajar di daerah yang lakukan oleh sosok guru Ludia tidak jadi masalah, karena mereka percaya bahkan berterima kasih kepada Ludia yang sudah menolong anak-anak untuk mendidik, mengajar dan memberikan wawasan tentang pendidikannya.

 

Dalam perjalan perjuangannya, sosok guru yang tulus menghasilan banyak generasi mudah di tanah Tamser. Kerja-kerja dalam proses pembelajar sangat luar biasa. Ludia sosok yang harus berikan suatu penghargaan dan perhatian terhadap sekolah beralas tanah yang Ia berjuang keras mendidik.

 

Ludia adalah Perintis Sekolah Baru di Negeri Tabam Sere Ludia bukan hanya mengajar (duduk manis di kursi), tapi sosok Ludia adalah orang yang berjuang keras untuk membangun sekolah yang Ia telah lama mengabdi di dusun Tamser. Sekolah yang Ia dirikan adalah SD NEGERI TABAM SERE. Bangunannya layak digunakan dari sebelum yang hanya belajar di lantai tanah. Atas perjuangannya sekolah tersebit di resmikan pada tanggala,  02 Januari 2021.

 

Pengabdian dan perjuangan sosok guru yang di kenal dengan Ludia adalah sosok yang mampu dengan kerja keras dan usaha-usaha, namun telah membangun sekolah baru di daerah Tamser.

 

Selain dari perjuangan sosok guru Ludia yang telah merubahkan sekolah dari fisik bangunan bahkan pengabdiannya, ada pun masyarakat kampung yang bersatu untuk berjuang keras mendatangkan listrik dari kota di tahun 2021.

 

Pertanyaan yang selalu dilontarkan oleh sosok guru Ludia selama Ia mengabdi di sekokah tersebut adalah 'anak-anak apakah kalian paham yang yang ibu jelaskan ini? Jawab para murid adalah Ia paham Ibu.

 

Pertanyaan ini selalu menjadi bahan refleksi oleh Ludia ketika Ia selesai mengajar, di rumah bahkan di mana saja Ludia pergi atau beraktivitasnya. Dan setiap kali kembali ke ruang belajar di sekolah dia selalu berusaha untuk menjelaskan sesuai daya tanggap anak-anak muridnya. Hal tersebut selalu dilakukan semenjak Ia mengabdi di sekolah terpencil (dusun Tamser).

 

Kisah dan pengabdian sosok guru Ludia merupakan proses yang Ia kerjakan demi keselamatan anak-anak di dusun Tamser. Banyak pengorbanan yang Ia lakukan demi generasi terlantar. Ibu Ludia dengan kemaunya sendiri membawa peralatan tulis seperti; buku tulis, bolpen, pensil, penghapus, penggaris dan kertas abjad dan angka-angka, bahkan papan bor dan kapur tulis. Pengorbanan yang selalu di usahakan oleh Ludia ketika semuanya telah habis atau tidak layak lagi di pakai.

 

Semenjak Ludia mengabdi di sekolah itu, jumlah anak ikut di kelas Ibu Ludia adalah sepuluh (10) anak, namun yang aktif sampai hari ini hanyalah lima (5) anak murid. Tetapi, Ludia selalu berusaha agar semua anak yang mengenyam pendidikan di tingkat sekolah dasar itu bisa mendapatkan pendidikan secara baik sesuai konsep dan proses pembelajaran yang di terapkan di sekolah tersebut.

 

Sosok guru Ludia punya mimpi dan harapan besar bagi anak-anak murid di dusun  Willem Romfoust, Tabam Sere adalah kelak nanti bisa memimpin daerah (dusun) terpencil sendiri. Pengabdiannya memajukan semangat dan pendidikan di daerah Tamser.

 

Mengajar dan mendidik pada tipe-tipe anak murid memang buruh proses yang panjang untuk merubah pola pikir dan sifatnya. Hal itu yang dilakukan oleh Ludia semenjak Ia mengabdi ssbagai guru di sekolah dasar di dusun terpencil. Ibu guru yang ikhlas, tulus, ramah, baik dan sopan itulah sosok guru Ludia yang menabdi lama di Negri Willem Romfoust, Tabam Sere, Tambrauw, Papua.

 

Ada pun pesan yang di jelaskan oleh sosok guru Ludia antara lain, 1) Walaupun jumlah kami sedikit, tetapi semangat belajar kami selalu tinggi, dan 2) Marilah seluruh masyarakat di Wilayah Tambrauw khususnya di Distrik Willem Romfoust kita membangun Sumber Daya Manusia (SDM) untuk massa depan Willem Romfoust, Tambrauw dan umumnya tanah Papua tercinta.

 

*) Penulis oleh Aktivis Jalanan Papua Waiskek, 08 Oktober 2021.

#Pemerintahan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait