Mediasi FIM-WP Mnukwar, Puluhan MAPA Ikuti "Diskusi Publik" Peringati Kasus Paniai Berdarah

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

5 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Suasana Diskusi Publik tengah berlangsung di Asrama Wissel Merren 1 Amban Manokwari. (Fhoto : Yali/KM).

 

Manokwari, KABARMAPEGAA.COM -Dimediasi Forum Independen Mahasiswa, West Papua (FIM-WP) di Manokwari, telah dihadiri puluhan Mahasiswa Papua mengikuti diskusi publik dalam rangka memperingati 5 tahun berjalan setelah terjadinya kasus Paniai berdarah sejak 8 Desember 2014 hingga kini 8 Desember 2018.

Diskusi publik tentang kemanusiaan tersebut dilangsungkan pada Sabtu (08/11/2018) malam, di Asrama Wissel Merren 1 Amban, Manokwari-Papua Barat.

Diskusi para Mahasiswa itu diawali dengan prosesi pemasagan lilin sebagai tanda masih berdukanya tragedi Paniai berdarah.

Ketua FIM WP, Yali yang juga adalah pemimpin Diskusi Publik itu mengatakan Presiden Jokowi pernah berjanji akan mengusut masalah Paniai berdarah hingga selesai, kata Jokowi saat dirinya merayakan Natal bersama di Stadion Mandala Jayapura Papua pada 2014 silam, jelas Yali.

"Persiden Jokowi saat Natal bersama di stadion mandala, mengakui bahwa penembakan paniai berdarah akan menyelesaikan, namun hingga saat ini belum diselesaikan."

Seperti yang dilanzir melalui media www.bbc.com , edisi Sabtu (27/12/2014) : Presiden Jokowi minta kasus Paniai dituntaskan

Kalau pun begitu, kata Yali Negara tidak sanggup untuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Paniai itu, tegasnya.

"kami ketahui bahwa negara indonesia tidak mampu untuk menyelesaikan kasus paniai berdarah."

Untuk itu, pihaknya melalui organisasi FIM WP meminta kepada Orang nomor satu Negara Indonesia agar serahkan kasus Paniai kedatangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengadili pelaku penembahkan, pintahnya dengan penuh berharap.

"Kalau, negara indonesia tidak mampu menyelesaikan kasus paniai berdarah, maka, kami FIM WP meminta kepada presiden Jokowi, segera serakan kepada PBB, biar PBB yang mengadili pelaku penembakan paniai berdarah."

Wakili pihak keluarga korban, Yeko gobai dengan penuh kesedihan yang mendalam menegaskan Presiden jokowi tidak memghormati aturan hukum yang dibuat oleh Negara Indonesia.

Sedangkan untuk selidiki kasus Paniai, dikatakan Yeko pernah Negara membentuk Tim Ad hoc namun kasus ini belum pernah diselesaikan juga.

Untuk itu, Yeko mewakili keluarga korban meminta Negara harus bertanggung jawab akhiri kasus Paniai sampai tuntas.

Pewarta : Petrus Yatipai

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait