Mahasiswa Papua Demo Tolak Otsus Jilid II

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

7 Hari yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Mahasiswa Papua Demo Tolak Otsus Jilid II. Foto: Hendrik/doc.KM.Ist

 

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Pimpinan BEM, Majelis perwakilan mahasiswa (MPM), Dewan perwakilan mahasiswa Fakultas (DPMF)  9 Fakultas  memimpin mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura melakukan  aksi  penolakan Otsus Jilid II di Papua.


Aksi tersebut berlangsung di lingkungan halaman Auditorium Uncen. Selasa, (12/1/2020).


Dalam aksi itu, mereka  (Mahasiswa/red) mendukung petisi  rakyat Papua tolak perpanjangan otsus jilid II dan meminta  referendum bagi West Papua.


"Kami dengan tegas  penolakan otsus.  Otsus bukan solusi bagi rakyat Papua melainkan otsus adalah pemusnahan etnis malanesia Papua,  bebernya salah satu mahasiswa, Gerson Pigai dalam orasinya. 


Secara keseluruhan,  mahasiswa yang mengatasnamakan solidaritas mahasiswa Papua  dalam orasi-orasi mereka dengan lantang mengatakan bahwa  pihaknya bukan minta otsus diperpanjang  melainkan  mereka menuntut agar memberikan hak untuk  menentukan nasib sendiri bagi orang asli Papua. 


Sebab, menurut mereka  Otsus menyebabkan penyakit pemusnahan manusia dan tanah Papua.

   

Selanjutnya, Pimpinan Mahasiswa Universitas Cenderawasih serta pimpinan 9 Fakultas BEM dan DPMF, menyatakan sikap.


Pihak BEM  dangan  tegas menolak Otsus di Papua yang sedang di bahas  jakarta.


"Jika  Ir. jokowi serta jajarannya dan DPR RI  tidak mendengarkan suara mahasiswa yang adalah hati nurani rakyat,  maka pimpinan mahasiswa  se-Tanah Papua tetap akan turung lagi dengan jumlah massa yang lebih besar dengan tujuan menolak otsus dan gelar menentukan hak nasib bagi Orang Papua," papar dalam pernyataan sikap.


 
Selanjutnya, Korlap Umum  Aksi, Apniel Doo, bersama Pimpinan mahasiswa serta massa aksi membacakan pernyataaan sikap.

Berikut adalah pernyataan sikap dari solidaritas  mahasiswa Papua:


Kami melihat dengan ekstensi kebijakan UU Otonomi khusus 2001 adalah sebagai bentuk genosida struktural yang sedang berjalang terhadap hidup bermasyarakat  di papua  dan keberadaan UU otsus dari sudut pandang masyarakat Papua, seharusnya menjamin produktifitas kemandirian dalam aspek sosial, ekonomi, Penddidikan, Kesehatan budaya dan politik. Tetapi, ternyata Otsus membawa malapetaka dan genosida secara terstruktur.


Segala bentuk kebijakan yang di lakukan oleh Jakarta yang katanya membagun masyarakat Papua, apakah ada peluang yang diberikan oleh Jakarta terhadap masyarakat adat Papua, jawabannya tidak. Justru menguntungkan investasi di sertai dimana - mana membuka lahan atas nama negara.


Oleh sebab itu,  situasi hari ini di seluruh Papua dengan keberadaan otonomi khusus selama 20 tahun tidak menjamin hak kehidupan masyarakat Papua,  padahal di undang undang otonomi khusus sendiri sudah mengatur 4 komponen yang menjadi kewajiban negara.  Justru  negara membentuk kelompok kelompok berkepentingan bagi elit-elit politik, memang sangat memprotes.


Sehingga  solidaritas mahasiswa Papua dengan tegas menyatakan sikap, yakni:

Pertama,  kami solidaritas mahasiswa Papua, dengan tegas menolak Otonomi Khusus  jilid II  dan kembalikan kepada rakyat papua sesuai uu No. 77 tentang peraturan daerah.


Kedua, kami  solidaritas mahasiswa Papua dengan tegas menolak kebijakan Jakarta kepada elite Papua yang memperoleh legitimasi untuk membahas perpanjangan otonomi khusus di Jakarta.

 
Ketiga, Kami solidaritas mahasiswa Papua dengan tegas membatasi segala rekayasa sepihak pemerintah Indonesia bersama berbagai kelompok dan tim bentukan berupaya mereduksi persoalan rakyat Papua kedalam pembahasan otonomi khusus.


Keempat,  menghentikan keberlansungan politik kolonialisme, kapitalisme, dan militerisme indonesia yang di topeng dan akan di lanjutkan dengan paket kebijakan otsus jilid II di seluruh tanah air Papua.


Kelima, kembalikan tanah air kepada tuan di negeri sendiri.


Pewarta:  Hendrikus Gobai
Editor    : Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait