Mahasiswa Raja Ampat di Yogyakarta Minta Perhatian Pemda

Cinque Terre
Aprila Wayar

5 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Freelance Journalist
Mahasiswa Raja Ampat di Yogyakarta. (Dok. IPMARAM Yogyakarta)

 

Yogyakarta, KABARMAPEGAA.com - Kosam Giovani Krey, Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Raja Ampat (IPMARAM) Se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meminta perhatian Pemda Kabupaten Raja Ampat terkait kondisi mahasiswa asal kabupaten tersebut dalam menghadapi wabah Cavid-19.

“Kondisi terakhir, secara umum kami baik. Upaya pencegahan penularan wabah Covid-19 secara mandiri tetap kami lakukan. Komunikasi antar pengurus dan anggota juga berjalan dengan baik,” ujar Krey melalui sambungan pribadi ke KABARMAPEGAA.com, Jumat (10/04/2020).

Meski demikian, pihaknya berharap Pemda Raja Ampat lebih peka melihat kondisi mahasiswanya di luar Raja Ampat, lebih khusus di Yogyakarta dan Jawa pada umumnya pada masa karantina mandiri akibat Covid-19 yang sedang mewabah. Wabah yang telah menelan ratusan ribu nyawa di dunia, termasuk Indonesia ini membuat pihaknya semakin kesulitan mendapat akses, termasuk bahan makanan.

“Tempat kami tinggal sementara ini sangat steril. Gang-gang antar dusun atau rt atau rw pun ditutup sehingga dalam memenuhi kebutuhan bahan makanan kami agak kesulitan,” lanjut Krey, mahasiswa STPMD “APMD” Yogyakarta ini lagi.

Pihaknya menginginkan komunikasi strategis antara mahasiswa dan Pemda Raja Ampat dalam upaya membantu mahasiswa dalam menghadapi wabah ini. Hal ini dikatakan Krey mengingat bahwa mahasiswa Raja Ampat yang berada di luar daerah adalah aset yang harus diperhatikan.

Sementara itu, Halija Iskandar, mahasiswa asal Raja Ampat lain berharap  PemProv Papua Barat  lebih memperhatikan kemajuan studi mahasiswanya terlebih di tengah pandemik mematikan ini.

“Kondisi kami saat ini sangat berbeda dari sebelumnya. Sekarang kondisi keuangan memasuki masa krisis, baik untuk melanjutkan kuliah maupun dalam hal ketersediaan bahan makanan,” ujar mahasiswa Fakultas Interdisiplin, Jurusan Destinasi Pariwisata, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga ke KABARMAPEGAA.com melalui jaringan pribadi, Jumat (10/04/2020).

Lanjutnya, keadaan orang tua yang usaha dan pekerjaannya terhenti akibat Covid-19 membuat uang kuliah terhenti. Pihaknya memohon uluran tangan pemerintah daerah maupun provinsi dalam hal ini beasiswa pada mahasiswa Raja Ampat yang sedang menempuh pendidikan tinggi di luar Papua. (*)

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait