Menanggapi Situasi Terkini, Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim Papua Nyatakan Sikap

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim  Jayawijaya (KOSAPMAJA) Papua See-Jawa dan Bali nyatakan sikap.

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com—Menanggapi situasi darurat kemanusian dan darurat militer di beberapa kota di  Papua belakang  ini khususnya di Wamena, Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim  Jayawijaya (KOSAPMAJA) Papua See-Jawa dan Bali nyatakan sikap.

 

Pernyaan tersebut diterima media ini, Senin (7/10/2019) via pesan eletronik. Berikut adalah penyaataan KOSAPMAJA:

 

Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim  Jayawijaya (KOSAPMAJA) Papua See-Jawa dan Bali "MENGENCAM KEJAHATAN NEGARA" Segera Bertanggung Jawab Atas Kejahatan Kemanusian di Wamena dan Papua.

 

PERNYATAAN SIKAP

 

Dalam situasi Darurat kemanusian dan Darurat militer di beberapa kota di  Papua belakang  ini khususnya di wamena. Yang  Di tandai dengan rentetan  kejahatan negara yang membuka pintu kematian yang menelang puluhan ribuan korban nyawa rakyat sipil orang Papua di wamena pasca siswa asal SMA PGRI Wamena melakukan Demonstrasi Damai untuk memprotes terhadap ujaran rasisme yang di ungkapan salah seorang guru di SMA PGRI Wamena.

 

Pada akhirnya Demonstrasi  Damai itu menimbulan kericuhan yang luar  biasa dan  melahirkan pintu kematian dan pembantaian  secara massal.  Yang menelang 33an lebih warga sipil Orang Papua di wamena  meninggal Dunia akibat tertembak. Sementara 28di antaranya warga non papua juga ikut korban kebrutalan militer. Sementara puluhan ribuan warga sipil mengalami luka -luka para/kritis. Sampai terjadi penyisiran yang luar biasa  rumah-kerumah warga sipil orang papua. Penangkapan membabi buta tampa alasan pembenaran. pembakaran  fasilitas publik  milik warga sipil orang papua  dan Non Papua di wamena dalam jumlah yang besar. Kriminalisasi terus melukai batin warga sipil orang Papua di wamena. Di Samping itu akses jaringan internet juga di kubur habis habis.

 

Dalam keadaan itu, terjadi invasi militer dari luar papua  dalam jumlah yang besar di wamena dan Papua. Militer mulai menduduki dan menggisi di ruang-ruang publik sampai di plosok plosok dengan kekuatan bersenjata  lengkap dan berpakain armi sampai preman. Setia kios (warung) dibahwa kendali militer dan menyirami sebuah penyakit yang membawa malapeta bagi warga sipil orang papua di wamene dan papua . lebih para lagi  Negara juga fokus mengirim ormas ormas reaksioner di wamena dan  papua.atau kelompok jihat baik dari FPI dan sebagainya yang berwatak anti rakyat, anti demokrasi dan anti kebenaran dan kedailan.

 

Akibat dari pada  kejahatan militer, invasi militer sampai pengiriman ormas reaksioner/kelompok jihat dan sebagianya.  melahirkan  traumatik yang mendalam.akhirnya waga sipil orang papua dan  non papua  traoma, kepanikan dan ketakutan yang luar biasa. sampai terjadi pengunsian. puluhan ribuan warga sipil dan non Papua  ke kampung halaman masing masing sampai skaran. ada sebagian  warga sipil orang papua yang meraskan serba intimidasi melarikan diri ke hutan untuk bersembunyi  dari cengkraman kejahatan yang datang dari militer indonesia bahkan dari ormas radikal berjubah agama yang berwatak penindas

 

Sayangnya, kehadiran negara di wamena dan Papua  dalam wajah kejahatan dan kekerasaan terhadap orang Papua di warnet dan di Papua. Itu terlihat dalam Dalam Poin menyampaikan adalah hak asasi manusia yang di jamin oleh undang-undang dasar 1945 dan deklarasi universal hak asasi manusia, dan dalam menyampaikan pendapat di muka umum oleh warga negara (demonstran), aparatur pemerintah dalam hal ini (aparat kepolesian berkewajiban untuk menghargai, melindungi, dan memberikan pengamanan bagi demostran yang hendak menyampaikan pendapat, bukan sebaliknya justru menjadi pelaku memprovakasi para demosntran dalam menyampaikan pendapat ini. Justru negara respon dengan sejuta kejahatan sementara demostrasi tersebut berstus damai tampa anarkis.

 

Setiap aspirasi yang datang dari warga sipil orang Papua. Selalu saja negara memberikan jawaban bertolak dari apa yang di perjungkan orang papua lewat Demostrasi Damai. Seakan akan kejahatan negara dan mengirimkan militer dan sebagainya  selalu saja menjadi jawaban negara  terhadap warga sipil orang papua yang mengigikan keadilan dan kebenaran  di negara ini.

 

Justru Negara Bersebunyi di balik lembaran kejahatan yang sengaja di lakukan. Sementara banyak warga sipil orang papua yang menginginkan kepastian hukum terhadap keluarga korban dan kejahatan kemanusian lainnya di papua. Banyak Orang papua  mengigikan kepastian hukum untuk menghakimi aktor aktor yang membunuh  warga sipil di wamena dan papua.  tetapi justru negara melindungi aktor dan memberikan kekuasaan atas nama negara yang katanya beridelogi pancasila yang  fajtanya berwajah kejahatan.

 

Untuk itu, kami Pelajar  dan Mahasiswa Muslim Jayawijaya Papua kota studi See-Jawa dan Bali sebagai bagian dari masyarakat pribumi muslim papua dan orang papua menyatakan sikap sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusian di wamena dan Papua dan menjunjung tinggi nilai-nilai orang Papua sebagai bangsa yang layak mendapatkan keadilan penuh menyatakan sikap potik bahwa:

  1. Mengencam Kejahatan Negara dan Segera Bertanggung jawab atas kejahatan kemanusian di Wamena, Deiyai, Jayapura dan seluruh Papua.
  2. Negara Bertanggung Jawab atas Kejahatan Kemanusian yang terjadi diwamen dan Papua.
  3. Usut Dan Tuntas Pelaku Kejahatan  Kemanusian di Wamena dan Papua.
  4. Segera adili pelaku rasisme di balik kisruh di wamena dan Papua.
  5. Stop Kriminal Stop Kriminalisasi dan segera bebaskan aktivis kemanusian tampa syarat.
  6. Stop Kriminalisasi Terhadap Jurnalis dan Buka ruang Bagi akses Jurnalis lokal dan Internasional.
  7. Stop Kriminalisasi Terhadap Gerakan Rakyat Yang Pro Kemanusian dan Keadilan.
  8. Negara Stop Kirim Militer Dari Luar Papua ke wamena. Dan segera tarik Militer dari wamena dan Papua Ke Barak.
  9. Mengutuk Represif Militer terhadap Warga sipil Orang Papua di wamena Yang Tak Bersalah.
  10. Mengutuk Pemberhangusan Ruang Demokrasi dan segera buka ruang demokrasi seluas luasnya.
  11. Menolak kedatangan ormas reaksioner FPI / Kelompok Jihat di wamena  Papua.  dan Segera tarik Ormas Reaksioner  ke barak.
  12. Menyeruhkan kepada seluruh umat muslim pribumi papua untuk berpuasa, doa dan aksi dalam rangka mengobati    kemanusian Di wamena dan pada umumnya di papua.

 

Demikian Pernyataan Sikap Ini Kami Sampaikan atas perhatian dalam memastikan keadilaan terhadap umat manusia di wamena dan Papua. Diucapkan banyak Terimakasih.

 

Jakarta,06 Oktober, 2019

 

TTD

Pengurus Pusat KOSAPMAJA

Ketua Umum

TAKBIR ASSO

 

Sekertaris Umum

FAJAR CHUAN

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait