Masa Kontrakan Asrama  Mimika di Bali Berakhir, Mahasiswa Mengungsi

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Mahasiswa asal Mimika, saat bergegas menyiapkan barang pribadi mereka sebelum meninggalkan asrama Mimiak di Denpasar, Bali. Minggu (10/6/2018). (Foto: Alfred/doc.KM).

BALI, KABARMAPEGAA.COM— Masa Kontrakan asrama mahasiswa asal Kabupaten Mimika di kota studi Denpasar, Bali  yang terletak di  Jln. Tukad Badung GG 15, No. 3A akhirnya berakhir. Pemilik meminta  supaya penghuni meninggalkan kontrakan.  Minggu (10 /6/2018) kemarin.

 

Sekretaris Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) Kota studi Bali, Dersan mengaku jauh-jauh hari sebelum masa kontrakan berakhir kami telah menghubungi pemda Mimika tetapi belum di indahkan.

 

“Sejauh ini komunikasi dengan pemerintah Timika sudah dilakukan, karena belum di jawab, sekarang saya di Timika,  sekaligus mengantar  proposal. Dan Proposal  pun sudah saya masukkan ke dinas terkait. Namun, belum ada Jawaban yang pasti dari pemerintah,” jelasnya kepada media ini saat diwawancara via telpon, Senin (11/6/2018).

 

Sebelumnya, mereka sudah memperhitungkan bahwa jatuh tempo habisnya masa kontrak pada 6 Juni 2018 namun, karena belum ada jawaban dari Pemda Mimika sehingga mereka sempat nunggak (Kompromi) untuk diberikan waktu beberapa hari lagi tetapi  tepat pada tanggal 11 Juni 2018 mereka  diusir keluar  oleh pemilik Kontrakan.

 

Seperti yang dikatan Pemilik Kontakan, Pak Wayan. Tidak peduli baginya bagaimana kamunikasi dengan pemerintah daerah yang bersangkutan.

 

“saya tidak peduli, bagaimana komunikasi kalian dengan pemerintah. Intinya nggak dibayar, berarti angkat kaki,” katanya.

 

Mahasiswa Mimika yang mengungsi itu, akhirnya menumpang dengan mahasiswa Papua lainnya yang berasal dari Kabupaten Puncak. Kavin adalah salah satu mahasiswa Mimika yang  tinggal di asrama Puncak. Kevin yang juga menjabat sebagai ketua asrama Mimika ini mengungkapkan ucapan terimakasih kepada mahasiswa Puncak yang dengan berbesar hati menerima mereka.

 

“Untung saja kawan-kawan dari asrama Puncak berbesar hati untuk menerima kami,  sehingga kami pun sementara tinggal di sana,” jelasnya terharu.

 

Untuk itu, lanjut Kevin, kami mahasiswa Mimika meminta kepada Pemda Mimika, dalam hal ini kepada  dinas terkait agar serius  meliat persoalan ini dan segera melunasi biaya kontrakan.

 

 “Asrama/kontrakan menjadi hal utama dalam mendukung proses belajar mengajar. Tolong lihat  kami pelajar dan mahasiswa Timika yang melanjutkan study di kota bali, karena kami sebagai generasi penerus dan tentunya demi membangun SDM Timika kedepan yang lebih baik,” katanya.

 

Dikabarkan bahwa kontrakan tersebut dihuni selama  satu tahun.  Pengusiran mahasiswa Mimika dari kontrakkan itu  terjadi karena pembayaran perpanjangan kontrakkan  belum dibayar oleh Pemda Mimika.

 

Pewarta: Alfred Dogomo

Editor: Manfred Kudiai

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait