Mengenal Kerja-kerja Kapitalisme Mendorong Indonesia  Berkuasa Di Atas Tanah Papua

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

19 Hari yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Ilustrasi. Ist

 

 

Oleh: Aworo T)*

 

ARTIKEL, (KM)--Sebelum membahas lebih lanjut  judul artikel diatas penulis menjabarkan secara singkat sejarah perebutan Indonesia terhadap pulau Papua. Izinkan saya mengutip kata-kata Mantan Presiden Indonesia Ir.Soekarno. Soekarno dalam pidatonya, perna mengatakan: Jangan pernah melupakan sejarah.

 

Dari penyataan itulah penulis semngat untuk menulis berdasrkan sejarah penggabungan paksa Bangsa  Papua Barat yang perna dilakukan oleh Indonesia kala itu, dengan demikian penting mengetahui sejarah agar mudah memetakan alasan apa Indonesia menjajajah Papua? dan alasan apa Rakyat Papua ingin bebas merdeka sebagai negara sendiri dari Indonesia.

Penindasan dan penghisapan yang terjadi hari ini di Papua tidak terlepas dari sejarah panjang pendudukan Kolonial Indonesia  di Papua yang telah mengorbankan harta benda dan  jutaan nyawa rakyat Papua yang di bunuh (Operasi Militer di Papua kelam) hinggah sekarang di Nduga.

 

Sejarah Perebutan Kolonial Indonesia atas  Papua Barat

 

Batas teritori wilayah Indonesia dari Sabang-Ambonia di jajah oleh Belanda 350 tahun lamanya, sedangakan teritori  Papua Barat dari Sorong-Merauke dijajah Belanda selama 64 tahun. Papua Barat dan Indonesia sama-sama dijajah oleh Belanda Namun sistem administrasinya diatur secara terpisah. Indonesia sebagai jajahan Belanda kekuasaannya di kendalikan dari Batavia (Jakarta) sedangkan Papau Barat Sistem administrasinya di kendalikan dari Holandia (Port Numbay Jayapura ).

Meskipun sama-sama di jajah oleh Belanda, rakyat Papua tidak pernah mengklaim atau berasumsi memiliki musuh yang sama dengan Indonesia, karena Belanda adalah musuh masing-masing antara Papua Barat dan Indonesia mempunyai perbedaan yang sangat jauh. Secara Ras , Bangsa Papua merupakan Ras Negroid sedangkan bangsa Indonesia pada umumnya adalah ras Mongoloid jangankan ras, secara fisik maupun mental kedua bangsa ini sama sekali tidak pernah mempunyai hubungan apapun dalam sejarah kehidupan di masa silam.

 

Muhamad Hatta pada tanggal 12 agustus 1945 di Saigon Vietnam pernah mengatakan dan menegaskan bahwa: “ Bangsa Papua adalah ras negroid, bangsa Melanesia, maka biarlah bangsa Papua menentukan nasibnya sendiri.

 

Ketika Indonesia memasuki babak perjuangan kemerdekaannya melawan kolonial Belanda tidak ada satupun orang Papua Barat yang terlibat dalam perjuangan Bangsa Indonesia hinggah kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945. Pertanyaan sekarang, motivasi apa yang membuat Indonesia keras kepala untuk merebut Papua hingga sekarang?

 

Sistem Kapitalismelah Motivasi Indonesia untuk Rebut Papua Barat

Apa itu Kapitalisme? Menurut Kakak Besar Karl Marx: Kapitalisme itu suatu system dimana harga barang dan kebijakan pasar ditentukan oleh para pemilik modal untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya”.

 

Untuk tetap bertahan menguasai pasar Kaum Kapital (kelas penguasa ) harus melakukan invasi atau penaklukan wilayah baru melalui kebijakan dan praktek perluasan suatu negaera kepada Negara atau bangsa  lain yang dilakukan dengan mencaplok dengan cara paksa (Meng-kolonialisasi).

 

Dalam sejarah telah jelas  mencatat bahwa kehadiran kolonial Indonesia  di bumi Papua hanya untuk kepentingan ekonomi politik semata demi kepentingan tuannya Kapitalisme  (Amerika Serikat dan antek-anteknya). Sebelum Papua Barat dipaksa masuk dalam Negara Kesatuan Replublik Indonesia (NKRI) melalui Pepera  1969 yang di menangkan sepihak oleh Indonesia, PT. Freeport sudah ada dua tahun sebelumnya di Tanah Papua Barat pada tahun1967.

 

Kapitalisme Itu Jahat & Rakus

 

Kapitalisme itu sistem jahat dan rakus. Segala sesuatu  diperdangangkan tidak perlu itu milik  rakyat atau bukan. Kapitalisme itu setan segala perkara di dunia ini, seperti: Pembunuhan, Perampokan, Peperangan,Busung Lapar, Gizi Buruk, Pembungkaman Ruang Demokrasi, Perampasan Tanah-tanah Adat milik Masyarakat Adat, Pelanggaran HAM di mana-mana.

 

Segala malapeta di Dunia ini adalah ulah sistem kapitalisme yang sangat tidak manusiawi. Kapitalisme bukan saja merampok dan menguasai kekayaan alam tapi juga menciptakan manusia-manusia yang berjiwa Kapital yaitu menciptakan manusia yang selalu berpikir untuk saling menguasai satu sama lain.menciptakan manusia-manusia untuk mengabdi guna memperkuat dan mempertahan eksploitasi kelas penguasa untuk tetap bertahan menguasai pasar dan mencari keuntungan yang lebih besar,  Kaum kapital membutuhkan bahan baku maka mereka Kelas penjajajah melakukan invasi melakukan perluasaan ke wilayah yang memiliki banyak bahan baku.

 

Di Papua Barat yang merupakan wilayah masih utuh dan masih berlimpah sumber daya alamnya baik kekayaan di laut, di darat di mana hutan-hutan luas yang menyimpan jutaan pohon, dan berbagai jenis hewan, apalagi yang terkandung dalam tanah, seperti: Minyak, Gas, emas, Batu Bara, Uranium, dll, maka pencaplokan wilayah-wilayah baru dalam bentuk pemekaran-pemekaran provinsi, pemekaran kabupaten/kota adalah sangat penting bagi kelas penguasa kaum penjajah. Wilayah yang dicaplok atau mekarkan menjadi sebuah provinsi atau kabupaten karena wilayah tersebut masih mengandung seumber daya alam yang sangat berlimpah dan  sangat berguna dan memberi keuntungan bagi mereka kelas penjajah Indonesia untuk melakukan ekspor kapitalnya. Sedangkan kita (rakyat Papua) sebagai tuan di negerinya sendiri keuntungan apa yang dikasih oleh kelas penjajah kolonial Indonesia?

 

Kita sebagai rakyat yang dijajah tidak dapat satupun keuntungan dari mereka.bahkan kita rakyat papua dalam hal ini elit-elit birokrat Papua (Bupati, Gubernur, anggota DPR) dan Pengusaha-pengusaha lokal adalah kaki tangan atau bonekanya kelas penguasa kaum Kapital.

 

Kapitalisme bergentanyangan dimana-mana bahkan menyebar dan mempengaruhi kehidupan  umat manusia. Kapitalisme  dan kolonialisme Indonesia sebagai kaum penjajah mempertahankan kekuasaannya di Papua tidak hanya dengan senjata dan kekerasaan. Kutip kata Ted Sprague dalam bukunya “Reason in Revolt menjelaskan bahwa Kelas yang berkuasa mempertahankan kekuasannya tidak hanya dengan senjata   tetapi terutama  dengan nilai-nilai moralitas, gagasan, dan filsafat. Mereka berkuasa tidak hanya dengan Polisi dan Tentara saja ,tetapi juga dengan nabi-nabi bayaran mereka, yang mereka tempatkan di sekolah-sekolah, kantor-kantor media, tempat-tempat ibadah dan di setiap sudut dimana rakyat ingin mencari pengetahuan”.

 

Kaum penjajah kolonial Indonesia tidak tinggal diam untuk tetap mempertahankan Wilayah Papua Barat yang merupakan wilayah jajahannya berbagai macam cara akan digunakan untuk tetap mempertahankan dan menguasai Papua Barat. Dipandang secara politik Otonomi khusus merupakan salah satu startegi kelas penjajah untuk mempertahankan wilayah Papua.

 

Undang-Undang Otonomi Khusus itu dilahirkan ketika rakyat Papua bersatu untuk mintak hak-hak politiknya sebagai sebuah Negara yang merdeka dan berdaulat sendiri. Demi membendung aspirasi rakyat Papua maka pemerintah kolonial melahirkan Otonomi khusus, bahkan kalau mau dibilang sejak Undang-undang otsus berlaku di Papua, rakyat Papua tidak merasakan efek positif dari undang-undang Otsus tersebut. Otsus  itu pemecah belah landang konflik di Papua, mengapa? Karena otsus itu bagi  kami (rakyat tertindas) memandang bahwa otsus itu bukan aturan tapi Otsus itu uang, maka maraknya Pemekaran-pemekaran Propinsi, kabupaten atau kota  yang dilakukan oleh elit-elit Papua hasil didikan kolonial Indonesia hanya untuk membagi-bagikan uang demi membahagiakan kepentingan pribadinya bukan untuk kepentingan rakyat Papua. Berarti bahwa yang menikmati efek posistif dari otsus itu hanya elit-elit Papua (Bupati, Gubernur, DPR, kelas pengusaha lokal Papua, Intelektual-intelektual dan sebagainya). Kami (rakyat yang tertindas) hanyalah korban ganda dari otonomi khusus.

 

Segala sesuatu Uang yang berbicara

 

Uang yang merupakan malapetaka di dunia ini, bukan serta merta hadir begitu saja tapi merupakan hasil dari proses sejarah yang panjang. Sebelum adanya uang, masyarakat yang pada waktu itu melakukan interaksi jual beli barang dengan cara tukar menukar atau bahasa kerennya Barter.  Menurut Karl Marx, ada dua jenis pertukaran  dalam sejarah ekonomi masyarakat. Pertama, pertukaran yang terjadi dalam masyarakat pra-kapitalis (masyarakat komunal primitif) dan kedua pertukaran dalam masyarakat kapitalis.

 

Pertukaran jenis pertama terdiri atas dua bentuk, yakni: Pertukaran langsung komoditi dengan komoditi (C-C), atau lazim kita kenal sebagai pertukaran barter. Si A punya komoditi sagu  yang kemudian ditukar dengan komoditi Keladi milik si B. Bentuk kedua dari pertukaran pra-kapitalis dimana masyarakatnya telah lebih berkembang, dirumuskan Marx sebagai C-M-C (Comodity Money-Comodity).  Terus bagaimana dengan proses transaksi masyarakat kapitalis ?

 

Paetua Marx mengajukan  formula  yang berbentuk M-C-M (Money-Comodity-Money). Menurut formulai ini, si kapitalis memulai operasinya dengan uang (M) dan dengan uang tersebut ia kemudian membeli komoditi (C), dimana selanjutnya komoditi tersebut dijualnya guna memperoleh uang lagi (M2). Marx menamakan tahap pertama ini (M-C) sebagai kapital pendahuluan dan tahap kedua (C-M) sebagai kapital kerja. Secara keseluruhan, formulai M-C-M’ ini disebut Marx sebagai sirkuit uang. Jika pada formula C-M-C uang berfungsi sekadar sebagai medium perantara, maka dalam formula M-C-M uang merupakan medium perantara sekaligus lem perekat kelangsungan hidup sistem kapitalisme. Pada C-M-C, uang hanyalah sebuah benda (things), sementara dalam formula M-C-M uang telah bertransformasi  menjadi kapital (social relations). Pada tahap M-C-M’, si kapitalis memproduksi komoditi bukan pertama-tama untuk dikonsumsi, tapi untuk dijual  di pasar dengan tujuan semata-mata akumulasi nilai uang.

 

Terkait perjelasan Tuhan Marx diatas bisa di ambil kesimpulan bahwa Uanglah yang menentukan kehidupan umat manusia dulu di tatanan masyarakat komunal primitive sistem transaksi dilakukan dengan cara  tukar menukar  barang (Barter), kalau sekarang di jaman masyarakat kapitalisme  ada uang ada barang (money-comodity), kalau tak punya uang kau tidak memiliki barang.

 

Mantra yang ditebarkan oleh si setan kapitalis yaitu "orang bisa menjadi kaya jika mereka bekerja keras dan Memiliki Banyak Uang" Nah dari doktring ini semua orang  berlomba-lombah untuk menjadi kaya sehingga timbulah persaingan diantara masyarakat yang kaya tetap kaya yang miskin tetap miskin.

 

Semua permasalahan yang marak terjadi di Papua mulai dari perampasan tanah-tanah adat, pembungkaman ruang demokrasi, pemekaran propinsi dan kabupaten, diskriminasi ras, pelanggaran HAM, Penindasan terhadap perempuan dan lain sebagainya merupakan ulah dari  system kapitalisme , sistem yang sangat tidak manusiawi.

 

Tulisan ini hanyalah sebuah pengenalan tentang sistem kapitalisme yang saat ini mengendalikan dunia  terlebih khusus Papua bagi aktivis Pembebasan Nasional  Papua Barat harus mampu memetakan Siapa saja Musuh kita ? Dan siapa  kawan Kita? Dua Pertayaan ini sangat penting untuk kesuksesan sebuah revolusi.

 

Akhir kata penulis ingin sampaikan bahwa; Kapitalisme bukanlah sistem yang abadi dan tidak selamanya kapitalisme akan selalu ada. Untuk menumbangkan Kapitalisme, Imperealisme dan Kolonialisme Indonesia di Papua dibutuhkan penyatuan semua gerakan yang anti terhadap kolonialisme Indonesia, Anti Kapitalisme Imperealisme dan Militerisme Indonesia agar revolusi kita berhasil dan Rakyat Papua Barat tidak tersesat, kita harus bersatu dengan kawan-kawan sejati kita untuk menyerang musuh yang sebenarnya. Tidak ada cara lain selain bangun Persatuan Nasional yang dipelopori oleh kader-kader yang Revolusioner.

 

Memang sulit untuk mencapai kesatuan penuh. Namun, mari mencari kesatuan dalam pandangan. Kita mencari kesatuan dalam tujuan, kesatuan dalam isu yang spesifik. Jika tidak mungkin untuk mencapai persatuan yang ideal, mari kita bersama dalam sejumlah tujuan”, kata Fidel Castro.

 

Referensi;

https://www.militanindonesia.org/teori-4/ekonomi/8630-studi-singkat-das-kapital-studi-1.html

https://suarapapua.com/2019/07/27/perusahaan-asing-ilegal-bikin-kapal-di-tengah-hutan-nabire/

https://indoprogress.com/2018/08/ekonomi-politik-monopoli-penguasaan-tanah-kelas-kelas-petani-dan-reforma-agraria-bagian-1/

https://www.marxists.org/indonesia/archive/mandel/002.htm

 

Penulis adalah Aktivis Kemerdekaan Papua Barat)*

Mengenal Kerja-kerja Kapitalisme Mendorong Indonesia  Berkuasa di atas Papua

 

Oleh: Aworo T)*

 

ARTIKEL, (KM)--Sebelum membahas lebih lanjut  judul artikel diatas penulis menjabarkan secara singkat sejarah perebutan Indonesia terhadap pulau Papua. Izinkan saya mengutip kata-kata Mantan Presiden Indonesia Ir.Soekarno. Soekarno dalam pidatonya, perna mengatakan: Jangan pernah melupakan sejarah.

 

Dari penyataan itulah penulis semngat untuk menulis berdasrkan sejarah penggabungan paksa Bangsa  Papua Barat yang perna dilakukan oleh Indonesia kala itu, dengan demikian penting mengetahui sejarah agar mudah memetakan alasan apa Indonesia menjajajah Papua? dan alasan apa Rakyat Papua ingin bebas merdeka sebagai negara sendiri dari Indonesia.

Penindasan dan penghisapan yang terjadi hari ini di Papua tidak terlepas dari sejarah panjang pendudukan Kolonial Indonesia  di Papua yang telah mengorbankan harta benda dan  jutaan nyawa rakyat Papua yang di bunuh (Operasi Militer di Papua kelam) hinggah sekarang di Nduga.

 

Sejarah Perebutan Kolonial Indonesia atas  Papua Barat

 

Batas teritori wilayah Indonesia dari Sabang-Ambonia di jajah oleh Belanda 350 tahun lamanya, sedangakan teritori  Papua Barat dari Sorong-Merauke dijajah Belanda selama 64 tahun. Papua Barat dan Indonesia sama-sama dijajah oleh Belanda Namun sistem administrasinya diatur secara terpisah. Indonesia sebagai jajahan Belanda kekuasaannya di kendalikan dari Batavia (Jakarta) sedangkan Papau Barat Sistem administrasinya di kendalikan dari Holandia (Port Numbay Jayapura ).

Meskipun sama-sama di jajah oleh Belanda, rakyat Papua tidak pernah mengklaim atau berasumsi memiliki musuh yang sama dengan Indonesia, karena Belanda adalah musuh masing-masing antara Papua Barat dan Indonesia mempunyai perbedaan yang sangat jauh. Secara Ras , Bangsa Papua merupakan Ras Negroid sedangkan bangsa Indonesia pada umumnya adalah ras Mongoloid jangankan ras, secara fisik maupun mental kedua bangsa ini sama sekali tidak pernah mempunyai hubungan apapun dalam sejarah kehidupan di masa silam.

 

Muhamad Hatta pada tanggal 12 agustus 1945 di Saigon Vietnam pernah mengatakan dan menegaskan bahwa: “ Bangsa Papua adalah ras negroid, bangsa Melanesia, maka biarlah bangsa Papua menentukan nasibnya sendiri.

 

Ketika Indonesia memasuki babak perjuangan kemerdekaannya melawan kolonial Belanda tidak ada satupun orang Papua Barat yang terlibat dalam perjuangan Bangsa Indonesia hinggah kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945. Pertanyaan sekarang, motivasi apa yang membuat Indonesia keras kepala untuk merebut Papua hingga sekarang?

 

Sistem Kapitalismelah Motivasi Indonesia untuk Rebut Papua Barat

Apa itu Kapitalisme? Menurut Kakak Besar Karl Marx: Kapitalisme itu suatu system dimana harga barang dan kebijakan pasar ditentukan oleh para pemilik modal untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya”.

 

Untuk tetap bertahan menguasai pasar Kaum Kapital (kelas penguasa ) harus melakukan invasi atau penaklukan wilayah baru melalui kebijakan dan praktek perluasan suatu negaera kepada Negara atau bangsa  lain yang dilakukan dengan mencaplok dengan cara paksa (Meng-kolonialisasi).

Dalam sejarah telah jelas  mencatat bahwa kehadiran kolonial Indonesia  di bumi Papua hanya untuk kepentingan ekonomi politik semata demi kepentingan tuannya Kapitalisme  (Amerika Serikat dan antek-anteknya). Sebelum Papua Barat dipaksa masuk dalam Negara Kesatuan Replublik Indonesia (NKRI) melalui Pepera  1969 yang di menangkan sepihak oleh Indonesia, PT. Freeport sudah ada dua tahun sebelumnya di Tanah Papua Barat pada tahun1967.

 

Kapitalisme Itu Jahat & Rakus

Kapitalisme itu sistem jahat dan rakus. Segala sesuatu  diperdangangkan tidak perlu itu milik  rakyat atau bukan. Kapitalisme itu setan segala perkara di dunia ini, seperti: Pembunuhan, Perampokan, Peperangan,Busung Lapar, Gizi Buruk, Pembungkaman Ruang Demokrasi, Perampasan Tanah-tanah Adat milik Masyarakat Adat, Pelanggaran HAM di mana-mana.

 

Segala malapeta di Dunia ini adalah ulah sistem kapitalisme yang sangat tidak manusiawi. Kapitalisme bukan saja merampok dan menguasai kekayaan alam tapi juga menciptakan manusia-manusia yang berjiwa Kapital yaitu menciptakan manusia yang selalu berpikir untuk saling menguasai satu sama lain.menciptakan manusia-manusia untuk mengabdi guna memperkuat dan mempertahan eksploitasi kelas penguasa untuk tetap bertahan menguasai pasar dan mencari keuntungan yang lebih besar,  Kaum kapital membutuhkan bahan baku maka mereka Kelas penjajajah melakukan invasi melakukan perluasaan ke wilayah yang memiliki banyak bahan baku.

 

Di Papua Barat yang merupakan wilayah masih utuh dan masih berlimpah sumber daya alamnya baik kekayaan di laut, di darat di mana hutan-hutan luas yang menyimpan jutaan pohon, dan berbagai jenis hewan, apalagi yang terkandung dalam tanah, seperti: Minyak, Gas, emas, Batu Bara, Uranium, dll, maka pencaplokan wilayah-wilayah baru dalam bentuk pemekaran-pemekaran provinsi, pemekaran kabupaten/kota adalah sangat penting bagi kelas penguasa kaum penjajah. Wilayah yang dicaplok atau mekarkan menjadi sebuah provinsi atau kabupaten karena wilayah tersebut masih mengandung seumber daya alam yang sangat berlimpah dan  sangat berguna dan memberi keuntungan bagi mereka kelas penjajah Indonesia untuk melakukan ekspor kapitalnya. Sedangkan kita (rakyat Papua) sebagai tuan di negerinya sendiri keuntungan apa yang dikasih oleh kelas penjajah kolonial Indonesia?

 

Kita sebagai rakyat yang dijajah tidak dapat satupun keuntungan dari mereka.bahkan kita rakyat papua dalam hal ini elit-elit birokrat Papua (Bupati, Gubernur, anggota DPR) dan Pengusaha-pengusaha lokal adalah kaki tangan atau bonekanya kelas penguasa kaum Kapital.

 

Kapitalisme bergentanyangan dimana-mana bahkan menyebar dan mempengaruhi kehidupan  umat manusia. Kapitalisme  dan kolonialisme Indonesia sebagai kaum penjajah mempertahankan kekuasaannya di Papua tidak hanya dengan senjata dan kekerasaan. Kutip kata Ted Sprague dalam bukunya “Reason in Revolt menjelaskan bahwa Kelas yang berkuasa mempertahankan kekuasannya tidak hanya dengan senjata   tetapi terutama  dengan nilai-nilai moralitas, gagasan, dan filsafat. Mereka berkuasa tidak hanya dengan Polisi dan Tentara saja ,tetapi juga dengan nabi-nabi bayaran mereka, yang mereka tempatkan di sekolah-sekolah, kantor-kantor media, tempat-tempat ibadah dan di setiap sudut dimana rakyat ingin mencari pengetahuan”.

 

Kaum penjajah kolonial Indonesia tidak tinggal diam untuk tetap mempertahankan Wilayah Papua Barat yang merupakan wilayah jajahannya berbagai macam cara akan digunakan untuk tetap mempertahankan dan menguasai Papua Barat. Dipandang secara politik Otonomi khusus merupakan salah satu startegi kelas penjajah untuk mempertahankan wilayah Papua.

Undang-Undang Otonomi Khusus itu dilahirkan ketika rakyat Papua bersatu untuk mintak hak-hak politiknya sebagai sebuah Negara yang merdeka dan berdaulat sendiri. Demi membendung aspirasi rakyat Papua maka pemerintah kolonial melahirkan Otonomi khusus, bahkan kalau mau dibilang sejak Undang-undang otsus berlaku di Papua, rakyat Papua tidak merasakan efek positif dari undang-undang Otsus tersebut. Otsus  itu pemecah belah landang konflik di Papua, mengapa? Karena otsus itu bagi  kami (rakyat tertindas) memandang bahwa otsus itu bukan aturan tapi Otsus itu uang, maka maraknya Pemekaran-pemekaran Propinsi, kabupaten atau kota  yang dilakukan oleh elit-elit Papua hasil didikan kolonial Indonesia hanya untuk membagi-bagikan uang demi membahagiakan kepentingan pribadinya bukan untuk kepentingan rakyat Papua. Berarti bahwa yang menikmati efek posistif dari otsus itu hanya elit-elit Papua (Bupati, Gubernur, DPR, kelas pengusaha lokal Papua, Intelektual-intelektual dan sebagainya). Kami (rakyat yang tertindas) hanyalah korban ganda dari otonomi khusus.

 

Segala sesuatu Uang yang berbicara

Uang yang merupakan malapetaka di dunia ini, bukan serta merta hadir begitu saja tapi merupakan hasil dari proses sejarah yang panjang. Sebelum adanya uang, masyarakat yang pada waktu itu melakukan interaksi jual beli barang dengan cara tukar menukar atau bahasa kerennya Barter.  Menurut Karl Marx, ada dua jenis pertukaran  dalam sejarah ekonomi masyarakat. Pertama, pertukaran yang terjadi dalam masyarakat pra-kapitalis (masyarakat komunal primitif) dan kedua pertukaran dalam masyarakat kapitalis.

 

Pertukaran jenis pertama terdiri atas dua bentuk, yakni: Pertukaran langsung komoditi dengan komoditi (C-C), atau lazim kita kenal sebagai pertukaran barter. Si A punya komoditi sagu  yang kemudian ditukar dengan komoditi Keladi milik si B. Bentuk kedua dari pertukaran pra-kapitalis dimana masyarakatnya telah lebih berkembang, dirumuskan Marx sebagai C-M-C (Comodity Money-Comodity).  Terus bagaimana dengan proses transaksi masyarakat kapitalis ?

Paetua Marx mengajukan  formula  yang berbentuk M-C-M (Money-Comodity-Money). Menurut formulai ini, si kapitalis memulai operasinya dengan uang (M) dan dengan uang tersebut ia kemudian membeli komoditi (C), dimana selanjutnya komoditi tersebut dijualnya guna memperoleh uang lagi (M2). Marx menamakan tahap pertama ini (M-C) sebagai kapital pendahuluan dan tahap kedua (C-M) sebagai kapital kerja. Secara keseluruhan, formulai M-C-M’ ini disebut Marx sebagai sirkuit uang. Jika pada formula C-M-C uang berfungsi sekadar sebagai medium perantara, maka dalam formula M-C-M uang merupakan medium perantara sekaligus lem perekat kelangsungan hidup sistem kapitalisme. Pada C-M-C, uang hanyalah sebuah benda (things), sementara dalam formula M-C-M uang telah bertransformasi  menjadi kapital (social relations). Pada tahap M-C-M’, si kapitalis memproduksi komoditi bukan pertama-tama untuk dikonsumsi, tapi untuk dijual  di pasar dengan tujuan semata-mata akumulasi nilai uang.

 

Terkait perjelasan Tuhan Marx diatas bisa di ambil kesimpulan bahwa Uanglah yang menentukan kehidupan umat manusia dulu di tatanan masyarakat komunal primitive sistem transaksi dilakukan dengan cara  tukar menukar  barang (Barter), kalau sekarang di jaman masyarakat kapitalisme  ada uang ada barang (money-comodity), kalau tak punya uang kau tidak memiliki barang.

 

Mantra yang ditebarkan oleh si setan kapitalis yaitu "orang bisa menjadi kaya jika mereka bekerja keras dan Memiliki Banyak Uang" Nah dari doktring ini semua orang  berlomba-lombah untuk menjadi kaya sehingga timbulah persaingan diantara masyarakat yang kaya tetap kaya yang miskin tetap miskin.

 

Semua permasalahan yang marak terjadi di Papua mulai dari perampasan tanah-tanah adat, pembungkaman ruang demokrasi, pemekaran propinsi dan kabupaten, diskriminasi ras, pelanggaran HAM, Penindasan terhadap perempuan dan lain sebagainya merupakan ulah dari  system kapitalisme , sistem yang sangat tidak manusiawi.

 

Tulisan ini hanyalah sebuah pengenalan tentang sistem kapitalisme yang saat ini mengendalikan dunia  terlebih khusus Papua bagi aktivis Pembebasan Nasional  Papua Barat harus mampu memetakan Siapa saja Musuh kita ? Dan siapa  kawan Kita? Dua Pertayaan ini sangat penting untuk kesuksesan sebuah revolusi.

 

Akhir kata penulis ingin sampaikan bahwa; Kapitalisme bukanlah sistem yang abadi dan tidak selamanya kapitalisme akan selalu ada. Untuk menumbangkan Kapitalisme, Imperealisme dan Kolonialisme Indonesia di Papua dibutuhkan penyatuan semua gerakan yang anti terhadap kolonialisme Indonesia, Anti Kapitalisme Imperealisme dan Militerisme Indonesia agar revolusi kita berhasil dan Rakyat Papua Barat tidak tersesat, kita harus bersatu dengan kawan-kawan sejati kita untuk menyerang musuh yang sebenarnya. Tidak ada cara lain selain bangun Persatuan Nasional yang dipelopori oleh kader-kader yang Revolusioner.

 

Memang sulit untuk mencapai kesatuan penuh. Namun, mari mencari kesatuan dalam pandangan. Kita mencari kesatuan dalam tujuan, kesatuan dalam isu yang spesifik. Jika tidak mungkin untuk mencapai persatuan yang ideal, mari kita bersama dalam sejumlah tujuan”, kata Fidel Castro.

 

Referensi;

https://www.militanindonesia.org/teori-4/ekonomi/8630-studi-singkat-das-kapital-studi-1.html

https://suarapapua.com/2019/07/27/perusahaan-asing-ilegal-bikin-kapal-di-tengah-hutan-nabire/

https://indoprogress.com/2018/08/ekonomi-politik-monopoli-penguasaan-tanah-kelas-kelas-petani-dan-reforma-agraria-bagian-1/

https://www.marxists.org/indonesia/archive/mandel/002.htm

 

Penulis adalah Aktivis Kemerdekaan Papua Barat)*

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait