Mahasiswa dan Masyarakat Maybrat Minta Lindungi Rakyat Sipil

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

8 Hari yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Saat kegiatan konferensi pers didepan asrama Mahasiswa Maybrat, Amban, Manokwari , Papua Barat. Kamis (09/09/2021). Foto: Petrus Yatipai/KM

 

 

Manokwari, KABARMAPEGAA.com-–Mahasiswa/i pemuda dan masyarakat kab Maybrat di Kota Manokwari gelar  konferensi pers melalui  wadah Solidaritas Mahasiswa untuk Peduli Kemanusiaan meminta segera melindungi rakyat spil di kab Maybrat. Asrama Maybrat Papua Barat, Kamis (09/09/2021).

 

Mendesak dan meminta kepada pemerintah provinsi Papua Barat dan pemerintah daerah kabupaten Maybrat untuk segera memperhatikan nasib masyarakat sipil di wilayah pengungsian akibat indisen yang menewaskan 4 aparat TNI AD oleh TPNPB-OPM Pangkodap IV beberapa waktu lalu.

 

Dalam konferensi Pers Ketua Solidaritas, Abram Sakof mengatakan aksi konferensi pers sebagai peduli kemanusiaan di kab Maybrat.

 

"Aksi hari ini adalah aksi berbicara kemanusiaan yang hari ini terjadi penyisiran di Maybrat," katanya.

 

Sakof berharap pemerintah daerah Maybrat memberikan perlindungan keamanan bagi rakyat sipil dalan bahaya diwilayah  pengusian warga.

 

"kepada pemerintah Kabupaten Maybrat segera melakukan evakuasi kepada masyarakat sipil," harapnya.

 

Kata Abram, pemda Maybrat segera  membuka Posko untuk penyediaan bagi warga sipil.

 

Mewakili Pemuda Aya Maru Raya Marthen mengatakan pengunsian sudah terjadi dan berbagai aset dan akvitas pendidikan anak terlantar  bahkan segala harta benda ikut korban, jelasnya.

 

"Pengunsian ini sudah terjadi. Harta benda, Rumah, Ternak  mereka meninggalkan, pendidikan anak sekolah tidak bersekolah dengan baik. Sehingga ini menjadi dampak yang cukup besar," jelasnya.

 

Dampak ini Kata Marten, bukan dihadapi warga yang tinggal dibagian Aifat Timur Maybrat saja tetapi menyebar hingga diwilayah Ayamaru sampai ke Antinyo, jelasnya.

 

Untuk itu, marten harap prioritaskan aspek kamanusiaan lebih dahulu terhadap warga pengungsian yang masih di Desa-desa perkampungan dan di Hutan Maybrat. Sebab, pihaknya menilai warga sangat melarat dikarenakan kehilangan Kebun rumah dan jaminan pendidikan anak-anak terlantar, ujarnya.

 

Mewakili masyarakat Dolince Naw mengatakan hari ini lagi-lagi pengungsian terjadi  di Maybrat karena mama Dolince nilai selama ini terjadi pengungsi di wilayah Pegunungan Tengah Papua saja. Sehingga  Kata dia kemungkinan bisa susul lagi diwilayah lainnya di Papua, katanya.

 

"Daerah kami merasa bahwa dilanda oleh musibah yang sekarang terjadi. Awalnya kita tahu bahwa maybrat itu aman. Tetapi kita lihat saat ini saudara kita dipegunungan tengah Papua tetapi di saat ini kita alami di sini.

 

"saya pesan evakuasi atau pulangkan aparat keamanan yang ada di dunia kita. Supaya mereka segera dipulangkan semuanya. Sebab masyarakat (sipil) kita disana, tidak tahu apa-apa. Apa yang terjadi disana masyarakat tidak tahu."

 

Dalam kesempatan itu forum mahasiswa Unipa, perwakilan mahasiswa Arfak dan mahasiswa perwakian beberapa asal kota di Papuapun  ikut hadir dan mendukung aksi kemanusiaan melalui konferensi pers itu.

 

Beberapa hari kedepan, solidaritas Mahasiswa/i Peduli Maybrat  siap melakukan penggalangan dana bagi warga pengungsi di Kota Manokwari.

 

Asrama Mahasiswa Maybrat di Manokwari siap dijadikan sebagai sekretariat umum Posko Donasi untuk Maybrat selama aksi penggalangan bergulir.

 

 

Pewarta: Petrus Yatipai/KM

Aditor: Admin/KM

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait