Media Sosial Bertopeng Propoganda di Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

12 Hari yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
ilustrasi, Media Sosial Bertopeng Propoganda di Papua (sumber foto: www.jubi.co.id)

 

 

Oleh Muyepimo P*)

 

OPINI, KABARMAPEGAA.Com--Tulisan opini ini hanya melihat Papua dari dekat bahwa ancaman propoganda melalui media dan akun palsu guna untuk menutup bahkan memutar balik informasi secara fakta di sebuah wilayah yang sedang mendapat sorotan dunia seperti Papua saat ini.

 

Kita telah melihat, kepalsuan media dan akun sedang mentren di dunia untuk membangun stigma-stigma buruk dan tidak benar sebagai propoganda untuk menutupi dan memutar balik fakta, informasi yang jelas terjadi di Papua.

 

Penulis bukan wartawan yang hebat, penulis percaya bahwa rakyat Papua zaman ini adalah rakyat yang sadar akan kekejaman di masa lalu, mengerti realita penjajahan saat ini dan memandang keselamatan tanpa kolonial Indonesia di masa depan.

 

Karenanya, jika media dan wartawan kolonial tidak liput Papua, mereka akan liput, tulis dan publikasi dengan cara mereka sendiri seiring dengan kemajuan zaman kepada dunia. Rakyat yang melawan kolonial saat ini adalah rakyat yang sadar akan informasi. Rakyat mengerti kepada siapa dan kepada informasi apa mereka percayai.

 

Pernah Sekertaris Pusat KNPB, Ones Suhuniap mengatakan, saat ini banyak media online bermunculan untuk mengacaukan perjuangan rakyat West Papua. Mereka hanya membuat blog dan wodpress tetapi juga sejumlah wibside tak jelas kantor dan redaksinya.

 

Media-media ini merekayasa berita, putar balik fakta, dan provokasi untuk mengadu domba sesama pejuang Papua. Ada juga akun palsu facebook, twitter palsu, youtube, fic ker dan lainnya. Mereka menyamar pakai nama dan marga orang asli Papua, mereka ingin adu domba antara orang Papua.

 

Sejumlah webside dan akun palsu seperti: 1) Webside: papaunews.id, salampapua.com, kabarpapua.net, kabarpapua.wordpress.com, centraldemokrasi.com, papuastory.wordpress.com, freewestpapuamerdeka.wordpress.com, mediapapua.wordpress.com, zonadamai.com, hingga sejumlah kompasiana serta masih banyak lagi.

 

2) Facebook: Taufik Hidayati, Andy Eko C, Regina Eva, Dominggus Pigome, Putra Homo, David Oktovianus Kegiye dan masih banyak lagi dan mereka menggunakan nama dan marga orang Papua.

 

Mereka sebarkan dokumen palsu, memutar balik fakta, membunuh cara berpikir orang Papua, dan lainnya agar bermusuhan antara orang Papua, terlebihnya para aktivis dan rakyat yang jelih melihat persoalan Papua dari dekat, atas realita Papua yang dilihat, dirasa dan dialaminya sendiri di medan sebagai rakyat yang sadar akan kemanusia dan perjuangan sejati di Papua.

 

Mereka berupaya agar kebohongan otoritas sipil maupun otoritas keamanan tentang Papua lewat media meinstream bisa dipatahkan melalui media sosial.

 

Oleh karena itu, penyebaran informasi hoax yang dilakukan mereka melalui media dan akun palsu hanya sebagai pengalihan isu agar rakyat percaya dengan kebohongan yang diciptakan. Mereka lakukan juga sebagai memutar balik fakta kehidupan dan perjuangan Papua yang murni. Mereka tidak melihat realita sebenarnya sesuai peristiwa yang terjadi di Papua. Maka, rakyat dan aktivis harus punya tingkat kesadaran untuk memahami isi otak dari manusia-manusia bertopeng kerdil, berupaya menyebarkan berita atau dokument palsu, yang tidak sesuai realita atau fakta yang terjadi di rimba kehidupan rakyat Papua dari dekat.

 

*) Penulis adalah Mahasiswa Jalanan, Papua.

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait