Masa Kontrakan Berakhir, Mahasiswa Nduga Tuntut Dana Bantuan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

23 Hari yang lalu
LAPAGO

Tentang Penulis
Mahasiswa Nduga didepan kontrakan hendak bersiap-siap meninggalkan kontrakan karena masa kontrakan berakhir akibat lambatnya pengalokasian dan studi akhir dan kontrakan Foto: PY/KM

MANOKWARI,KABARMAPEGAA.Com-- Mahasiswa Asal Kabupaten Nduga, Kota Study Manokwari, Papua Barat mendesak Pemerintah Kabuapten Nduga pencairan dana bantuan study akhir dan kontrakan agar dipercepat.

 

Hal itu diungkapkan,  Maklon Pokniangge, Ketua Pengurus Ikatan Mahasiswa Nduga di Manokwari, di Amper, Amban, Manokwari Papua Barat, Sabtu (26/10/2019)  siang tadi.


"Ya  masa kontrakan sudah berakhir sejak bulan Juli lalu.  Sejak tadi siang kami sudah keluar dari kontrakan kami ditemapati,” Ucapnya Kepada Wartawan www.kabarmapegaa.com.

 

Lanjut dia,  sebagian besar Mahasiswa Nduga pun mengalami kesulitan membiayai biaya semester, Ujian Tengah Semester (UTS) serta Ujian Akhir Semester  maupun mereka yang sedang menyusun tugas akhir.

 

Selain Dana Study Akhir, Ketua Mahasiswa Nduga, Maklon Pokniangge mengakui, Mahasiswa sejak tadi siang sudah keluar dari kontrakan karena, masa kontrak selesai sejak bulan Juli kemarin.

 

“ Rata-rata orang tua kami ekonominya lemah maka itu, kami  berharap Pemerintah Kabuapten Nduga segera proses pencairan dana tugas akhir dan dana kontrakan” harapnya.

 

Dikatakanya, Maklon,  Pemilik kontrakan sudah perintahkan kepada kami bahwa, tidak boleh ditempati lagi. Kami mengalami kesulitan soal tempat tinggal.

 

Menurutnya, Mahasiswa Nduga yang berpendidikan diluar Papua telah dicairkan ke setiap masing-masing Kota Studi disaat pasca terjadinya eksodus Mahasiswa ke Papua karena timbulnya ujaran rasisme di Surabaya.

 

“Apabila dana studi akhir bagi Mahasiswa Nduga di Manokwari tidak dialokasikan maka, pihaknya dengan tegas mengatakan siap melakukan aksi besar-besaran di Jayapura melibatkan seluruh Mahasiswa Nduga yang mengenyam Pendidikan diseluruh Tanah Papua dan Papua Barat,”tegasnya.

Sementara itu,  Dewan penasehat Organisasi, Yason Heluka, membenarkan  akibat belum bayar dana kontrakan penghuni diancam dikeluarkan oleh pemilik kontrakan.

 

“Kami ( penghuni ) disuruh keluar dari pemilik kontrakan Jadi, pemda segera melihat kami dan  membayar biaya kontrakan.” Ucapnya dengan nada yang penuh harapannya.

 

Hal serupa juga disampaikan  Mahasiswa Nduga, Kora Engga mengaku sangat prihatin dengan tempat tinggal mahasiswa yang lagi diancam pemilik Kontrakan untuk didesak keluar.

 

“ Saya sangat prihatin dengan  keadaan tempat tingal kami di kota study Manokwari,” katanya.

 

Pewarta      :    Petrus Yatipai

Editor        :    MP

 

Baca Juga, Artikel Terkait