Mengunjungi 7 Tapol di Balikpapan Pun Tidak, Tanggung Jawab Kajati Papua Dipertanyakan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

17 Hari yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Foto bersama kuasa hukum 7 tahanan politik 'Rasisme' di Rutan Balikpapan, Kalimantan. Ist

 

JAYAPURA, KABAR MAPEGAA.comm--Kondisi Tujuh Tapol Papua di Rutan Balikpapan sangat disayangkan. Kejati Papua selaku Jaksa yang bertanggung jawab atas penahanan 7 Tapol Papua tidak perna mengunjungi Tapol Papua Di Rutan Balikpapan. Hal ini dikatakan Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua dalam siaran pers kepada kabarmapegaa.com, Selasa (11/2).

 

Dalam siaran pers Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua dengan Nomor : 005-SK-KPHHP/II/2020 itu menjelaskan kondisi tujuh Tapol yang rencana akan di sidangkan hari ini, Selasa (11/2) di Rutan Balikpapan, Kalimantan Timur.

 

“Tujuh Tapol Papua Buchtar Tabuni, Agus Kosai, Steven Itlay, Ferry Kombo, Alexsander Gobai, Hengky Hilapok dan Irwanur Uropmabin, Tersangka dalam pristiwa demostrasi rakyat Papua protes rasisme diberbagai tempat di Papua yang terjadi pada bulan Agustus – September 2019, semenjak dilimpahkan dari Rutan Polda Kalimantan Timur ke Rutan Kota Balikpapan, tidak diurus secara baik oleh pihak Kejaksaan Tinggi Papua sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh terhadap ke tujuh Tapol dimaksud selama ditahan di Rutan Kota Balikpapan.”

 

Kepada kami kuasa hukum mereka (tujuh tapol), Buchtar Tabuni dan enam Tapol lainnya mengaku bahwa semenjak mereka dilimpahkan ke Rutan Kota Balikpapan, pihak Kejaksaan Tinggi Papua sebagai Jaksa yang bertanggung jawab atas penahanan terhadap mereka tidak perna mengunjungi mereka dan bertatap muka secara langsung. Padahal Buchtar dan keenam  Tapol lainnya mengharapkan kehadiran Jaksa agar mereka dapat menyampaikan keluhan mereka seperti kesakitan yang mereka alami sehingga dapat diobati.

 

Tapol Jatuh Sakit

 

Ke Tujuh Tapol ini juga mengaku saat mereka ditahan di Rutan Polda Kaltim hingga mereka dipindahkan ke Rutan Kota Balikpapan beberapa diantaranya telah mengalami sakit namun mereka tidak diobati secara baik oleh pihak berwajib.

 

“Tiga orang dari Para Tapol yang mengalami sakit adalah Buchtar Tabuni, Steven Itlay dan Alex Gobai. Buchtar Tabuni mengalami sakit Batuk-Batuk. Steven Itlay mengalami sakit Asma, Sesak Nafas, dan Batuk Lendir dan Alxesander Gobai mengalami sakit Mah, bahkan ia sempat muntah darah,” paparnya.

 

Ketiga tapol ini mengalami sakit dari bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 namun mereka tidak mendapatkan pelayanan medis. Mereka hanya mengkonsumsi air panas saat sakitnya kambu hingga sembuh.

 

Tidak mendapatkan pelayanan medis

 

Ketujuh Tapol Papua ini telah beberapa kali meminta kepada pihak Jaksa pada Kejaksaan Negeri Balikpapan dan pihak Rutan agar mendapatkan pelayanan pengobatan menis (berobat) namun ke tujuh tapol Papua ini tidak mendapatkan pelayanan medis karena pihak Jaksa Balikpapan dan Rutan beralasan bahwa mereka (Jaksa Kaltim dan Rutan) tidak berwewenang mengurus para Tapol Papua.

 

Pihak Jaksa Balikpapan dan Rutan mengatakan kepada para Tapol bahwa status mereka (tujuh tapol Papua) di bawah kewenangan Kejaksaan Tinggi Papua.

 

Kondisi kesehatan ketujuh tapol papua di rutan Kota Balikpapan, berbeda dengan keterangan yang disampaikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Papua kepada publik Papua melalui berbagai media lokal dan kepada keluarga ketujuh Tapol Papua secara langsung saat pertemuan pada tanggal 23 Februari 2020 di Kantor Kejaksaan Tinggi Papua.

 

Kajati Papua hanya Janji

Kata pihak Kajati Papua, mereka akan memperhatikan ke tujuh para Tapol selama menjalani proses hukum penahanan dan persidangan di Kota Balikpapan. Kepala Kejaksaan Tinggi Papua dalam pertemuan dengan keluarga tujuh Tapol dan Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Untuk Tujuh Tapol (SMRP) mengatakan bahwa akan menugaskan langsung dua orang Jaksa untuk mengurus ke tujuh tapol Papua, sehingga keluarga jangan ragu dan percayakan saja kepadanya.

 

Hingga awal Februari 2020 ketika Tim Kuasa Hukum bertemu ke Tujuh tapol Papua di Rutan Kota Balikpapan, ke tujuh tapol Papua terlihat sehat, namun tidak dapat dipastikan kesehatannya secara penuh karena belum ada pemeriksaan lengkap dari pihak medis dan pengobatan secara baik dengan mengkonsumsi Obat.

 

Rutan Balikpapan mempelakukan ketujuh Tapol dangan Baik

 

“Terlepas dari kondisi pemenuhan hak katas kesehatan bagi Tapol Papua, selama di Rutan Kota Balikpapan para ketujuh tapol ini mendapatkan perlakuan yang baik dari pihak petugas Rutan, mereka pun sangat aktif berkomunikasi secara baik dengan pihak Rutan maupun para tanahan Rutan lainnya,” katanya.

 

Untuk diketahui, Kuasa hukum yang menangani ketujuh  tapol di rutan Balikpapan adalah  Yohanis Mambrasar, S.H (Anggota Koalisi Hukum dan HAM Papua), Yohanis Mambrasar, S.H (Anggota Koalisi Hukum dan HAM Papua).

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait