Memberi dari Kekurangan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

10 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Memberi dari Kekurangan, Ilst/KM

 

Oleh, Mikael Gobai*)

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.com – Ada satu kalimat sabda dari sekian kalimat sabda yang di wartakan oleh Uskup Keuskupan Timika Mgr. Jhon Philip Saklil yang penulis masih ingat yakni “member dari kekurangan untuk Tuhan.” Meski sudah satu tahua yang lalu mendengar sabda ini. Tetapi, karena memiliki makna yang terdalam sehingga membuat saya tertekan lalu selalu saya ingat hingga saat ini. Kalimat sabda Tuhan ini, penulis mendengar pada bulan Juni 2018 lalu, ketika itu pemberkatan Pastoral Paroki Kristus Jaya Komopa oleh Uskup Keuskupan Timika.

 

Bunyi dari kalimat sabda ini, seringkali kita mendengarkan ketika kita membaca firman Tuhan, atau pun juga melalui sabda pewartaan lainnya, entah di gereja atau persekutuhan yang lain. Mungkin melaluhi pewartaan-pewartaan itu, diantara kita sudah ada yang mengetahui seperti apa memberi dari kekurangan untuk Tuhan itu? Tetapi, kepada teman-teman pembaca budiman izinkan saya untuk mengulas kembali isi dari kalimat sabda ini oleh Bapak Uskup Keuskupan Timika.

 

Penjelasan isi kalimat sabda Tuhan, memberi dari kekurangan untuk Tuhan. Pada dasarnya, apapun yang kita miliki, entah barang yang mewah, rumah yang bagus, punya uang yang banyak dan lainya itu semua merupakan berawal dari kasih Tuhan sendiri. Kita seringkali lupa untuk memberi kembali sebagian barang itu kepada Tuhan, padahal Tuhan sangat membutuhkan apa pun itu. Kita seringkali juga dengan menjalani hidup dalam kesenangan sendiri memiliki semuanya itu, sehingga berfoya-foya, berpestapora, dan lain sebagainya. Kemudian kita melupakn Tuhan. Memberikan Tuhan itu, intinya memberi untuk Gereja. Berikan kepada orang-orang di sekitarmu yang sedang lapar, saling menolong satu dengan yang lain, itu yang dimaksud memberi untuk Tuhan.

 

Kita juga seringkali berpikir-pikir untuk memberi untuk Tuhan bilah mana kita tidak memiliki uang yang secukupnya. Untuk Tuhan tidak boleh ragu-ragu kasih saja apa pun yang anda miliki meskipun itu sedikit bahkan tidak mencukupi hidupmu. Kita kasih Tuhan, pasti Tuhan pun kasih sesuai perbuatan kita, bahkan Tuhan bisa kasih lebih dari perbuatan kita.

 

Pernahkah kita membaca Alkitab Perjanjian Baru, ada seorang janda tua miskin di Yerusalam Ia memberikan 30 perak untuk Tuhan. Janda itu sudah tua, juga miskin kemudian Ia memberikan semua yang ada padanya untuk Tuhan. Bagaimana dengan kita yang sekarang ini, kita yang punya uang hidupnya tidak terlalu susah?

 

Jelas! Kita dituntut terus oleh Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita kasih untuk Tuhan apa yang ada pada kita. Jangan ragu-ragu dengan Tuhan, anda ragu-ragu dengan Tuhan, Tuhan juga meragukan anda untuk memberikan anda.

 

Semuanya yang kita inginkan pasti terwujud bilah mana terlebih dahulu kita memberi dari yang kekurangan untuk Tuhan. Kita tidak usah kawatir jika kita ingin sesutau yang besar. Intinya kita tuntaskan duluh untuk memberikan Tuhan. Maka, membangun sesuatu hal yang besar, akan terwujud dengan mudah apapun itu. Kita mulai bekerja dari hal yang kecil dan mendasar. Hal yang kecil yang dimaksud adalah memberi Tuhan terlebih dahulu sebelum melangakah pada yang lebih besar. Barulah melangkah.

 

Oleh karena itu, rumah Pastoran Paroki Kristus Jaya Komopa. Marilah kita membangun dari yang kurang kita miliki kita kasih untuk membangun Pastoran dan Gereja, sehingga kita jadi umat Krsitus Jaya Tuhan akhir sabda, ajakannya Uskup.

 

Itulah isi kalimat dari sabda Tuhan “memberi dari yang kekurangan untuk Tuhan.  Jadi kita jangan ragu-ragu memberi untuk Tuhan, apapun kekurangannya selalu ingat akan Tuhan, berikan untuk gereja, untuk orang-orang yang lapar, dan saling menolong. Tidak sia-sia apapun perbuatan kita, pasti ada imbalan dari Tuhan sendiri sesuai perbuatan kita bahkan lebih dari itu. Amin!

 

Penulis adalah Mahasiswa Papua Kuliah di Jakarta - (Jakarta, 03 Februari 2019)

Editor: Frans P

Baca Juga, Artikel Terkait