Mahasiswa Puncak  Se-Jawa Bali  Nyatakan SAPBKPP Bikinan Pemda Keliru, Segera Sosialisasi

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

7 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Puncak (IPMAP) se-Jawa dan Bali seusai nyatakan sikap,  Sabtu, (20/11).

 

PANIAI, KABARMAPEGAA.com--Penyaluran beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Puncak, Provinsi Papua  dialihkan melalui program aplikasi data,  Sistem Aplikasi Penyaluran Beasiswa Kabupaten Puncak Papua (SAPBKPP).

 

Melihat kebijakan yang diambil Pemda Puncak, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Puncak (IPMAP) se-Jawa dan Bali nyatakan sikap,  Sabtu, (20/11).

 

IPMAP se-Jawa Bali menilai kebijakan tersebut keliru lantaran belum terlaksana  sosialiasi bersama mahasiswa Puncak Papua.

 

Sementara itu, SAPBKPP merupakan salah satu kebijakan yang diambil oleh  Pemda Puncak dengan tujuan pendataan setiap mahasiswa asal Kabupaten Puncak di seluruh Indonesia.

 

Kebijakan tersebut, oleh mahasiswa asal Pucak Papua menilai  akan berdampak buruk bagi mahasiswa Puncak yang belum memiliki syarat-syarat yang diminta Pemda Puncak.

 

Ada pun syarat-syarat yang diminta Pemda Puncak diantaranya: Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga  (KK), Akta Kelahiran.

 

Menanggapi hal tersebut, seluruh mahasiswa  Puncak Papua  yang dimotori oleh IPMAP se-Jawa dan Bali dikabarkan telah melangsungkan rapat secara daring.

 

Dalam rapat tersebut, terdapat 9 Koordinator Wilayah (Korwil) ikut serta, diantaranya: Korwil Bali, Korwil Malang, Korwil Surabaya, Korwil Semarang, Korwil Salatiga, Korwil Yogjakarta, Korwil Jakarta, Korwil Bogor dan Korwil Bandung.

 

“Di tingkat Badan Pengurus Pusat dan koordinator wilayah terkait kebijakan Pemda Puncak dan  kami menilai akan berdampak besar dan akan merugikan mahasiswa asal Kabupaten Puncak seluruh Indonesia,” terang dalam pernyataan sikap IPMAP se-Jawa dan Bali.

 

Dengan  demikian IPMAP se-Jawa dan Bali menyatakan sikap dan meminta kepada Pemda Puncak dalam hal ini kepada Bupati  Willem Wandik S.E; Msi dan dinas terkait  segera bertemu  mahasiswa saat natal IPMAP se-Jawa dan Bali di  Surabaya guna  untuk memberikan penjelasan lebih detail terkait aplikasi data.

 

“Jika Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak abaikan dan sistem aplikasi penyaluran beasiswa maka kami bertindak tegas menolak SAPBKPP di SE- Jawa dan Bali,” tegas mahasiswa asal Puncak.

 

Lebih lanjut, Mahasiswa Puncak se-Jawa dan Bali terdiri dari (9 BPKW IPMAP), juga menilai SDM Kabupaten Puncak yang masih sangat ketinggalan dalam segi pendidikan sehingga diminta Pemerintah Kabupaten Puncak menyikapi  aspirasi ini demi pembangunan SDM  yang lebih berkualitas.

 

“Mahasiswa Puncak menekankan lagi, untuk Pemerintah Puncak langsung turun melakukan sosialisasi soal ini ke setiap kota studi yang ada di seluruh Indonesia,” papar dalam penyataan sikap.

 

Mahasiswa Puncak Papua menegaskan pihaknya akan bertindak tegas melakukan aksi pemalangan di  beberapa tempat, seperti:  di   Kantor Gugus Tugas Papua (GTP) dan Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fisifol  Universitas Gadjah Mada (UGM).

 

(MK)

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait