Mahasiswa UNCEN Aksi Tolak Keterlibatan Pihak Lembaga UNCEN Dalam Kajian UU OTSUS Jilid II

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

3 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Saat mahasiswa UNCEN Tolak Keterlibatan Pihak Lembaga UNCEN Dalam Kajian UU OTSUS Jilid II.

 

 

TIMIKA,KABARMAPEGAA.COM--Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Cenderawasih (UNCEN) menanggapi dan menolak tegas keterlibatan pihak lembaga UNCEN melakukan kajian Undang- Undang Otonomi Khusus (OTSUS) jilid II. Hal itu dinilai tidak tepat karena selama OTSUS Jilid I (satu) berjalan masyarakat Papua tidak mengalami suatu perubahan yang baik dalam kebabasan hidupnya.Jayapura, selasa (4/08/2020).

 

Aksi ratusan mahasiswa dan mahasiswi UNCEN dilakukan dengan alasan menolak atas keterlibatan pihak kampusnya dalam kajian Undang-Undang Otsus Jilid II, pada waktu yang sama aksi dilakukan di dua titik yaitu Korlap atas UNCEN, tepatnya didepan Lapura atau Jalan masuk Area UNCEN atas, dan Korlap bawah UNCEN.

 

Simak baik-baik berdasarkan UU otonomi khusus No 21 tahun 2001 dan relevankan pada realitas hidup orang asli Papua selama 19 setengah tahun ini bahwa orang asli Papua tidak sejaterah dalam beberapa sektor kehidupan" kata Lambertus Gobai Ketika dikonfirmasi  media, Kabarmapegaa.

 

Lanjut, salah satu Mahasiswa UNCEN yang telah terlibat dalam aksi menolak Keterlibatan Gobai mengatakan, pihak kampusnya dalam Kajian OTSUS Jilid II ini, Perkonomian, kesehatan, pendidikan bahkan bidang lainnya kami tak pernah mengalami perubahan sepenuhnya, maka salah satu hal yang kita harus lihat terhadap Orang Papua adalah Kebebasan hidup "Ujarnya.

 

Kalau OTSUS berhasil kenapa mama-mama Papua mereka jual sayur-sayuran dipinggir jalan sedangkan pendatang mereka jual di para-para yang suda difasilitasi oleh pemerinta, benar OTSUS Gagal " tegasnya .

 

Lanjut, Dua Opsi kami telah berikan kepada pihak terkait; pertama adalah pemerinta pusat harus menggelar referendum bagi bangsa Papua barat, agar hidup selanjutnya bagi orang asli Papua aman dan bahagia dalam segala bidang bahkan pula tidak terjadi diskriminasi diatas tanah-nya sendiri terhadap ras kulit hitam rambut keriting itu .

 

Kedua adalah ditentukan untuk lanjut otonomi khusus jilid kedua dan tidak harus kebalikan kepada rakyat jelata bangsa Papua barat " katanya tegas.

 

Sementara itu, Pantauan Media Kabarmapegaa.com, Mahasiswa Mahasiswi aksi  UNCEN telah menyikapi terkait penolakan OTSUS Jilid II ditanah Papua dan Menolak Pemekeran daerah baru.

 

Lanjut, kami tolak keterlibatan lembaga UNCEN dalam kajian OTSUS Jilid II dan juga tolak pemekaran daerah Baru " katanya dalam cuitan Video.

 

Sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melibatkan Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura  untuk mengkaji tiga (3) agenda prioritas.

 

Ketiga agenda prioritas, masing-masing menyangkut rencana pemekaran Provinsi di Tanah Papua menjadi 7 Provinsi, sesuai 7 wilayah adat, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) serta revisi Undang-Undang Otsus.

 

Pewarta : Emanuel Muyapa/KM

Editor: Anselmus Gobai

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait