MESAK KEDEPA: Sebelas Tahun Hidup Mandiri Meraih Skripsi  Terbaik di UNIKA

Cinque Terre
Ancelmus Gobai

23 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
"Melayani dengan hati"
Mesak Kedepa

 

 

 

YOGYAKARTA KABARMAPEGAA.COM--mahasiswa asal Papua Mesak Kedepa yang menekuni bidang study fakultas pariwisata program study “hospitality and tourism” di kampus Universitas Katolik De La Salle Manado dengan judul skripsi “Identifiying a Quality Sustainable Toursm Towards the Local Community of the Amungme Tribe at Mimika Regency Papua province” dengan Ipk 3.45 mendapatkan skripsi terbaik dan nilai yang paling tinggi. Rabu (21/08/2019).

 

Perkenalan Diri dan Perjalanan Singkat Pendidikan,

 

Nama Mesak Kadepa  berasal dari  kampung Bogobaida distrik Aradide kabupaten Paniai, propinsi Papua. Mesak dari anak Keluarga yang sederhana. Orang tua bekerja sebagai petani di kampung.  Sayangnya bapa Mesak sudah meninggal sejak Mesak semasak kecil. Penghasilan ibu tidak memenuhi hidup keluarga dan anak anak-Nya tetapi Tuhan selalu menyertai.

 

Dalam pendidikan Mesak memang sangat terlambat masuk SD sejak umur 11 tahun Mesak masuk SD YPPK Bodatadi tahun 2003.

 

Dari  SD YPPK Bodatadi Mesak merasa bosan. Mesak berpindah sekolah ke SD YPPK Namutadi.  Disana dengan kegigihan dan semangat yang tinggi untuk memimpin diri, sehingga Mesak  mencalonkan diri menjadi ketua OSIS dan terbukti menjadi ketua OSIS SD YPPK Namutadi tahun 2006.

 

“Kalau bukan saya siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Saya harus belajar dan mandiri jauh dari kampung saya adalah pikiran kecil saya sebagai pejuang anak kampung” jelasnya.

 

Mesak selesai pendidikan SD tahun 2008. Mesak tidak ingin melanjutkan SMP di kampung halaman. Mesak berpikir harus bersekolah jauh dari orang tua. Mesak meninggalkan orang tua di kampung halaman dan melanjutkan pendidikan SMP YPPK Kokonao yang berada di Mimika barat.

 

Perjalana dari kampung ke Kokonao sangat cukup jauh. Dari kampung ke Pasir putih jalan kaki. Dari Pasir putih ke Enarotali naik Jongsong membayar Rp 50.000.00 Tiket pesawat dari Enarotali ke Timika  Rp 1.700.000.00. Dari Timika ke Paumaka naik taksi. Dari Paumako ke Kokonao naik jongsong. Perjalana   kurang lebih 6 jam lamanya mengikuti kali dengan pemandangan sebelah kiri kanan kali dengan berbagai hiasan hutan Mangrove.

 

Mesak selama Kokonao tinggal di asrama katolik. Di asrama didikan  dan binaan luar biasa dari suster pastor. Disana banyak anak anak dari berbagai daerah seperti umar, Amar, Timika pantai, Bilogai, Timida, Komopa, Epouto, Timika dll. Mesak sangat senang dengan teman teman baru disana. Tetapi sayangnya Mesak merasa minder karena banyak anak anak asrama menyertawakan Mesak, sebab ucapan bahasa Indonesia kaki kepala kurang pada sasaran-Nya (biasa anak kampung ke kota).

 

Usai pendidikan SMP, Mesak melanjutkan SMK Negri 1 Kuala Kencana Timika papua dengan jurusan teknik listrik dan syukur tamat pada tahun 2014 dengan baik.

 

Usai pendidikan SMKN1, Mesak  melanjutkan pendidikan kuliah diluar Papua yaitu di Universitas Teknologi Sulawesi Utara dengan jurusan Teknik Informatika selama tiga semester.

 

Selama Mesak Kuliah selalu mencari informasi tentang beasiswa, sebab biayah kuliah merasa diri tidak mampu. Salah satunya beasiswa dari LPMAK. Waktu Mesak semester tiga Mesak mendapatkan informasi tes beasiswa Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) Akhirnya Mesak meluangkan waktu untuk berdoa dan aktifitas Kuliah di tinggalkan.

 

Setelah itu Mesak berangkat ke Timika untuk tes Beasiswa LPMAK. Hasil tes tertulis dan wawancara syukur, Tuhan mendengarkan doa anak kampung sehingga  lulus tes  dikampus Universitas Katolik De La Salle Manado, Fakultas Pariwisata, program Study Hospitality and Tourism.

 

Saya merenungkan dan berpikir bahwa Tuhan adalah gembala yang baik untuk domba dombanya, sehingga saya mengambil moto hidup  dalam perjuangan kuliah adalah “Doa adalah Senjata.” paparnya.

 

Dengan berkat dari Tuhan Mesak  selama kuliah mendengarkan dan mengikuti aturan dan larangan dari LPMAK sebagai penganti ayah dan ibu. Dengan semangat dan kegigihan yang tinggi Mesak dalam perkuliah mendapatkan IPK  persemester 3 keatas di universitas De La Salle Manado.

 

Saya merasa bersyukur masuk di Unika De La Salle, karena saya telah mendapatkan  4 M.K yang sangat berguna bagi saya yakni, Lassalian Spirtuality, Filsafat, Logika, Etika, Jelas Mesak.

 

Moto kampus kami UNIKA: Religio, Mores, Culture. Ketiga  hal ini sangat berguna bagi saya untuk kedepan.

 

Kelebihan Mesak suka membaca buku, suka berdiskusi dengan topic apa saja dan selalu bergabung dalam organisasi kemanusiaan. “Mesak merasa berbicara kemanusiaan sangat penting dari pada berbicara kepentingan politik.”

 

Berdoa adalah senjata sehingga berkeinginan besar untuk berbicara kemanusian di New York  untuk menyampaikan masalah masalah kemanusiaan pelanggaran HAM di Tanah Papua ke PBB (UN) adalah harapan si anak kampung hidup mandiri 11 tahun ditanah orang.

 

"Saya belajar karena ada masalah, tanpa masalah untuk apa saya belajar." Kata Mesak dengan penuh hati.

 

Hidup saya mandiri kurang lebih 11 tahun dalam masa pendidikan saya. Bersama Tuhan semua berjalan baik.

 

Kata Mesak “Saya paling tidak suka dan prihatin dengan kebijakan pemimpin yang sedang diterapkan di Papua. Anak miskin tetap miskin, anak kaya tetap kaya. Kaya menidas rakyat dan rakyat selalu menderita. Hasil dari rakyat berfoya foya diatas rakyat.” Doaku semoga kedepan membaik.

 

Ini skripsi saya,

 

 Judul Skiripsi saya "Identifying A Quality Sustainable Tourism Towards The Local Community Of The Amungme Tribe At Mimika Regency Papu Province"

 

Tempat penelitian saya di Timika Papua kurang lebih dua bulan.  Terima kasih  lembaga  dan pemerintah serta semua orang yang tidak sebut satu per satu dalam dukungan dan doa. Tuhan bersama.

 

Dengan tujuan untuk identifikasi factor faktor apa yang sedang terjadi di masyarakat adat Papua terutama di Kabupaten Mimika suku Amungme. Faktor goncangan Budaya, kerusakan alam Lingkungan dan pertumbuhan ekonomi serta mengatasi masalah masalah sosia yang terjadi di Papua terutama Kab Mimika.

 

Maksudnya untuk goncangan budaya Papua yang sedang terjadi untuk menghidupkan agar menjaga dan terpelihara identitas diri sebagai orang Papua yang utuh (revitalisasi).

 

Kerusakan lingkungan dan penebangan pohon secara liar harus memperkuat kebijakan yang baik dan benar bagi orang Papua  untuk mengatur sendiri (Rekonstruksi).

 

Tidak memberika peluang kerja yang baik kepada masyarakat lokal sebagai pemilik kekayaan minim pendapatan ekononim bagi masyarakat setempat.

 

Masalah masalah sosial baik berdimensi vertikal maupun horisontal yang sedang tejadi tingkat masyarat harus mengatasi secara bertahap untuk menemukan perdamaian dan semua belah pihak harus di libatkan untuk mencari solusi (rekonsilias).

 

Kegunaan untuk, Kontibusi terhadap PT. Freeport yang selama ini tidak memperhatika kepada masyarakat adat.  Kontribusi terhadap Pemerintah yang sedang ditipu dan dipermainkan kepada masyarakat. Kontribusi terhadap peneliti lain agar kedepannya bisa menciptakan ide ide baru untuk masyarakat. Kontribusi terhadap tokoh Papua yang selama ini malas tahu dengan dengan keadaan  Masyarakat adat.

 

Harapan saya bahwa  masalah masalah  ini semua bela pihak pemangku kepentingan (stakeholders)  harus sadar dan memahami dalam rancangan dan pengembangan Papua. Jelasnya.

 

Motivasi saya  menulis skripsi,

 

Saya sangat prihatin dengan masyarakat lokal maka Pemerintah dengan PT. Freeport harus jelih melihat persoalan ini.  Penulis ingin mengatur dan meningkatkan kualiatas pengembangan masyarakat adat dengan program buttom-up not up-bottom/ local to global not global to local. Maka Freeport dan Pemerintah harus patuhi dengan konsepan  penulis.

 

Kebanggaan dan pengakuan dosen,

 

Dosen pembimbing skripsi 1 Teddy Tandaju, S.E.M.B.A (ADV) dan dosen Pembimbing ke 2 Steven Y Kawatak, S.E., M.Ec mengaku  "selama ini saya tidak pernah melihat mahasiswa menulis skripsi seperti ini. Saya sangat bangga kepada Mesak Kedepa atas  susunan skripsi dan pola pikir setingkat S2 dan S3. Terus berjuang  jangan pernah patah semangat."

 

Kami selalu menduga kagum dan membanggakan karya skripsinya. Jelasnya.

 

Dosen pembimbing kedua mengatakan, skripsi ini kami akan berusaha muat di Journal Intenational. Sama kata dari dekan fakultas dan ketua program study. Jelasnya.

 

Dosan wali saya  Jelly Angelina Walansendow, S. E., S.ST. Par., M.Si selalu mendorong dan menguatkan diri saya dengan berbagai cara yakni bertanya kabar dan masukan-masukan yang membangun. jelasnya

 

Kuliah saya tidak  main main, sebab kuliah saya adalah target dan fokus. Mengapa saya target dan fokus sebab saya dibiayah dari LPMAK. Kalau saya tidak mempunyai ketargetan dan kefokusan waktu dalam belajar saya ketinggalan dan gagal.kata Mesak.

 

Saya anak petani dengan pendapatan ekonami ibu saya yang lemah, tetapi Tuhan membuka jalan saya sehingga saya mendapat nilai terbaik dan tertinggi Skripsi di kampus wisuda tahun ini dengan akhir ipk 3.45.

 

Rasa hormat dan terima kasih,

 

Saya merasa hormat dan banyak terima kasih kepada Tuhan atas bimbingan jalan keluarnya. Saya berterima kasih kepada LPMAK atas dukungan saya dalam pendidikan. Saya banyak terima kasih kepada bapa ibu dosen wakil dan pembimbingn serta penguji skripsi. Saya banyak terima kasih kepada orang tua, sahabat dan rekan-rekan seangkatan terkasih.

 

" Animo Lasalle"

 

 

Pewarta: Anselmus Gobai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait