Mahasiswa Papua Bali Diteror, Mahasiswa temukan Karung Limbah Medis

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

6 Bulan yang lalu
NASIONAL

Tentang Penulis
penghuni asrama mahasiswa Papua  mendapat kiriman satu kantung plastik hitam yang isinya Limbah Medis (Bekas Alat suntik dan Bekas obat-obat)  yang telah digunakan oleh Pasien di depan teras asrama Papua Bali. Buangan satu karung limbah Medis  terjadi  ditengah wabah covid-19.

 

BALI, KABARMAPEGAA.com--Polemik Asrama Mahasiswa Papua Denpasar Bali masih berlanjut di tengah gejolaknya penyebaran pendemi Covid-19. Teror kembali  diterima oleh para mahasiswa Papua di luar Papua, salah satunya dialami oleh mahasiswa Papua di Bali,  Kamis (15/04/2020) pukul 03.15 Waktu di Bali.

 

Kali ini penghuni asrama mahasiswa Papua  mendapat kiriman satu kantung plastik hitam yang isinya Limbah Medis (Bekas Alat suntik dan Bekas obat-obat)  yang telah digunakan oleh Pasien di depan teras asrama Papua Bali. Buangan satu karung limbah Medis  terjadi  ditengah wabah covid-19.

 

Kiriman alat limbah medis ini pun dibenarkan oleh salah satu penghuni asrama, Fosa. Ia menyebut temuan barang buangan ini sudah sejak Subuh. "Iya benar (ada kiriman limbah bekas)," ujarnya dalam pernyataan tertulis kepada Kabarmapegaa.com, Kamis (16/04/2020).

 

"Pada pagi subuh pukul 03.15 WIB. Mahasiswa Papua kembali diteror dengan alat bekas medis. Dua motor yang ditumpangi 4 orang, hendak berhenti di depan asrama dan melemparkan satu kantung; mulut karung terbuka berisi alat-alat bekas medis yang digunakan oleh pasien kedalam pekarangan asrama," kata Fosa.

 

 Hal ini membuat mahasiswa Papua di Denpasar dalam ketakutan. Karena Sementara lagi gejolak wabah virus Corona, yang  Mahasiswa takutkan sampah tersebut bisa ‘diduga’ memungkinkan bekas dari pasien yang sudah terinfeksi virus Corona.

 

"Alat rumah sakit ini, yang lebih parah lagi karena sekarang kami lagi ketakutan Covid 19, mereka buang di sini, takutnya kami kena penyakit karena barang tersebut sudah terpakai.”

 

Adanya kiriman alat bekas kesehatan ini membuat para penghuni asrama sempat ketakutan. Mereka bergegas bangun dan keluar dari kamar. Setelah keempat orang yang diduga pengirim satu karung bekas medis melarikan diri menggunakan motor, penghuni melihat tidak jauh dari asrama sekitar 20 meter ada sekelompok orang.

 

"Kami duga Intel memantau kami dengan teropong, melihat itu kami menghampiri mereka dan mereka berlarian, terkocar-kacir. Di tempat itu kami temukan sebuah teropong merek Nikon," kata Fosa

 

 Pelemparan Kantungan Darah

Dugaan teror ini disebut oleh Fosa bukan hal baru. Berisih darah-sampah medis berupa tabung darah, yang masih berisi darah, dan jarum suntik bekas ditemukan di asrama Papua Bali Rabu (23/1/2019) lalu

 

 Temuan kantong darah dilempar ke dalam asrama Papua yang diisi di dalam plastik besar. "Sekitar subuh jam 04.02 WIB, dua orang menggunakan motor berhenti didepan asrama persis didepan pintu Masuk "Kantung darah" dibuang kedalam halaman Asrama Papua," jelas Fosa

 

"Orang tersebut setelah melemparkan kantungan darah, langsung naik dimotor, melarikan diri. Pada pagi hari itu," kata Fosa menambahkan.

 

Asrama Mahasiswa Masih Tertutup

Sementara itu, berdasarkan pantuan kabarmapegaaa.com di lokasi, kondisi asrama mahasiswa Papua terlihat tertutup. Penghuni asrama Papua juga merasa tidak aman dan takut karena limbah rumah sakit tersebut di buang di asrama Papua di tenggah gejolaknya Covid-19 ini.

 

 Usai kejadian ini, lanjut Fosa, para penghuni kembali mengecek sampai detik ini belum ada yang buang. semoga tidak ada korban akibat penularan wabah covid-19 itu di kemudian hari," harapnya.

 

Hingga berita ini tayang, Kapolresta Denpasar, Anak Agung Made Sudana. S.H.,S.Ik, Kamis (16/4/2020) belum membalas pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp pribadinya. Pada saat ditelepon, sambungan dialihkan.

 

Pewarta: 09/PO/KM

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait