Mahasiswa bakal palang kantor Dinas P&P Deiyai

Cinque Terre
Alexander Gobai

5 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)
Keterangan Foto :  mahasiswa dan mahasiswi Deiyai di Jayapura berada di depan asrama yang sedang dibangun dan berfoto bersama Rabu, (20/6). Foto: KM/A. Gobai)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com – Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Deiyai  (FKM-KP) yang berada di Kota Jayapura, Papua bakal mengancam dan memalang kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) Kabupaten Deiyai dalam waktu yang dekat.

 

Ketua FKM-KD Kota Jayapura, Lambertus Pekei menyatakan, perencanan palang kantor itu karena pembangunan asrama mahasiswa yang dibangun Pemda Deiyai tidak kunjung selesai. Padahal, jumlah mahasiswa dari negeri Tigi cukup banyak dibanding dari daerah lain.

 

“Kami melihat Pemda melalui Dinas P&P sangat tidak serius membangun asrama itu. Ini dibangun dari tahun 2011 sampai 2018 belum juga rampung. Berapa biaya yang habis, kami tidak tahu. Maka, dalam waktu yang dekat kami akan turun ke Deiyai melalukan aksi menuntut segera tuntaskan sisa pembangunan ini,” katanya didampingi puluhan mahasiswa lainnya kepada kabarmapegaa.com di Abepura, Rabu, (20/6).

 

Menurut Pekei, membangun asrama ibaratnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang. Sebab, peningkatan kapasitas dan kualitas suatu daerah melalui pembangunan SDM yang unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan anak negeri yang kuat dan daerah yang makmur.

 

“Pemda sudah anggarkan Rp.2,5 Miliar itu agar segera harus rampungkan sisa pembangunan asrama itu. Karena kami tahu dana itu diberikan hanya untuk urus asrama ini,” ujarnya.

 

Pembangunan tiba-tiba macet pada Maret 2017 hingga saat ini sehingga asrama itu layak dibilang kandang binatang. “Jadi, setidaknya kami ini ayam tanpa induk di sini,” katanya.

 

Fredy Tekege, seorang mahasiwa mengatakan, selama ini ia bersama rekan-rekannya tinggal di asrama Tunas Harapan milik Keuskupan Jayapura berjumlah 80 lebih orang. “Masing-masing kamar dihuni empat orang. Padahal harusnya dua orang saja,” ujarnya.

 

“Jadi selama ini Pemda Deiyai anggap keberadaan mahasiswa aman. Itu aneh ya. Padahal, kami tinggal di asrama milik gereja Katolik. Sekarang ada wacana asrama ini akan diambil alih pihak Keuskupan, sekarang kami mau tinggal di mana? Pemda segera tanggung jawab,” ungkap Tekege.

 

Mantan ketua FMK-KD, Elias Pekei mengaku, pihaknya juga memperjuangkan dengan berbagai cara, seperti dengan cara aksi demo dan lisan maupun tertulis berkali-kali ke Pemda, namun hingga sampai saat ini tidak ada.

 

“Sungguh selama delapan tahun Deiyai menjadi Kabupaten ini tidak ada  asset yang dibangun di Jayapura. Padahal pendidikan adalah rantai  menciptakan SDM yang layak dan tempat yang  tinggal juga sangat mempengaruhi bagi mahasiswa Deiyai ini,” ujarnya.

 

Pewarta    : Alexander Gobai

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait