Mahasiswa Papua Dibilang Monyet, IPMA Papua Se-Jawa Bali  Nyatakan Sikap

Cinque Terre
Manfred Kudiai

2 Tahun yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Suasana saat Aparat Grebek Asrama Papua Surabaya. (Doc. AMP)

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.coM-- Mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang dibilang “Monyet” oleh aparat dan ormas reaksioner. Menanggapi kata rasial tersebut, Solidaritas Ikatan Mahasiswa Papua se- Jawa dan Bali  nyatakan sikap.

 

Dalam pernyataan Sikap yang diterima media kabarmapegaa.com, (18/8),  Solidaritas Ikatan Mahasiswa Papua se- Jawa dan Bali  ini terdiri dari IPMAPA Malang, IPMAPA Bali, IPMAPA Jogja, IPMAPA Semarang, IPMAPA Bandung, IPMAPA Bogor, IPMAPA Surabaya  dengan tegas mengancam tindakan diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua di Malang, penangkapan paksa terhadap mahasiswa Papua di  kota Surabaya.

 

“Persoalan diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua di kota Malang dan Surabaya  berupa Sikap represif yang dilakukan instasi Aparat TNI/POLRI & ORMAS  REAKSIONER terhadap Aliansi mahasiswa papua (AMP)  dalam aksi demostrasi damai di depan  BANK BCA, Jln Bbasuki Racham Kamis,15/08/2019) kota   dan penggepungan   asrama mahaiswa Papua Surabaya   pada tanggal 16 agustus 2019 hingga 17 agustus 2019  selama kuarang lebih 24  jam  dengan adanya perestiwa di atas mahasiswa Papua di Malang yang tergabung dalam masa aksi demostrasi damai  mengalami korban luka   berat sebanyak  19  orang  &  4 orang  luka ringgan hingga harus  dirawat dirumah sakit sementara asrama mahasiswa Papua di Surabaya.”

 

Sementara itu,  wali kota Malang angkat suara   menggeluarkan wacana  untuk pemulangan mahasiswa Papua di Malang khusus untuk tergabung dalam aksi demostrasi damai sesuai yang lansir oleh media lokal malang  times.  Jumat,16  Agustus  2019,  15.30  Sore,  Ormas  reaksioner,  TNI, Polisi  dan  Pol  PP mengepung  Asrama Mahasiswa Papua di  Surabaya  yang  berujung  pada  penangkapan  42 Mahasiswa Papua  secara  brutal oleh aparat gabungan dan Ormas reasioner, sabtu (17/08/19). Akibatnya 4 orang luka-luka dan ditahan di mapolresta Surbaya.

 

 

Dengan  melihat  realitas  penindasan,  diskriminasi  rasialis dan  pembungkaman ruang  demokrasi  terhadap mahasiswa Papua, Solidaritas Ikatan Mahasiswa Papua Sejawa dan Bali mengecam dan menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Mengecam keras tindakkan represif yang dilakukan pihak kepolisian terhadap domostran.
  2.  Menggangap kepolisian malang dan Surabaya  gagal dalam melakasanakan aturan yang telah ditetapkan, yakni peraturan kapolri No.16 tahun 2006.
  3. Menuntut  kepolisian  daerah   malang  dan   Surabaya   betanggung  jawab   penuh  atas  keamanan   dan kenyamanan kondisi pisikis para korban.
  4.  Menuntut  kapolda  jawa  timur  untuk  meminta  maaf  kepada  mahasiswa  papua  yang  telah  mengalami korban luka berat.
  5. Wali kota malang segera cabut & meminta maaf atas pernyataan sikap berupa wacana untuk pemulanggan mahasiswa papua  kota study malang.
  6. Bebaskan 42  Mahasiswa Papua di Polrestabes Surabaya.
  7. Mengutuk pelaku pengepungan asrama  Papua Surabaya.
  8. Tangkap dan Adili pelaku pengepungan asrama  Papua Surabaya.
  9. POLRI Surabaya  dan Pemerintah Daerah Surabaya  bertanggungjawab atas Pembiaraan terhadap kelompok reaksioner (TNI, Pol PP dan Ormas) yang dengan sewenang-wenang mengepung Asrama  Papua.
  10. 10.  Hentikan rasisme, manusia Papua bukan Monyet.
  11. Tangkap  dan  Adili  pelaku  pembrangusan  ruang  demokrasi  di  Surabaya, yang mengakibatkan  5  orang terluka berat dan belasan lainnya luka-luka ringan.
  12.  Usir Mahasiswa Papua dari Luar Papua, sama halnya Usir Indonesia dari Papua
  13. Mahasiswa Papua akan pulang dari Tanah kolonial jika, dan hanya jika, Papua diberikan Hak Penentuan Nasib Sendiri
  14.  Untuk mengakiri Rasisme, yang adalah anak  kandung dari imperialisme yang mengkoloni West Papua, segerah lakukan referendum di tanah West Papua untuk menentukan nasibnya sendiri oleh Rakyat Papua.

Demikian pernyataan sikap ini bua,  atas perhatian dan dukungan seluruh pihak yang peduli terhadap HAM dan Demokrasi bagi mahasiswa Papua, kami ucapkan terima kasih.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait