Mahasiswa Unipa, Erik Aliknoe ditangkap Polisi

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Erik Aliknoe saat jumpah pers dengan seorang wartawan didepan Kampus Unipa Manokwari, 3 September 2019

 

MANOKWARI, KABARMAPEGAA. com – Mahasiswa Papua yang aktif di Univversitas Papua yng jug sebagai salah satu diantara orator dalam rangkaian aksi demo mahasiswa di Manokwari, Erik Aliknoe, dikabarkan telah ditangkap oleh aparat Kepolisian pada Kamis sore sekira pukul 17.30 WP, di sekitar Jalan Gunung Salju Amban, Distrik Manokwari Barat.

 

Penangkapam Erik diduga kuat berkaitan dengan rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa di wilayah Amban pada tanggal 3, 6 dan 11 September 2019.

 

Sebelumnya, Erik Aliknoe  setelah menghadiri Surat pemanggilan dari Pihak Kepolisian Resor Manokwari sejak 16 September 2019 lalu Erik kembali ditangkap oleh aparat menggunakan Mobil Avanza hitam pada  Kamis,  (19/09/2019) pukul 17:30, di Tugu Amban,  Manokwari, Papua Barat.

 

Erik Aliknoe Mahasiswa aktif di Universitas Papua, Fakultas Teknik tahun angkatan 2015 itu Pada 16 September 2019 lalu Erik dipanggil untuk menghadap AKBP Ronal Nobel  Manalu, S.E, S.I.K,  M.H,  diruang lidik III Polres Manokwari untuk memberikan keterangan terkait aksi rasisme dilaksanakan pada 3 September 2019.

 

Kasus penangkapan tesebut Setelah konfirmasi dibenarkan oleh rekan Mahasiswanya stefen Makar kepada wartawan malam ini Kamis (19/09/2019). Kata Stefen  keberadaan Erik Aliknoe saat ini ada di Mako Brimob, Manokwari.

 

Lagi dikatakan Stefen alasan penangkapan terhadap Erik Aliknoe itu tidak mempunyai bukti hukum yang kuat maka pihaknya menilai aparat menyalahi prosedur penangkapan kepada aktivis  secara sewenang-wenangnya.  

 

"Kalo saya pandang,  saya Sudah update di dinding FB saya bahwa penculikan tersebut Tidak melalui proses prosedur yang benar berlaku karena tidak ada data fakta hukum yang membuktikan bahwa dia bersalah.  Ini penangkapan sewenang-wenang dan kriminalisasi terhadap aktivis mungkin. Seperti itu."

 

Selain Stefen,  Salah seorang Mahasiswa Unipa, Peu Yeimo mengatakan juga Erik diculik tanpa alasan. Jadi, sistem culik,katanya.

 

Sedangkan Sejak 16 September lalu Erik dipanggil sebagai saksi atas aksi damai yang digelar sejak 3 september 2019 lalu adalah dinilai pihak kepolisian polres Manokwari sebagai aksi makar, aksi mengasut massa aksi  bahkan diduga massa aksi melukai salah satu aparat polisi saat menjalankan,  demikian ditertulis dalam surat panggilan yang diterima Erik pada 15 September 2019 itu.

 

Pada hal aksi tanggal 3 September 2019 lalu adalah aksi damai soal rasisme yang dilaksanakan tanpa aksi anarkis apalagi yang namanya massa aksi memukul aparat sama sekali tidak ada, kata salah seorang Mahasiswa Unipa  (maaf identitas tak ingin disebut)  kepada media ini.

 

Kronologis singkat saat Erik Aliknoe diculik seperti dikatakan Peu Yeimo  bahwa, "Kawan-kawan Yalimo juga dikasih tahu oleh sepasang suami-istri   yang sempat lihat Erik ditarik paksa naik ke mobil avanza  hitam. Dan suami-istri tersebut  asli manokwari . Begitu melihat itu Suami-Isteri langsung menuju ke asrama  Yalimo untuk membritahukan kejadian penculikan itu. Mungkin seperti itu no tadi anak-anak dong sampaikan diasrama."

 

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Papua Barat, Komisaris Besar Robert Dacosta, membenarkan tentang penangkapan terhadap Erik Aliknoe atas tuduhan melakukan penghasutan dan pemufakatan jahat.

 

“Benar, yang bersangkutan ditangkap terkait kasus penghasutan dan pemufakatan jahat,” ujarnya kepada jubi.co.id

 

Pewarta : Petrus Yatipai

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait