Mahasiswa Papua Se-Malang Raya Klarifikasi Pernyataan Kapolda Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
NASIONAL

Tentang Penulis
Suasan diskusi klarifikasi pernyataan Pak. Kapolda Papua dan pembacaan situasi di kota study Malang. (Doc.Prib/ist)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Belum lama ini, tepatnya pada  hari Senin, tanggal 15 Juni 2020 Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw kepada awak media koreri.com mengatakan sebagian besar anggota KNPB adalah mahasiswa abadi yang selama ini aktif melakukan aksi melawan negara.

 

Hal tersebut dinyatakan Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw dalam Forum Thematic Discussion oleh Gruop The Spirit of Papua saat membahas berbagai persoalan Papua di hotel Aston.

 

Menanggapi pernyataan tersebut,  Mahasiswa Papua se- Malang Raya kembali  nyatakan sikap; klarifikasi  dan membanta  tuduhan tersebut.

 

“Tuduhan Pak Irjen. Pol. Paulus Waterpau  baru baru ini pada salah satu media lokal yang mengatakan bahwa KNPB terlibat pada aksi-aksi mahasiswa Papua di malang. Kenyataannya, tidak ada  KNPB sektor Malang atau sektor Jawa Timur tidak ada,” terang Ketua Umum Mahasiswa Papua se-Malang Raya Imma Pelle.

 

Kata Imma, di Malang, hanya ada dua organisasi: Organisasi mahasiswi Papua yaitu adalah IPMAPA dan AMP.

 

“Semua mahasiswa Papua terorganisir dalam kedua organisasi tersebut. Oleh sebab itu, pernyataan Waterpauw sangar tidak mendasar,”  jelas Ima Pelle kepada Kabar Mapegaa ketika dikonfrimasi via  Whatsahp, Senin (22/6).

 

Menurutnya  pernyataan Kapolda Papua adalah  keliru dan salah satu upaya kriminalisasi terhadap mahasiswa Papua di kota study Malang.

 

“Isu yang sengaja di bangun oleh Waterpauw untuk membenarkan  tindakan kriminalisasi  yang akan dilakukan berikutnya setelah memainkan isu miring tersebut maka kami menolak pernyataan beliau,” katanya.

 

Kami perwakilan senioritas, lanjut Imma,  mengutuk keras atas tindakan pernyataan berita hoax yang di sampaikan oleh Kapolda Papua.

 

“Kami tidak   ada mahasiswa abadi dan kegiatan kami selalu mengabdi pada organisasi IPMAPA dan AMP sebagai representasi kami di kota studi kami masing-masing di se- Jawa Bali,” tegasnya.

 

Kemudian dalam pernyataan sikap Mahasiswa Papua se-Malang Raya dengan tegas menyatakan bahwa pernyataan Kapolda Papua, Irjen Paulus Weterpapua  telah mengklaim dan menyebarkan berita hoax  dan kebohongan terhadap publik sebagaimana yang diberitakan oleh salah satu  media lokal Papua.

 

Seperti yang diwartakan media Koreri, Edisi (15/6)  Kapolda Papua mengatakan  aksi rasisme tahun 2019 di kota study Malang  Jawa Timur, ada keterlibatan anggota KNPB  dan juga mengklaim di kontrakan-kontrakan atau asrama mahasiswa Papua dikuasai  oleh Anggota KNPB yang status kemahasiswaannya Abadi atau tidak lulus-lulus kuliahnya.

 

 “Anggota KNPB tidak kemana-mana tapi ada di mana-mana,” terang Kapolda Papua seperti yang dilansir Koreri.

 

Dengan melihat pernyataan Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpau diatas maka mahasiswa Papua di Kota Study se-Malang Raya dan umumnya se-Jawa Timur menegaskan dan melakukan Klarifikasi.

 

Dalam pernyataan sikap yang diterima Media Ini, Mahasiswa Papua se-Malang Raya dengan tegas menolak  dan  menuntut  Kapolda Papua selaku Pimpinan Papua dan sebagai orang Putra Daerah Papua, pihaknya meminta agar tidak menyebarkan berita hoaxs dan pembohongan terhadap rakyat Papua dan publik.

 

“Kami mahasiswa Papua di kota study Malang  tegaskan tidak Anggota KNPB maupun Basis KNPB di Kota study Malang maupun di Pulau jawa pada umumnya,” papar dalam pernyataan sikap.

 

Lebih lanjut, pihak mahasiswa juga menuntut Kapolda Papua agar segera mencabut kembali atas pernyataan tersebut, karena pihaknya menilai telah mencemarkan nama baik mahasiswa Papua di kota study Malang.

 

“Kami mahasiswa Papua se-Malang Raya tegaskan tidak ada anggota KNPB maupun Basis Organisasi KNPB di kota study malang selain IPMAPA dan AMP,” paparnya.

 

Untuk itu, mahasiswa Papua se-Malang Raya juga meminta agar segera hentikan penyebarkan berita hoaks dan jangan membangun opini untuk mengkriminalisasi mahasiswa Papua di kota study Malang khususnya dan mahasiswa se-Jawa Bali pada umumnya.

 

Pihak mahasiswa Papua juga minta kepada media lokal (Papua) maupun media nasional dalam peliputan selalu mengutamakan kebenaran dan mesti melibatkan pihak yang dikorbankan.  

 

"Kami mahasiswa  Papua di Malang juga meminta kepada media  untuk selalu memperahatikan  kode etik jurnalisme sesuai dengan Undang-undang Pers No.40 Tahun 1999."

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

#Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

Baca Juga, Artikel Terkait