Mahasiswa Menyerahkan Pernyataan Sikap Kepada Pimpinan UNIPA

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Saat korlap penyerahan surat pernyataan sikap kepada pimpinan UNIPA, Dr. Meky Sagrim, SP.,M.Si, Yeko Gobai/KM.

 

 

Manokwari,KABARMAPEGA.com--Solidaritas Mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) berdialog dan menyerahkan surat pernyataan sikap kepada pimpinan civitas akademik UNIPA. Bertempat di ruang Auditorium UNIPA, Amban, Manokwari, Papua Barat pada pukul 11.40 WPB. Jumat, (26/11/2021).

 

Kordinator lapangan Agus Nabial mengatakan, kami telah menyerahkan pernyataan sikap kepada pimpinan Universitas Papua (UNIPA) Dr. Meky Sagrim, SP.,M.Si terkait permasalahan pemukulan dan perusakan fasilitas kampus yang terjadi pada  21 Juli 2021 lalu.

 

"Kami telah menyerahkan pernyataan sikap dengan baik, kepada pihak universitas untuk proses selanjutnya, kami siap menunggu," pintanya.

 

Sementara itu, mewakili senior mahasiswa Universitas Papua Erik Aliknoe mengatakan, pimpinan universitas harus bijaksana dan membuka ruang demokrasi terhadap mahasiswa.

 

"Pasalnya telah melanggar otonomi kampus dan mendatangi pihak kepolisian dalam kampus untuk menangani masalah, semestinya persolan tersebut adalah persoalan antara anak dan bapa untuk bisa selesaikan secara internal kampus"

 

Untuk itu, pihak universitas telah MOU dengan kepolisian, dimanakah UU dan otonomi kampus sehingga pihaknya meminta rektor harus meminta maaf kepada seluruh mahasiswa universitas Papua.

 

"Karena rektor telah menjatuhkan martabat dan harga diri mahasiswa bahkan nama baik universitas Papua dihancurkan", katanya.

 

Kemudian Erik mengatakan, kami beberapa mahasiswa senior maupun junior yang dapat surat panggilan dari kepolisian dalam masalah, kami tidak akan tanda tangan dalam surat yang disediakan oleh pihak universitas terkait dengan tidak boleh melakukan aksi di kampus bahkan tindakan lainnya.

 

"Menurutnya ini membungkam ruang demokrasi bagi mahasiswa karena mahasiswa adalah agen perubahan, sosial control untuk menyuarakan dan melihat kehidupan masyarakat secara menyeluruh," ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Keliopas Krey, S.Si, M.Si mengatakan kita harus mentaati udang undang dan aturan aturan kementrian terkait tentang penerimaan mahasiswa baru.

 

"Pasalnya kita juga bagian dari masyarakat yang ingin mau membangun dan maju diri sendiri bahkan tanah untuk dipermuliakan nama Tuhan" katanya.

 

Kemudian, WR III mengatakan aspirasi sudah diterima pimpinan Universitas Papua dan akan tindak lanjuti dalam rapat senat UNIPA.

 

ini pernyataan solidaritas mahasiswa Universitas Papua menyatakan dengan tegas bahwa:

 

Pertama, Pihak Universitas Papua segera mencabut surat Memorandum of Understanding (MoU) oleh pihak. Kedua, Pihak Universitas Papua harus khususkan jalur tes lokal  bagi anak asli Papua. Ketiga, Pihak Universitas Papua segera membuka ruang demokrasi bagi mahasiswa UNIPA.

 

Pewarta: Yeko Gobai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait