Mengingat Paniai Berdarah 8 Desember 2014

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Mengingat Paniai Berdarah 8 Desember 2014.

 

Kabarmapegaa.com--“Puisi ini saya mempersembahkan untuk, mengingat melawan lupa Tragedi Paniai Enarotali berdarah. Pada tanggal 7-8 Desember 2014 lalu yang mana 4 pelajar tewas dan 22 orang terluka dari tembahkan TNI Polri Indonesia. ”

 

“Dibulan Damai Paniai Berdarah”

Dikala jelan Natal, 
Bulan Damai berganti bulan duka.
Paniai 8 Desember 2014 jadi lautan darah,
Kaum tak berdosa mati atas pertiwi bagai di Negeri pengasingan. 

Mimpi disapu serpihan Peluruh,
Harapan diterpa sniper,
Cita-cita pun putus ditengah hukum dan Negara.

Anak Negeri membumi, dilahap timah panas.
Rakyat diburuh, 
Tubuh 4 Pelajar tersimpak tembakan mati, 
Pemuda dikejar dan masih Malarat dan merana.

Duka cita melangit, 
Tangisan bercucuran air mata darah punada hentinya lalui Natal. 
Suara meminta tolong, diseret peluruh besi. 
Pasukan republik tak lagi perdulikan, 
Ada lagi duka dan piluh. 

Anak Negeri Beramai mencium tanah mengakhir hidup.
Rakyat miskin di Negeri Salju, 
Tiada kasih bagi yang lemah.
Itulah kisah duka di Negeri Salju "Paniai".

 

PUISI: Karya Petrus Yatipai, Mnukwar, 08 Desember 2019.

 

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait