Mahasiswa Paniai Yogyakarta Solo Meminta Indonesia Tuntaskan Paniai Berdarah

Cinque Terre
Ancelmus Gobai

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
"Melayani dengan hati"
Usai pasang 1000 lilin dan baca sikap pernyataan mahasiswa paniai Jog-Lo terkait tragadi paniai berdarah.

 

 

Yogyakarta, KABARMAPEGAA.com—Ikatan Pelajaran dan  Mahasiswa Paniai (IPMAPAN) kota study Yogyakarta dan Solo memperingati Paniai berdarah 8 desember 2014 lalu yang menewaskan 4 pelajar ditembak TNI POLRI dan 6 warga sipil kritis serta 12 warga korban luka luka, meminta Negara Indonesia menyelesaikna tragedy Paniai berdarah karena ini pelanggaran berat. Bertempat asrama Yamewa 01 Yogyakarta. Rabu (8/12/2021).

 

Yakobin Pigome selaku ketua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai (IPMAPAN) Yogyakarta mengatakan, tragadi paniai berdarah terjadi sejak 8 desember 2014 lalu dan sekarang 7-8 desember 2021 sudah 7 tahun.

 

Paniai berdarah 4 siswa pelajar menjadi korban nyawa hasil tembakan TNI POLRI Indonesia dan banyak warga menjadi koban luka. Ini adalah pelanggaran berat hak asasi manusia.

 

Katanya sesuai janji presiden Indonesia Joko Widodo dalam pernyataan mengatakan akan menyelesaikan tragedi Paniai sampai tuntas, namun  sampai kini negara tidak mampu bertanggungjawab untuk menyelesaikannya.

 

Andreas Bunai sekertaris IPMAPAN Yogyakarta mengatakan, tragedi paniai berdarah itu TNI POLRI tembak 4 siswa yaitu Yulianus Yeimo 17 th  SMA, Alpus Gobai 16 th SMA, Simon Degei 17 th SMA, Alpius You 18 th SMA.

 

Lanjut Bunai, kami orang papua di tembak dan dibunuh seperti binatang di tanah papua dan negara tidak mampu menyelesaikanya. Salah satu buktinya adalah paniai berdarah itu sendiri.

 

“Tragedi ini tidak terlepas dari rentetan peristiwa pembunuhan, pemerkosan, intimidasi, perampasan tanah adat yang dilakukan militer di Paniai bahkan seluruh tanah papua” tutup Andres .

 

TNI POLRI tidak menunjukan citra diri sebagai keamanan negara tetapi pengacau dan pembunuh, maka kami mahasiswa Paniai Yogyakarta menyatakan kepada pemerintah Indonesia Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo Menkopolhukam Mahfud Md segera selesaikan tragedy paniai berdarah karena ini murni pelanggaran HAM berat. jelas  Yakobin Pigome saat menghubungi melalui via watsab.  

 

Untuk itu lanjut Pigome, memperingati tragedy paniai berdarah kami mahasiswa paniai Yogyakarta Solo telah memasang seribuh lilin. Seribu lilin ini sebagai bentuk kesedihan dan perlawanan kami melawan lupa tragadi Paniai berdarah.

 

Maka kami Pelajar dan Mahasiswa Paniai Yogyakarta Solo menyatakan sikap:

 

Pertama, Tuntaskan pelanggran berat HAM yang di tembak oleh TNI POLRI terhadap 4 pelajar, Alpius Youw (17) Alpius Gobai (16) Simon Degei (17)  Yulianus Yeimo (17) serta korbang kritis 6 orang warga dan 12 orang luka-luka.

 

Kedua, Segera adili pelaku penembak 4 pelajar di Paniai sesuai hukum berlaku.

 

Ketiga, kami meminta segera tarik TNI POLRI dari tanah papua.

 

Keempat, Jika pemerintah Indonesia tidak mampu menyelesaikan pelanggaran HAM di papua solusi terbaik segera lepaskan Papua dari Indonesia.

 

Pernyatana sikap mahasiswa Paniai Yogyakarta Solo di bacakan Andres Bunai dan dilalui diskusi dan doa hening memasang 1000 lilin di Asrama Paniai Yogyakarta.

 

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait