Mengapa Pengungsi Orang Papua Asli Dibungkam Ketimbang Non-Papua?

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

11 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Ilustrasi Pembungkaman Pers Mahasiswa di Indonesia. tirto.id/Lugas.

Oleh, Musa Pekei)*

 

(Perspektif  Propaganda Negara berkedok  kolonilisme dan kapitalisme di atas kehidupan bermasyarat di tanah papua )

 

A.Negara Kapitalis Birokarat Suka Berpolitik SARA (SUKU,RAS.AGAMA)

 

Negara kapitalis birokrat seperti indonesia, senang sekali memainkan isu Suku,ras,etnik dan agama dalam menciptakan konflik dalam masyarakat kelas tertindas untuk saling membunuh satu sama lain yang juga secara kelas sama sama tertindas dan teraniaya dari sistem negara. Isu SARA inilah suatu senjata yang paling ampuh dalam memecah belakan persatuan masyarakat sipil yang secara ekonomi sama sama tertindas dari para penguasa elit elit lokal, nasional dan global atas masyarakat kelas tertindas. Dengan demikian disana letak celah, jalur dimana para penguasa (Kapitalis dan kolonialis) memegang kendali sekaligus menghancurkan kekuatan rakyat dalam membangun persatuan guna memebesakan suatu bangsa untuk merdeka sebagai negara baru seperti (WEST PAPUA).

 

Para elit lokal (Kepala suku, Pemilik CV,PT. ,pimpinan partai ,Desa, camat, Bupati, Gubernur PAPUA) Kelompok ini menghancurkan masyarakat sipil biasa dengan kepentingan ekonomi dan posisi mereka yang notabene enak dan berkuasa.Belum juga soal bagaimana negara bekerjasama dengan mereka untuk meloloskan kepentingan kepentingan mereka.Sementara korban berdarah darah adalah masyarakat biasa yang secara garis kehidupan sebagai kelas menengah dan bawah yang menjadi puncak korban. Maka masyarakat papua perlu mengerti arti kelas penguasa dan kelas tertindas.

 

Mengapa penting memahami kelas penguasa dan tertinda? Agar dalam membebaskan bangsa west Papua dari segal bentuk penjajahan,eksploitasi dan penindasan dari berbagai sudut pandang ,terlebih khusus dari perpekstif kelas penguasa (Kapitalis ,kolonilis ) dan kelas tertindas (Proletar) yang secara garis kehidupa yakni  ekonomi dan politik juga sama sama tertindas walupun dari perspektif suku,ras dan agama nya berbeda beda. Jika orang papua memahami dasar Pemahaman ini dan peran oraganisasi politik perjuangan seperti United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) mengambil kesempatan ini dan membangun penyadaran politik pemebebsan bangsa west Papua ,maka kesadaran masyarakat asli papua akan berubah dan lebih pada tahapan membangun persatuan dan meletakan musuh dalam melawan system yang menjajah tanpa teralineasi dalam pemahaman NKRI Harga mati.

 

Salah satu faktor dari orang pendatang di atas tanah papua .mengapa mereka  tidak mau mendukung kemerdekan papua ? .Karena tanah papua adalah lahan subur dan lahan kehidupan bisnis buat orang pendatang di atas tanah papua.Mereka dating di papua melalui program nasional Indonesia yaitu Transmigrasi dan juga melalui saudara saudara mereka yang sudah lama di Papua. Mereka memberikan informasi lowongan pekerjaan ke mereka dan mereka berlomba loma dating ke papua dan mencari kehidupan mapan dan enak .Motivasi mereka  hanya datang mecari makan,hidup dan ekonomi demi mencari keuntungan dengan nota bene menjadi kaya punya rumah besar,tanah luas,usaha besar dimana dan terrakhirnya tujuan mereka untuk menjadi orang penguasa juga (Kapitalis Nasional) yang teerakhirnya mereka di kelilingi oleh aparat TNI/Polisi atas kekayaan dan harta mereka supaya tidak di rampas kekayaan itu dan kembali menindas orang asli papua juga.

 

Hal ini terjadi karena orang pendatang juga terkontruksi/teralienasi dengan konsep NKRI HARGA MATI.Karena sehari hari mereka hanya usaha (EKONOMI) bagi masyarakat biasa,kalau guru pendatang mereka hanya membaca buku pelajaran dan teori yang layaknya mengajar  sebagai tugasnya dia dan pada dasarnya mereka juga tidak mengjarkan dengan hati ,namun sisi lain mereka juga merencakan yg lain yaitu mencari kehidupan enak dan ekonmi selaian menajalankan profesinya sebagai guru.

 

Kemudian orang pendatang yang bertugas menjadi medis dan dokter juga tidak benar benar dengan hati melayani,malah mereka juga termakan dengan konsep NKRI HARGA MATI.Dengan situasi ini para penguasa negara memanfaatkan isu ini untuk memecah belakan dengan isu ras,suku dan agama,guna menghancurkan persatuan dan solidaritas orang papua dalam membangun pemahan persatuan tanpa batas di seluruh tanah papua.Jadi semua orang pendatang di papua juga bukan musuh orang asli papua.Malah banyak dari orang non papua mendukung kemerdekaan papua dan sikap mereka jelas yakti sudah membentuk Front Rakyat Indonesia untuk west papua (FRI-WP) Sebagai bukti representasi orang non papua mendukung kemerdekaan bangsa west papua.Itulah sebabnya FRI-WP  didirikan ini untuk medorong persatuan dan arti penting nya memahami perjuangan papua dari perpektif kelas penguasa (Kapitalis) dan Tertindas (Proletar)

 

Dalam hidup bernegara dan berbangsa sekaligus menghargai hak hak suatu bangsa untuk menetukan nasib nya sendiri sebagai Negara.Korena pada akhgirnya Negara di dunia akan menjadi warga Negara dimanapun ,jika nasib dan kehidupannya di jamin tanpa memandang suku,ras dan agama dalam Negara tersebut. 

 

 

B.Mengapa Pengungsi Nduga Tidak Terekspos Dan Tidak Di Perlakukan Sama Dengan  Pengungsi Pendatang Wamena?

 

Prinsip dasar nya adalah karena pendatang yang sudah lama menghuni di papua sudah terlena (Teralineasi )  dengan konsep NKRI HARGA MATI,maka mereka juga memilih hidup netral dan menginginkan usaha usaha mereka besar dan berkembangdi seluruh tanah papua .Karena kehidupan mereka sudah menggantungkan  hidup dengan usaha usaha mereka dan situasi kehidupan masyarakat asli papua kebanyakan mayoritas pembeli (Konsumen ) ,ketimbang produsen.

 

Dalam situasi kehidupan seperti itu ,maka mau tidak mau mereka hanya berpusat pemikirannya hanya birnis (Economy) dan memilih jalan hidup dengan cara bersikap netral sama Negara.Nah,mengapa ketika pengungsi wamena mayoritas pendatang dan semakin banyak solidaritas ,kepedulian dan berita nasional,TV mulai ramai dating dan  membicarakan soal Pengungsi wamena.Padahal Nduga yang sudah terjadi lama anatar 2018-2019 sekrang tidak ada media yang mengekspos baik di TV,Berita Nasional yang trending membicarakan krisis kelaparan , kemanusian dan peristiwa pembakaran rumah rakyat,gereja dan tokoh agama di bunuh tanpa penangan hokum yang berlaku.

 

Yang jelas semua pemberitaan di blockade.Mengapa demekian?  karena kepentingan Negara (National Interest) , sekaligus penguasa hari ini di diduduki oleh para sisa orde baru peninggalan Soeharto dan bias di bilang pra pelaku pelaku kejahatan hak asasi masnusia (HAM) Seperti Wiranto Kemenpolhuma ,Jendral (Purn Tni) Moeldoko Sebagai kepala Staff Presden,Jendral (Purn.TNI) Luhut Panjaitan sebagai Menteri Kemaritiman, Megawati sebagai ketua partai PDIP yang mendikte kebijakan Negara Jokowi-JK.

 

Situasi di kabupaten Nduga masyrakat nya  di bungkam ,karena konflik ini muncul dari akar persolan pemebebesan bangsa west papua (Baca Sejarah Deklarasi west papua ) : yang di lakukan oleh representasi Tentara pemebesan Nasional Papua Barat Dan Organisasi Papua Merdeka ( TPN-PB/OPM) dan nama ini justru menurut versi pemerintah Indonesia melabelkan sebagai Kelompok criminal Bersenjata (KKB).Apa yang memotivasi Negara Indonesia mengalihkan OPM sebagai bentuk kelompok teroris dan Kriminal bersejata? .Karena menurut mereka (Indonesia ) Jika isu nya itu naik tentang nama OPM/TPN-PB , maka dunia sudah mengetahui bahwa konflik itu adalah konflik kemerdekaan bangsa west papua.Mengapa media nasional dan TV selalu menggunakan standar berita KKSB karena isu internasionalisasi tentang teroris dan criminal bersenjata adalah salah satu isu yang di musuhi dan di perangi oleh Negara Negara di dunia di bawah control Perseriaktan bangsa bangsa (PBB).Nah,disitulah kebijakan politik luar negeri (Foreign Polivcy) dimainkan ke tingkat regional,internasional sesui dengan standar deklarasi The United of Natios (UN). Sehingga  letak pembacaan arah politik tentang isu demostik Negara Indonesia sesuai dengan isu global. Dan Negara Negara lain mendukung Karen garis politiknya mereka mematuhi musuh terorisme dan criminal bersejata.Jikalau isu itu berbicara tentang hak penentuan nasib sendiri ,maka Konvenan  hak sipil dan politik menjamin itu dan hak asasi manusia menjamin itu juga. Hanya karena kepentingan ekonomi politik dunia ,kadang mereka tidak mendukung itu dan lebih mendukung kolonialsime Indonesia atas tanah papua.Jika pengungsi Nduga semakin banyak di ekspos dari perhatian media nasional dan internasional,maka isu tentang kemanusian dan pemebebsan bangsa west papua juga akan semakin naik.

 

Disitulah kedok kebusukan sandiwara Negara dalam  pembungkaman isu krusial terhadap pengungsi Nduga akan semakin terlihat dan alasan itulah Negara sengaja menggelapkan pemberitaan dan di batasi untuk mengekspos semua kejahatan Negara terhadap rakyat sipil Nduga papua.Justru semua itu menyebabkan Negara takut dengan kondisi korban masyarakat yang nota bene adalah masyarakat sipil yang tidak seharusnya dalam hokum perang tidak boleh di ganggu bahkan di hilangkan nyawanya.Seharusnya di cari dan di lawan dalam hokum perang (Humaniter Law) itu adalah kelompok pemberontak yang punya alat sejata api juga,bukan dengan masyarakat sipil yang tidak memiliki senajata apapuan.Monopoli Negara terhadap semua media menajadi tolak ukur dalam pemberitaan informasi yang fakta dan actual dalam semua persitiwa itu.Dan hari nyata bahwa Media nasional dan internasional  di kuasai oleh kepentingan kapitalisdan kolonialis yang berkedok pada kepentingan elit local , nasional dan internasional.

 

Itulah sebabnya solidaritas dan pemahaman tentang arti penting kelas penguasa dan tertindas ini harus di bangun di anatara relasi masyarakat sipil guna membangun pemhanan tentang perjuangan kelas tertindas dalam melawan kapitalisme dan kolonialsime diatas tanah papua.Pemahaman ini harus menjadi kesadaran bersama dalam membangun persatuan dan kesatuan dalam melawan kapitalisme dan kolonialisme tanpa memadang suku ,ras dan agama atas tanah papua guna memengkan kemerdekaan sebagai suatu Negara yang nantinya kita sama sama nikmati sama seperi Negara Negara lain di dunia yang tidak memandang suku ,ras dan agama dalam bernegara dan berbangsa serta menikamati kehidupan Negara dan saling hormati martabat bangsa dan Negara satu sama lain nantinya.

 

 

Penulis adalah Aktivis Papua, Aktif di Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Malang, Jawa Timur)*

 

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait