Mahasiswa Tuntut Berikan Pendidikan Gratis serta Dilarang Militer Masuk Kampus

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Massa aksi didepan Kampus Unipa sebelum menuju ke Kantor DPR PB. (Fhoto : Eman Ukago/KM)

 

Manokwari, KABARMAPEGAA.COM - Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Forum Independen Mahasiswa (FIM) West Papua di Manokwari, kembali berunjuk rasa dihalaman Kantor DPR Papua Barat pada Jumat (07/11/2018) sejak siang.

Puluhan Mahasiswa itu menuntut agar berikan Pendidikan gratis bagi Papua dan dilarang militer masuk diareal Kampus.

Aksi kali ini dimulai melalui dua titik kumpul yakni, titik star pertama, didepan Kampus Universitas Papua (Unipa), Amban. Sedangkan titik kumpul kedua, di Lampuh Merah Wosi. 

Ketua FIM West Papua di Manokwari, Yalli Halitopo menilai sudah cukup lama tidak berikan pendidikan gratis bagi Papua. Pasalnya kata Yalii Negara melalui forum presentasinya di PBB sering mengatakan Papua akan mendapat Pendidikan gratis, Kesehatan gratis tapi rakyat Papua masih Miskin,katanya.

"kami tuntut unutuk pendidikan gratis ditanah Papua.karena sudah sekian lama ini, aturan-aturan Pemerintah dan Negara buntut. Negara presentasi di PBB Pendidikan gratis, kesehatan tapi sampe saat ini rakyat Papua masih miskin. Sesuai itu kami minta Pendidikan gratis tanah Papua."

Tuntutan Pendidikan gratis ini , kata dia berlaku untuk semua tingkat pendidikan. Mulai dari Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) hingga perguruan Tinggi (PT) bagi orang asli papua.

Karena Yalli melihat selama ini militer sering masuk Kampus, untuk itu, pihaknya menegaskan otonomi Kampus masih berlaku. Sehingga diminta militer dilarang masuk Kampus, pintahnya dengan tegas.

"Selama ini kan militer menguasai Kampus, sedangkan otonomi Kampus sudah ada. Jadi militer dilarang masuk Kampus".

Kemudian, mewakili Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Marthen Goo mengatakan UU No. 20 tahun 2001 tentang Otonomi khusus bagi Papua, pada Bab XIV pasl 56 ayat 1- 6 tertulis jelas bahwa mendapat pendidikan gratis. Namus, Marthen merasa kecewa pada Pemerintah. Dikarekan Pendidikan orang Papua masih belum terjamin.

"Untuk pandangan saya, pendidikan di Papua sangat minim sekali. Pada hal, kita melihat UU Otsus pada BAB 14 pasal 56 nomor 1 sampai 6 menjelaskan berhak mendapatkan pendidikan gratis".

Untuk itu, Goo meminta pihak DPR Papua Barat segera meneruskan aspirasi Mahasiswa Papua agar pendidikan gratis bagi orang Papua dirasakan.

"Berdasarkan hal itu, kami Mahasiswa Papua datang untuk meminta Bapak-bapak DPR untuk meneruskan aspirasi kami untuk harus dapat pendidikan gratis di Papua".

Terkait militer masuk Kampus, dikatakan Marthen beberapa waktu silam Mahasiswa telah mengajukan UU NO. 12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi kedatangan DPR PB. Karena Kata dia, UU ini lahir untuk membatasi gerakan militer diareal Kampus.

Jadi, dirinya berharp para DPR PB sebagai wakil rakyat mohon ditindak lanjuti.

Terlihat tuntutan Mahasiswa langsung diterima oleh ketua DPR PB dihalaman Gedung rakyat itu.

Pewarta : Petrus Yatipai

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait