May Day dan Hari Aneksasi Papua: Di Jogja, Polisi Hadang Massa Aksi

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

19 Hari yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Gabungan Aparat  masih menghandang Aliansi Mahasiswa Papua AMP dan  Front Rakyat Indonesia untuk Papua (FRI-West Papua) ketika keluar  melakukan aksi penolakan hari aneksasi  Papua dalam NKRI  1 Mei 1963 dan Peringati Hari Buruh Internasonal “May Day”. Rabu (1/5). (Foto: Yubal/KM)

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com—Gabungan Aparat  menghandang Aliansi Mahasiswa Papua AMP dan  Front Rakyat Indonesia untuk Papua (FRI-West Papua) ketika keluar  melakukan aksi penolakan hari aneksasi  Papua dalam NKRI  1 Mei 1963 dan Peringati Hari Buruh Internasonal “May Day”  di asrama mahasiswa Papua, Kamasan 1 Jl. Kusumanegara, Muju Muju Umbulharjo  Kota Yogyakarta Daerah  Istimewa Yogyakarta. (Rabu 1/5/ 2019.

 

“Sudah dari tadi polisi hadang kami walau dalam surat sebelumnya polisi menginjinkan untuk aksi di titik Nol (Maliaboro) tapi polisi malah membelokkan dan meminta mahasiswa untuk aksi di tempat lain sehingga  kita paksa keluar dari asrama Papua pukul 09:20 WIB,” jelas  Vinsen Pekei kepada media ini saat diwawancara.

 

Kantanya, mereka bukan  hanya  memalang jalan tapi juga memberikan pukulan-pukulan secara ?sik sampai beberapa kawan  dapat pukulan dan berdarah luka."

 

Kondisi semakin memanas sehingga  Aris Yeimo selaku Presiden mahasiswa Papua Yogyakarta memberikan  arahan untuk tidak terprovokasi kepada Polisi.

 

"Kawan-kawan masuk di halaman dan tidak terprovokasi atas tindakan-tindakan polisi, kita  tetap tenang" ajak Aris Kepada massa aksi. Yeimo menambahkan, kita tidak usah terpancing emosi kita sabar ini rumah kita.

 

Dari tempat yang sama disela-sela itu, Deki Degei dalam orasinya mengungkapkan keanehan yang terjadi tapi  menurutnya itu nyata  atas tindakan polisi terhadap mahasiswa Papua. "Dalam kata pembukaan saya mau  mengatakan ini aneh  tapi nyata" tegasnya.

 

Degei meceritakan "NKRI sengaja digabungkan dengan kekuatan militer untuk mencuri kekayaan alam Papua."

 

Sementara itu kondisi terkini saat ini di asrama mahasiswa Papua kamasan 1 Yogyakarta  polisi juga masih bertahan di tepi jalan diluar pagar sedangkan mahasiswa Papua masuk dalam ruang tamu dan sedang membahas hambatan dan kekurangan-kekurangan  strategi mereka ketika berhadapan dengan polisi.

 

Seaat  ini, sejak berita ini ditayang, mahasiswa Papua bersiap-siap, mereka satukan barisan  kembali  mencoba keluar dari asrama untuk aksi. Ini informasi sementara  www.kabar mepega.com mengabarkan.

 

Tontong juga video singkat aksi pengalangan massa aksi di depan gerbang Kamasan 1 Yogyakarta di link dibawa ini: Gabungan Aparat Handang Masa Aksi "1 Mei: Hari Aneksasi Papua dan Hari Buruh Internasional"

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait