Mengajak Solidaritas, AMP Yogyakarta Selenggarakan Turnamen Futsal

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Saat pemberian hadiah kepada tim pemenang di lapangan futsal MU. Foto: Yubal A Nawipa/KM.

 

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA-COM-Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta telah sukses melaksanakan turnamen futsal AMP CUP I  secara terbuka yang diperuntuhkan untuk umum sebagai upaya mengajak solidaritas demi martabat manusia, berlangsung selama tiga hari, Juma’at s/d Minggu (20-22/11/2020). Bertempat lapangan MU Futsal, Jl. Kusumanegara, Yogyakarta.

 

Turnamen yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut tersebut bertujuan selain mengonsolidasikan solidaritas mahasiswa Papua juga sebagai usaha menjaring dukungan dan persahabatan serta membangun nilai-nilai kemanusiaan.

 

“Tujuan penyelenggaraan turnamen futsal ini adalah untuk mempersatukan kawan-kawan dari tujuh wilayah adat Papua dan juga dari kawan-kawan dari Indonesia.” Jelas Yance Yobee selaku Ketua AMP Komite Kota Yogyakarta saat diwawancarai media ini usai kegiatan di lapangan futsal MU.

 

Sebab, Yobee Menambahkan, “melihat perkembangan saat ini, kita membutuhkan solidaritas yang banyak dari kawan-kawan Indonesia untuk bisa melihat Papua, agar mereka membuka mata, buka hati dan pikiran bahwa situasi Papua tidak aman. Untuk itu, salah satu cara menarik mereka melihat kondisi ini adalah dengan cara mengadakan turnamen  semacam ini”

 

Kegiatan turnamen tersebut dijadikan sebagai ajang untuk menjalin relasi, membasmi diskriminasi dan membangun nilai-nilai kemanusiaan. Mewujudkan hal tersebut, perekrutan tim tanpa membeda-bedakan alias dibuka untuk umum adalah bagian perwujudan maksud dan tujuan dari  panitia. Sehingga  tim yang berhasil daftar tidak hanya dari Papua, tetapi banyak juga dari mahasiswa daerah lain di luar Papua.

 

Secara keseluruhan tim yang bertanding sebanyak 48 tim. Masing-masing putra 32 tim sedangkan 16 tim dari putri.  Meskipun begitu yang mempertahankan timnya masuk mendapatkan juara hanya ada 6 tim, yakni untuk putri: Juara satu CFC;  juara dua Zeus; dan juara tiga APS A. sedangkan Putra Juara satu Bintang Melanesia; juara dua Random Fc; dan juara tiga Laser Fc.

 

Disamping berlangsung kegiatan turnamen, mereka juga membagikan selebaran yang isinya memuat tentang penyampaian kondisi dan situasi Papua beberapa hari terakhir yang masih membara, terutama penembakan-penembakan brutal yang gencar dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui gabungan pasukan TNI/Polri.

 

“kita dari kawan-kawan AMP juga ada bagi selebaran untuk sampaikan kondisi-kondis  penindasan di Papua. Selebaran itu lebih banyak terkait dengan  penembakan, misalnya pendeta Yeremias Zanambani maupun kondisi pengungsian rakyat Nduga yang sampe hari ini masih kritis.” Jelas Musel Safkaur selaku Koordinator Acara dari tempat yang sama.

 

Sambung Musel “Penyelenggaraan turnamen ini tentu tra terlepas dari protocol Kesehatan ya. Kami sediakan tempat cuci tangan, handzanitiser, termogun, mewajibkan tiap orang yang datang untuk pakai masker, trus jaga jarak dan sebagainya.” Jelasnya.

 

Dalam pertandingan ini top score direbut oleh Anton Yeskri Fatubun bernomor punggung 8  dari club Bintang Melanesia dan top score putri diraih oleh nomor punggung 10 dari club Zeus.

 

Kepada wartawan Anton yang adalah pemegang top score ini mengungkapkan, dirinya merasa senang karena bisa bertemu bertanding dengan berbagai tim baik yang berasal dari Papua maupun juga dari luar Papua.  Ia berharap pada kesempatan lain mesti dibuat pertandingan semacam ini. Karena menurutnya ini cara yang baik untuk bisa saling berinteraksi antara satu sama lain membangun dunia yang harmonis tanpa ada perbedaan.

 

“Kalo saya cukup senang too, karena banyak yang daftar. Mungkin bukan hanya dari Papua tapi ada dari orang-orang Jawa juga banyak. Maka kedepannya lagi buat lagi yang lebih besar.”

 

Pewarta: Yubal A.Nawipa/KM

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait