Mahasiswa: Pemda dan Pemprov Papua perhatikan kami yang di luar Papua

Cinque Terre
Manfred Kudiai

6 Bulan yang lalu
NASIONAL

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Renold Isak Dapla, mahasiswa Papua asal Yahukimo. (Foto: Doc. Prib)

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Virus Corona atau Covid-19 adalah pandemi yang sangat mematikan secara visibelnya, sehingga Internasional mengetahui akan hal ini, maka kami mahasiswa Papua yang berada di luar Papua lebih khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sangat kahwatir dan takut akan  kelaparan yang akan menipah kami.

 

Hal tersebut dikatakan oleh  Renold Isak Dapla, mahasiswa Papua asal Yahukimo yang juga menjabat sebagai Badan Pengurus (BP) di Ikatan Pelajar  dan Mahasiswa Yahukimo (IPMY) Daerah Istimewa Yogyakarta saat dihubungi kabarmapegaa.com, Sabtu, (04/04).

 

“Situasi dan kondisi saat ini kami susah untuk beraktivitas, kuliah pun online, dan kami hanya terisolasi di asrama, kontrakan dan kos-kosan masing-masing tanpa makan jadi kami sangat mohon perhatikan dari pihak pemerintah provinsi dan daerah agar supaya nasib kami saat ini bisa diperhatikan,” katanya.

 

Isak menjelaskan,  data yang telah rilis di kota yogyakarta ada 4 kasus, di mana 2 pasien berhasil sembuh dan 2 masih dirawat. Sedangkan untuk kabupaten kulon progo dan gunungkidul masing-masing masih terdapat 1 pasien positif covid-19 yang dirawat.



“Dan juga, untuk kabupaten bantul sendiri terdapat 6 pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Selain itu, terdapat pula seorang pasien positif covid-19 beralamatkan luar diy yang masih dirawat di DIY,”  jelasnya.

 

Menurutnya, dari beberapa kabupaten kota diatas adalah tempat yang sama derajat di Jawa tengah walaupun kabupatenya perbeda satu sama lain. "Jadi sangat mudah untuk tertular wabah tersebut, sehingga kami hanya menetap di rumah tanpa keluar seperti habit kami yang lakukan selalu."

 

Baca juga: Pandemi Corona, Mahasiswa di Luar Papua Butuh Bantuan

 

“Kami memutuskan dan memilih untuk lock down asrama, kos-kosan dan kontrakan kami untuk tidak  menerima kunjungan dari siapapun, sehingga kami kehilangan kebersamaan padahal kami orang papua adalah satu rumah,” ujarnya.

 

Melihat kondisi tersebut, lanjut Isak, saya mewakili seluruh pelajar dan mahasiswa Papua memohon kepada kedua gubernur Papua dan Papua Barat  ataupun pemerintah daerah membantu kami makan, minum dan sembako.

 

“Saat ini kami membutuhkan bantuan doa daya dan material dari keluarga dan pada umumnya pemerintah setempat sehingga kami bisa dapat makan ataupun minum, ketika kami mengisolasi di dalam asrama atau kontrakan kami bisa mendapatkan sakit dan juga jika kami keluar tentunya kemungkinan akan terinfeksi dengan virus corona, jika kami kontak dengan orang yang positif” jelasnya.

 

Untuk itu, Kata Isak, kami sampaikan dengan terus terang agar boleh membantu kami guna membeli makanan serta kebutuhan primer.

 

“Itu yang saya bisa dapat sampaikan kepada orang tua dalam hal ini kepada Pemerintah  Provinsi, dan Pemerintah derah setempat mewakili teman-teman pelajar dan mahasiswa yang ada di luar Papua,” pintanya mahasiswa  Papua asal Yahukimo  yang lagi menempuh  pendidikan  di Yogyakarta. (*)

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait