MAI Memaknai Peringatan Hari Air Sedunia

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

7 Hari yang lalu
TULISAN

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Ilustrasi Hari AIr Sedunia.

 

TIMIKA, KABARMAPEGAA.com--
Perayaan Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret.

 

Penetapan Hari Air Sedunia bertujuan agar seluruh penduduk dunia menyadari betapa pentingnya air bersih dalam kehidupan mereka. Inisiasi peringatan tersebut diumumkan pertama kalinya pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brazil. Hasil sidang PBB kemudian menyepakati bahwa Hari Air Sedunia mulai diperingati tahun 1994.

 

Perayaan Hari Air Sedunia Masyarakat Adat Independen (MAI) Kabupaten Mimika kali ini mengangkat tema "Lawan Kapitalisasi Air". Masyarakat Adat Independen (MAI) Mimika mengajak siapapun untuk tidak meninggalkan saudara-saudara yang masih kekurangan air bersih. WHO mengatakan 2 miliar penduduk di seluruh dunia masih mengonsumsi air kontaminasi (Air Gallon, AQUA)

 

Minimnya air bersih menyebabkan para masyarakat Adat Mimika menggantungkan hidupnya pada air tidak layak konsumsi. Ratusan ribu orang meregang nyawa akibat penggunaan air yang tercemar. Setiap hari mereka harus berjuang mempertahankan hidupnya dengan mati-matian. Tidak selalu mulus, terkadang mereka mendapat diskriminasi saat ingin mengakses air yang mereka perlukan. Oleh karena itu, masyarakat Adat Mimika yang tertimpa krisis layak memperjuangkan hak hidupnya.

 

Masyarakat Adat Independen mengangkat Tema Hari Air Internasional  pada tahun 2020 mengajak seluruh lapisan masyarakat Adat Independen Timika dan Papua untuk saling peduli terhadap sesama. Utamanya masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Tidak hanya pemerintah, masyarakat lain juga dihimbau untuk ikut menciptakan akses air bersih bagi masyarakat Adat di seluruh di seluruh Tanah Papua.

 

Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan air:

 

Melakukan daur ulang barang bekas
Daur ulang menjadi salah satu langkah efektif untuk menjaga lingkungan bebas sampah. Barang-barang tidak terpakai sering sekali dibuang begitu saja, penumpukan sampah itu bahkan bisa mencemari air sungai dan laut.

 

Buang sampah B3 pada tempatnya
Sampah B3 mengandung bahan kimia berbahaya seperti racun limbah B3 yang memiliki pengaruh kronis dan akut. Hal itu akan berakibat buruk jika sampah B3 mencemari sumber air pemukiman penduduk.

 

Meminimalisir penggunaan bahan kimia
Menekan penggunaan bahan kimia merupakan langkah solutif untuk melindungi perairan. Ketika larut ke dalam air, bahan kimia dapat menghancurkan ekosistem perairan.

 

Hemat air, Gunakan air secukupnya, penggunaan air berlebihan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kekeringan. Lakukan hal kecil seperti mematikan keran air jika tidak digunakan.

 

Lakukan penghijauan  Tumbuhan juga berfungsi sebagai penyaring, melakukan penanaman pohon di sepanjang sungai dapat menjaga saluran air tetap bersih. Tanaman hijau juga bermanfaat menangkal polusi udara, tanah dan air.

 

Melakukan sosialisasi Lakukan sosialisasi air bersih kepada masyarakat. Dewasa ini banyak masyarakat belum sadar pentingnya melestarikan air.

 

Pewarta: Yunus Gobai

#Lingkungan dan Hutan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait