Memasuki Tiga Bulan, Posko Percepatan Penanganan C-19  KM 100 Tidak Ada Perubahan

Cinque Terre
Manfred Kudiai

27 Hari yang lalu
MEEPAGO

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Di Kilo Meter 100, Sriwo, Nabire. (doc/KM).

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Kini menjelang Bulan yang ke-3, setelah buka Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Di Kilo Meter 100, Sriwo, Nabire tidak ada perubahan. Artinya berkali-kali 5 Bupati sepakat akan memperkuat  Posko yang letak di pintu gerbang masuk wilayah Meepago itu untuk menangani orang terpapar virus Corona yang izin lalu lalang namun itu hanya menjadi omongan belaka, Kecuali Pemerintah Kabupaten Deiyai.

 

Hal tersebut dikatakan oleh Simon Petrus Pekei atau yang akrab  dipanggil Simpetu, selaku wakil ketua [waket] 1 anggota DPRD Kabupaten Dogiyai, Papua periode 2019 – 2024 kepada kabarmapegaa.com, ketika dikonfirmasi, Kamis, (7/5).

 

Kata Simpetu, Alat Kesehatan yang terbaru Pemerintah Deiyai sumbang adalah dua buah Termometer dan 30 Dos Alat Pelindung diri (APD) pada tiga pekan yang lalu.  Sementara itu, kata Pekei, Empat  Pemerintah Daerah lain yang ikut sepakat itu belum membantu APD sekalipun di posko tersebut.

 

“Pemerintah Kabupaten Deiyai juga kembali membantu 3 Dos APD pada tanggal 6 Mei 2020,” katanya.

 

Kata Pekei, tujuan Buka Posko Percepatan penanganan Covid-19 Di Kilo 100 ini juga belum jelas hingga saat ini, Entahlah tujuannya untuk menangani virus Corona atau melakukan pembatasan lalu lalang. Publik tahu eksisnya kinerja seluruh petugas di posko tersebut.

 

“Jika 5 Pemerintah Daerah buka Posko ini dengan maksud menangani virus Corona, maka setidaknya fasilitas di posko tersebut tidak boleh kalah dari posko-posko lokal yang ada dalam lingkungan kota. Contohnya; APD dan ALKES, Mobil Operasional untuk evakuasi orang yang terinfeksi di rumah sakit rujukan.  Semua ini harus memadai di posko Siriwo sebagai pintu masuk Wilayah Meepago,” tutur Simpetu.

 

Atau jika posko ini dibuka dengan maksud melakukan pembatasan lalu lalang, maka tanya Pekei, Kenapa harus di tengah jalan? Artinya kenapa dari awal tidak perketat posko di Mapia dan Wadio/Topo?

 

“Dengan tidak adanya perhatian dari 5 Bupati wilayah Meepago terhadap posko tersebut, akhirnya beberapa orang yang diduga terinfeksi virus Corona itu berhasil lewat dan ditemukan di Kabupaten Paniai,” ujarnya kecewa.

 

Simpetu yang tiap hari bertahan di Kilo Meter 100, Sriwo ini mengaku, beberapa orang yang ditemukan positif Covid-19 Di Paniai itu telah berhasil lolos posko di Topo, posko Kilo 100, Posko Mapia, Posko Moanemani dan Posko Deiyai.

 

Pekei menambahkan: “Hal ini terjadi karena Alkes minim di beberapa Kabupaten, Kekhawatiran itulah dari awal saya selalu meminta kepada 5 Pemerintah Daerah agar fokuskan di Posko Kilo 100, Jika dari awal 5 Bupati fokus di posko Siriwo (kilo 100) maka beberapa orang yang berhasil lolos dan terakhir ditemukan di Paniai itu pasti dievakuasi kembali ke Nabire dari posko awal.”

 

“Saya secara pribadi dan atas nama Asosiasi Anggota DPRD wilayah Meepago memberikan Apresiasi kepada seluruh petugas posko kilo 100 (Siriwo), Meski ALKES tidak memadai tapi masih dan terus eksis menjalankan tugasnya,” ujarnya.

 

Kata Pekei,  mewakili seluruh Anggota DPRD wilayah Meepago meminta agar  lima   Pemerintah Daerah agar pusatkan perhatian di Posko Covid-19 Di Kilo 100 demi keselamatan seluruh masyarakat Wilayah Meepago.

 

Pewarta: Manffred Kudiai/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait