Mahasiswa Asal Gome, Tolak Pindahnya Ibu Kota Kabupaten Puncak Papua

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Belasan Mahasiswa Puncak Papua asal Gome di Manokwari, menolak pemindahan Ibu Kota Puncak Papua. (Fhoto : Petrus Yatipai/KM)

 

Timika,KABARMAPEGAA.COM - Pemerintah Daerah (Pemda) Puncak Papua bersama Tokoh-tokoh Masyarakat adat setempat telah menyepakati bahwa eksistensi Ibu Kota Kabupaten Puncak Papua siap dipindahkan dari Ilaga ke Gome. Hal itu diputuskan melalui rapat paripurna yang digelar di Puncak Papua belum lama ini.

Hal itu setelah disikapi belasan Mahasiswa Puncak Papua asal Wilayah Gome, di Manokwari, tidak menyetujui adanya pemindahan Ibu kota Puncak Papua tersebut. Pasalnya, disaat rapat paripurna itu, mengapa pemda tidak melibatkan perwakilan Mahasiswa sebagai generasi penerus diwilayh itu, demikian dikatakan Ketua Tim penggerak, Ekes Wakerwa saat dirinya memberikan keterangan kepada wartawan KABARMAPEGA, Kamis (13/12/2018) pukul 01:20 WIT, dikediamannya, Amban, Manokwari, Papua Barat.

"kami tidak sepakat dengan persetujuan terkait perpindahan ibu kota ilaga ke distrik gome. sebab, persetujuan itu hanya bersama Orang tua, tokoh adat atau kepala suku bahkan kepala distrik saja. Lalu kami mahasiswa asal wilayah Gome tidak disampaikan Pemda."

Ekes sebagai Tim penggerak diwilayah Manokwari, menolak tegas putusan pihak Pemda bersama beberapa tokoh masyarakat adat itu. Karena dirinya menilai, para orang tua dan tokoh-tokoh adat disana, tak berpikir dihari mendang. Mereka (para ortu) hanya bisa berpikir hari ini dan kepuasaan perutnya, ungkap ekes.

"Mereka itu hanya pikiranya uang untuk perut hari ini tetapi mereka tidak berfikir dampak terhadap generasi mendatang. Jadi secara tegas kami menolak."

Lalu, Kinius tabuni (Mahasiswa Puncak asal wilayah Gome) ini pun membenarkan upaya pemda memindakan Ibu Kota Kabupaten Puncak Papua itu. Kata, Kinius rapat paripurna Pemda bersama masyarakat dilaksanakan dalam tahun ini bulan lalu, jelasnya.

"Dalam tahun ini, bulan - bulan kemarin mereka sudah lakukan rapat bersama masyakat disana untuk pindahkan Ibu Kota Kabupaten Puncak Papua".

Lagi, Kinius menegaskan agar Pemda melihat nasib kehidupan masyarakat setempat dihari esok. Sebab, dirinya menilai Para Mahasiswa berbicara tegas demi keselamatan kehidupan anak cucuh nantinya.

"Kami mahasiswa berbicara demi masa depan generasi. jika pemda melakukan seperti itu, maka masyarakat atau pemilik hak ulayat mau di kemanakan."

Sementara itu, Frengki wakerkwa pun ikut membenarkan pemindahkan Ibu Kota Kabupaten yang dinilai dilakukan secara sepihak itu.

Frengki (Mahasiswa asal Gome) ini mengatakan tidak mendapat keuntungan positif bagi masyarakat yang mendiami diwilayah Gome dengan adanya pemindahan kedudukan Ibu Kota Kabaputen itu. Yang akan Ada hanya pergeseran masyarakat setempat membuat kehidupan mereka (masyarakat) terbeban, ujar, Tabuni.

" Tidak ada untungnya bagi masyarakat distrik gome atas perpindahan ibu kota ilaga ini karena dampaknya akan menjadi pergeseran penduduk asli setempat."

Untuk itu, Tabuni meminta Pemda membatalkan pemindahkan Ibu Kota diwilayah Gome.

Tuntutan :

Oleh Sebab Itu, Kami Mahasiswa dan Mahasiswi Asal Distrik Gome Kabupaten Puncak Dengan Tegas menuntut :

Pertama, Menolak Perpindahan Kedudukan Ibu Kota Ilaga ke Distrik Gome.

Kedua, Mengadirkan Mahasiswa, Pemuda dan Siswa Generasi Asal Distrik Gome Bersama Pemda Puncak agar Melakukan Pertemuan Mengenai Hal Nomor Satu Diatas.

Ketiga, Menolak Imigrasi Dikabupaten Puncak, Cukup Yang Ada Saja.

Keempat, kami Memintah dan Memohon Kepada Tete,Nene,Bapak Dan Mama Keluarga Khususnya Distrik Gome Dan Masyarakat Kabupaten Puncak Pada Umumnya Agar Jangan sekali – kali Pernah Menjual Tanah. Karena Tanah Adalah Mama Generasi Papua Kedepan.

Demikian peryataan sikap kami Mahasiswa peduli dusun dan tanah kelahiran asal distrik Gome. Semoga pemerinta dapat mempertimbangkan kesepakatan perpindahan ibu kota ilaga ke distrik Gome. Kami menyatakan bertanggungjawab atas peryataan penolakan ini. Sekian dan terima kasih. Kinaonak Amolongo.

Pewarta : Petrus Yatipai

#Pemerintahan

Baca Juga, Artikel Terkait