Mahasiswa AS Gelar  Kegiatan TEDx CSU Tahunan

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

6 Bulan yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Brosure. Ist

 

AS, KABARMAPEGAA.com-- Tim  mahasiswa pada Colorado State University,  in the United States of America dan para undangan lain telah mengadakan kegiatan TEDx CSU tahunan, dimana kegiatan ini dirancang sebagai sumber pengetahuan kepada warga internasional bagi yang mau belajar dari berbagai topik yang berbeda atau denagn kata lain TEDx.

 

TEDx  adalah suatu komunitas internasional yang tersebar di berbagai Negara dan kota-kota di seluruh penjuru dunia. Dan kegiatan tersebut dilaksanakan pada 7 Maret 2020.

 

Dalam kegiatan ini, yang telah menjadi presenter adalah terdiri dari 4 orang yakni, (1) Robert Wiggins, (2) Vincent Basile, (3) Luna Martinez, dan Kristin Kirkpartrik sedangkan para hadirin pada kegiatan ini adalah mencapai lima ratusan.

 

 Adapun pembahasan dalam kegiatan ini secara jelas dalah sebagai berikut:

 

Pembicara pertama (The first speaker) dengan topik “The Mental Tuition of Marginalization”. Dalam presentasinya disamapikan kepada para hadirin bahwa hidup dimuka bumi dalam arti umum, marginalisasi persis seperti apa kedengarannya.

 

Ini mendorong orang atau masalah ke pinggiran masyarakat, di mana mereka cenderung terlihat atau lebih mudah dihindari. Kebanyakan orang paling tidak secara umum menyadari bahwa beberapa individu hidup dalam bayang-bayang masyarakat, tetapi masalah sebenarnya adalah semua kisah yang tidak pernah dilaporkan dan semua orang yang berjuang yang tidak pernah kita dengar sama sekali.

 

Jadi, walaupun penting untuk memahami konsep marginalisasi, seringkali trik sebenarnya adalah mengidentifikasi dan mengubah hal-hal yang menyebabkan populasi setempat menjadi terpinggirkan oleh oaring-orang dari non primumi itu sendiri.Untuk mengatasi hal ini, pemerintah setempat harus mengambil kebijakan agar masyarakat setempat tidak dapat dipingirkan oleh masyarakat luar untuk menguasai tanah orang lain, katanya.

 

Kemudian, Pemebicara kedua dipresentasikan dengan topik “The Descriminalizing Our Elementary School Boys of Colors”. Secara umum dipresentasikan bahwa setiap sekolah dasar yang ada di planet ini pentingnya untuk akan tetap mencerminkan budaya saling tidak diskriminasi diantara sesama ciptaan Tuhan yang ada di kosmos ini.

 

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk  diaplikasikan oleh setiap negara yang ada di muka bumi ini agar ada kedamaian secara global dari segala perspektif pendidkan maupun lainnya.

 

 Pembicara ketiga (The Third Speaker) dengan tema” The Value of an Opportunity”. Dalam presentasinya disampaikan kepada para hadirin bahwa hidup ini jangan pernah sia-siakan karena hidup ini sangat jahat.

 

Dengan kata lain, selagi kita masih punya kesempatan ini, maka kita harus mengerjakan pekerjaan yang berguna bagi banyak orang sepeti misalnya, kalau kita ada uang lebih maka kita harus berdonasi kepada anak-anak yatim piatu yang ada di panti asuhan maupun tempat lain di dunia.  

 

Disampaikan juga bahwa kita harus mengerjakan kegiatan yang sifatnya menentukan masa depan kita agar hidup kita kedepan lebih baik dari yang sebelumnya.

 

 Akhirnya, (the last speaker) dengan topik” Education Students with Different Kinds of Minds”. Dalam presentasinya disampaikan bahwa Berbicara tentang pikiran berarti berbicara dengan konsep yang agak abstrak, yang sama sekali tidak jelas bagi banyak orang. Ini adalah kata yang bertujuan untuk mencakup proses yang terjadi di otak kita: pikiran, kesadaran, persepsi, kepercayaan, keinginan, sensasi, dll.

 

Pikiran adalah medan di mana proses sadar, tidak sadar, dan fungsional berlangsung. Pikiran itu tercermin dalam ide, tindakan, dan berbagai manifestasi aktivitas otak. Semua ini dihasilkan dari proses terstruktur. Dengan kata lain, semua aktivitas mental ini tidak acak, melainkan mematuhi pola atau cetak biru yang dipelajari sepanjang hidup. Ini tidak berarti bahwa itu adalah sesuatu yang tidak dapat diubah.

 

Di otak, semuanya rentan terhadap perubahan “The mind is reflected in ideas, actions and different manifestations of brain activity. All this is produced from structured processes. In other words, all this mental activity is not random, rather it obeys patterns or blueprints that are learned throughout life. This does not mean that it is something unchangeable. In the brain, everything is susceptible to change”. (Pius Tenouye)

 

 

 

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait