Mahasiswa Intan Jaya di Kota Studi Masih Menunggu Pencairan Dana Pendidikan dari Pemda

Cinque Terre
Manfred Kudiai

5 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Mahasisw  Program Pasca Sarjana di STFT Widya Sasana Malang, Yeskiel Belau, (Foto.doc.prib/ Ist.)

 

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Mahasiswa-mahasiswi asal kabupaten Intan Jaya di seluruh Indonesia masih menunggu pencairan dana bantuan studi dari pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Mahasiswa asal Kab. Intan Jaya kembali menyuarakan hal mengenai dana bantuan studi bagi semua mahasiswa-mahasiswi asal kabupaten Intan Jaya di seluruh Indonesia, termasuk seluruh Papua yang sudah dua tahun (2018/2019) mandek.

 

Hal ini dikatakan  Yeskiel Belau,  Mahasisw  Program Pasca Sarjana di STFT Widya Sasana Malang (saat ini Tahun Ke-2) kepada kabrmpega.com via pesan eletronik, Rabu, (11/9).

 

“Mengenai hal mandeknya biaya studi selama dua tahun itu, para mahasiswa-mahasiswi sudah membangun komunikasi secara baik dengan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya pada bulan Agustus 2019 lalu mapun sebelumnya, namun Pemerintah yang bersangkutan ini tidak melaksanakan kewajibannya tepat pada waktunya, maka dalam bulan yang sama pula,” katanya.

 

Para mahasiswa/i pernah melakukan unjuk rasa di Kota Nabire: menuntut Pemerintah Kabupaten Intan Jaya cairkan dana biaya studi bagi mahasiswa-mahasiswi asal Kabupaten Intan Jaya di Seluruh Indonesia dan Papua. Aksi ini sempat berujung pada pengrusakan rumah kepala dinas Kesejahteraan Sosial (Kesra), Kabupaten Intan Jaya, Titus Agimbau di Nabire, pada 12 Agustus 2019.

 

Setelah peristiwa itu, para mahasiswa-mahasiwi sempat bertemu dengan Kepala dinas Hubungan Masyarakat (Humas) Kabupaten Intan Jaya, Yohakim Mujizau dan Sekertaris DPRD Kabupaten Intan Jaya (Sekwan), Nenu Tabuni pada malam 13 Agustus 2019. Kemudian selanjutnya aksi unjuk rasa mahasiswa-mahasiswi menuntut hak biaya studi mereka ini berhenti di sini.

 

Selanjutnya semua orang Papua, termasuk para mahasiswa-mahasiswi asal Kabupaten Intan Jaya itu dikagetkan oleh peristiwa kekerasan, persekusi dan rasisme yang telah dilakukan masyarakat Jawa Timur terhadap bangsa Papua mulai tanggal 15 Agustus di Kota Malang dan selanjutnya di Kota Surabaya, Semarang dan Makasar. Maka di saat itu maupun saat ini, konsentrasi semua orang Papua masih mengarah ke sana.

 

“Dalam situasi itu, tadi malam saya mendapat informasi dari Domy Sani, salah satu anggota mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya yang tinggal di Kontrakan mahasiwa-mahasiwi Kabupaten Intan Jaya di Surabaya (Jawa Timur), bahwa dia bersama beberapa mahasiswa-mahasiswi asal Kabupaten Intan Jaya di Jawa Timur itu terancam tidak kuliah tahun ajaran ini, karena terkendala dengan biaya studi. Lanjut Domy,” katanya.

 

 “Sebagian besar teman saya sudah pulang ke Papua dan kini tinggal sedikit orang saja, tadi malam saat chat di Group WA Mahasiswa/i Intan Jaya, dikabarkan bahwa sebanyak 21 mahasiswa dikabarkan akan pulang ke bumi Centrawasi. Ini jumlah sementara saja dan kemungkinan besar jumlahnya akan bertambah” katanya.

 

Nama-nama mahasiswa-mahasiswi asal Kabupaten Intan Jaya yang sudah menyatakan siap untuk pulang ke Kampung, oleh karena kendala biaya studi itu saya tampilkan dalam tabel berikut ini:

No

Nama

Kota Studi

Keterangan

1.

Heron Tipagau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

2.

Marius Duwitau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

3.

Hosea Tapani

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

4.

Ance Jegeseni

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

5.

Melek Bagau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

6.

Ida Ugipa

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

7.

Denias Miagoni

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

8.

Ester Bagau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

9.

Dommy Sani

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

10.

Nemia Belau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

11.

Listha Sondegau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

12.

Brigita Sondegau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

13.

Nelson Sondegau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

14.

Otis Sondegau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

15.

Pinelia Belau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

16.

Fransina Duwitau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

17.

Feby Sondegau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

18.

Maria Magdalena Tebay

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

19.

Imanuel Sondegau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

20.

Bruno Selegani

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

21.

Nopen Songegau

Jawa Timur

Siap Pulang Kampung

 

Yeskiel Belau  menjeaskan, sehubungan dengan penjelasan di atas, saya pastikan bahwa jumlah mahasiswa-mahasiswi yang akan pulang ke kampung pasti akan meningkat, karena jumlah mereka yang ditampilkan di atas itu hanya hasil sementara dan tentunya belum ditambahkan dengan para mahasiswa-mahasiswi asal Kabupaten Intan Jaya yang bermarkas di Kota Studi lain, seperti; Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kota Studi lainnya di Indonesia ini.

 

Oleh karena itu menurutnya, kenyataan seperti itu sangat mengganggu kenyamanan semua pihak, baik pihak Pemerintah Kabupaten Intan Jaya sendiri maupun pihak orang tua dan para mahasiswa-mahasiswi sendiri. Maka dalam konteks ini sangat dibutuhkan suatu sikap proteksi generasi bangsa yang bijak dari pihak Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, tanpa bersungut-sungut dengan hati yang penuh kasih dapat mencairkan dana biaya studi bagi semua mahasiswa-mahasiswi asal Kabupaten Intan Jaya di seluruh Indonesia, entah dari mana sumbernya meski kami tahu bahwa dana Otonomi Khusus cukup besar juga untuk biaya studi generasi bangsa ini.

 

Harapannya adalah agar generasi bangsa ini dapat melanjutkan studinya lagi, karena kami percaya bahwa mereka siap untuk studi, namun hanya kendala dengan biaya. Maka sekali lagi, saya mohon bantulah mereka!

 

Dalam konteks itu, tentu bahwa mahasiswa-hahasiswi asal Kabupaten Intan Jaya di seluruh Indonesia termasuk seluruh Papua masih menunggu “Pencairan Dana Bantuan Studi dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya”.

 

“Mereka sudah tunggu selama dua (2) Tahun, mereka harus tunggu sampai kapan? Sebagian besar mahasiswa-mahasiwi Kabupaten Intan Jaya sudah pulang ke kampung dan biarkan mereka yang lain ini juga pulang ke kampung?” beberya.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

 

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait