Masa Kontrakan Habis, Mahasiswa Puncak di Bali diusir dari Kontrakan

Cinque Terre
Manfred Kudiai

19 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Kondisi Mahasiswa asal Puncak di Bali. (foto: Jeno/KM)

DENPASAR, KABARMAPEGAA.com--  27 Agustus 2018 belum lama ini, mahasiswa Puncak Papua yang sedang melanjutkan study di Bali diusir dari kontrakan. Mereka di usir  karena pembayaran kotrakan yang belum lunas untuk tahun ini.

Dibarkan kontrakan yang sudah dihuni oleh mahasiswa puncak ini  sejak tahun 2015, untuk saat ini dihuni sebanyak 18 orang mahasiswa Puncak dengan melanjutkan study di beberapa kampus di Denpasar, Seperti Warmadewa, Udayana, Stikom, Stikes, Stiki dan beberapa kampus lainnya.

Perpanjangan masa kontrak periode tahun 2018 ini sebenarnya sudah dilakukan pada pertengahan bulan maret, namun pembayannya tidak langsung mulus. Hanya dibayar uang muka saja dari hari total yang harus dibayar sebesar Rp 55 Juta dari Pemda yang bersangkutan terpaksa mereka harus diusir keluar oleh pemilik kontrakan.

Seperti yang di sampaikan Ordin Murib selaku mahasiswa Puncak juga penghuni asrama   via whatsapp, pada senin sore (27/8) “Kami penghuni asrama Puncak hari ini diusir keluar dari asrama Puncak, tak tau kemana nanti kami tinggal mungkin kami akan numpang dengan kawa-kawan di asrama lainnya atau cari kos guna melanjutkan kegiatan belajar kami sebagai mahasiswa," katanya.

Dikatakan, komunikasi dengan pemerintah puncak dalam hal ini dinas sosial sudah dilakukan oleh ketua Mahasiswa Puncak Bali, Enis Telenggen namun belum diindahkan sampai saat ini. 

"Sejak bulan maret sampai bulan agustus 2018 ini, saya sudah melakukan komunikasi baik itu via telephone maupun sms namun sama saja, tidak ada jawaban yang pasti dari pemda Puncak. Sudah lebih dari 20 kali saya telfon namun pemda hanya memberi janji dan janji sampai hari ini kami diusir keluar, ” kata Enis.

Melihat situasi ini, Enis Telenggen harap Pemerintah Puncak jangan tutup mata dengan hal ini, karena  menurutnya mahasiswa puncak adalah tulang punggung pembangunan kabupaten Puncak kedepan.

"Saya mewakili seluruh mahasiswa puncak di Bali berharap agar pemerintah daeraah Puncak cepat merespon hal ini dengan melunasi sisa pembayarannya yang masih belum dibayar sampai hari ini agar kegiatan belajar kami di sisni dapat berjalan dengan baik guna memajuka SDM demi  Kabupaten puncak ke arah yang lebih baik," tambah Enis.

 

Pewarta: Jenol Alfred Dogomo
Editor   :    Manfred Kudiai

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait