Misteri Tanah Papua dalam Sejarah dan Fenomena Alam

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
TULISAN

Tentang Penulis
Perhatikan baik-baik foto ini mirip Onta dalam posisi tidur. Tetapi sebenarnya adalah gambar/karikatur peta tanah Papua. Onta hidup dimana dan karikaturnya ada dimana, maka  itu. Papua dan Palestina  ada dalam hitungan angka ini karena status politik kedua bangsa ini sudah  menjadi konsumsi publik.

 

Oleh, Inari

 

        "MENGUNGKAPKAN MISTERI TANAH PAPUA DALAM SEJARAH DAN FENOMENA ALAM DENGAN HITUNGAN ANGKA BERDASARKAN PERISTIWA SEJAK TAHUN 1961 - 2017"

 

Pengungkapan misteri tanah Papua dalam hitungan angka ini lahir dari  perenungan akan sebuah pengalaman yang panjang “ MEMORIO PASIONIS” ( Ingatan penderitaan yang tertanam menggores nurani sehingga tidak mudah dilupakan) tentang HARKAT DAN MARTABAT manusia-manusia Papua yang menuntut pengakuan terhadap haknya yang Azasi namun sekian waktu ditindas tidak berdaya di Tanahnya sendiri. Sebuah pergulatan tentang Jati Diri ditengah persoalan ketidak adilan, persoalan budaya, persoalan politik, persoalan hak hidup, yang sesungguhnya selalu diaspirasikan namun tidak diberikan ruang untuk disalurkan dengan baik dan tepat sehingga lama kelamaan hanya menjadi nyanyian kebisuan akan sebuah harapan yang terpendam karena kata dan tindakan tidak lagi memberi arti.

 

Sejarah perjalanan bangsa  Papua dengan berbagai persoalan yang terjadi diatas tanah Papua dari waktu ke waktu yang tidak pernah akan berakhir hanya karena perbedaan pandangan. Banyak sudah para penulis menulis sejarah Papua berdasarkan penelitian ilmiah dan mengklaim bahwa Papua adalah bagian dari bangsa ini bangsa itu, negara ini negara itu dan sebagainya tanpa mempertimbangkan perbedaan ciri khas  maupun geografis tanah Papua. Dari kesemuanya itu hanya ada satu pandangan saja,“ Jikalau ada bangsa lain yang bercokol diatas tanahnya bangsa lain yang berbeda Ciri khas itu adalah PENJAJAH” Soekarno bilang.

 

Bangsa Indonesia berjuang untuk merdeka dari Belanda karena berbeda ciri khas maka bangsa Indonesia menganggap  Belanda adalah PENJAJAH. Pembukaan UUD 1945 alinea kesatu menyatakan “ Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan peri keadilan’’. Dalam kalimat bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa terkandung suatu pengakuan tentang nilai “ hak kodrat “. Hak kodrat adalah hak yang merupakan karunia dari Tuhan yang Maha Esa yang melekat pada manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Alinea ketiga “ Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Pengakuan nilai religius pada alinea ke 3 dimana Negara Indonesia mengakui nilai-nilai religius, merupakan dasar dari hukum positif negara maupun dasar moral Negara.

 

Pengakuan nilai moral yang terkandung dalam pernyataan “ didorong oleh keinginan berkehidupan berkebangsaan yang bebas” mengandung makna bahwa negara dan bangsa Indonesia mengakui nilai-nilai Moral dan hak Kodrat segala Bangsa. Pengakuan nilai_nilai hak kodrat segala bangsa mengandung arti bahwa sebenarnya Soekarno telah menanamkan jiwa bangsa Indonesia didalam pembukaan UUD 1945, sekaligus merupakan jiwa bagi perlindungan dan penghormatan Hak Azasi setiap  manusia / bangsa.

 

Presiden Abdul Rahman wahid memiliki pandangan yang tidak berbeda dengan rumusan  Soekarno, yang mana Negara dan bangsa Indonesia sangat mengakui Nilai - Nilai Moral Segala Bangsa sehingga menyetujui pengembalian nama PAPUA dari sejumlah nama yang pernah disebut-sebut pada 31 Desember 1999. Secara politis pengembalian nama PAPUA telah membuka ruang pada era Reformasi untuk orang Papua memperjuangkan pengembalian hak kemerdekaan yang pernah dideklarasikan pada tanggal 1 Desember 1961 terus berlanjut.

 

 

 

Ketika negara Papua dideklarasikan pada 1 Desember 1961 dan sembilan belas hari kemudian pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden RI Ir. Soekarno mengumumkan TRIKORA untuk menggagalkan Kemerdekaan bangsa Papua sekaligus sebagai bentuk pembunuhan hak kodrat bangsa Papua. Konfrontasi terjadi antara dua pihak yang saling memperebutkan tanah Papua entah untuk apa. Soekarno sendiri telah lupa dan menghancurkan“ Jiwa ” bangsa Indonesia yang ditanamkannya didalam pembukaan UUD 1945, dengan Trikoranya yang pada gilirannya telah menjadi tantangan dan gangguan bagi Indonesia pada saat itu sampai hari ini. Karena tujuan TRIKORA nyata-nyata merupakan pelanggaran Hak Azasi bangsa Papua yang harus merdeka dan bebas dari penjajahan diatas tanahnya sendiri sesuai pembukaan UUD 1945. Pelanggaran terhadap hak kemerdekaan yang telah dilakukan  oleh Soekarno tidak sesuai dengan hakekat manusia (perkemanusiaan) dan hakekat adil (perikeadilan) yang dituangkannya didalam UUD 1945.

 

Ada pendapat pakar sejarah Papua menulis bahwa pengibaran bendera pada 1 Desember 1961 bukanlah pendeklarasian negara Papua merdeka. Karena tidak ada Undang-Undang Dasar dan juga belum terdaftar di PBB sehingga secara de jure maupun de facto tidak sah. Pertanyaannya tapi kenapa peristiwa 1 Desember 1961 Soekarno menanggapinya dengan mengumandangkan Trikora (baca isinya). Setelah sembilan belas hari embrio negara Papua sudah dibunuh dengan Trikora, apakah ada kemungkinan didaftarkan ke PBB yang sarat dengan prosedur dan aturan.  PBB didirikan tahun berapa, Indonesia merdeka tahun berapa dan didaftarkan ke PBB tahun berapa. Pendirian sebuah negara yang bernama Papua apakah bertentangan dengan salah satu tujuan pendirian badan dunia yang bernama PBB. Tahun 1962 merupakan tahun perundingan untuk mengakhiri konfrontasi yang terjadi dan penentuan kebijakan badan dunia (PBB) tentang mekanisme penyelesaian  status politik bangsa Papua. Dengan demikian lahirlah perjanjian New York yang mengatur tentang pelaksanaan PEPERA 1969.

 

Tentu kita sudah banyak mengetahui tentang informasi inti dari sebuah materi hidup, dalam hal ini peran DNA didalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik, artinya DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktifitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme. Pada dunia nyata cetak biru sebuah kejadian dapat ditemukan dengan mencari bentuk dasar dari kejadian tersebut untuk kemudian diberikan suatu operasi mudah agar ditemukan maksud dari kejadian tersebut hal ini disebut DNA kejadian. Berikut ini kita mencoba membahas pada persoalan TRIKORA dan pengembalian nama Papua dari sejumlah nama yang pernah disebut-sebut, agar dapat mengetahui makna dan maksud ILAHI tentang tanah Papua. Istilah DNA digunakan didalam penguraian angka ini mempunyai kaitan dengan Pemimpin-pemimpin negara Indonesia yang terlibat dalam persoalan bangsa Papua yang mempunyai kode tertentu didalam diri mereka secara kodrati.

 

Hitungan angka.

Nama Papua membentuk susunan abjad dioperasikan sebagai berikut :

P            A         P           U             A

16          1       16         21            1               (16+1+16+ 21 + 1 )                          =   55

Perjanjian new York  / New York Agrement    tahun                                             1962

Pelaksanaan PEPERA /Referendum I tahun                                                       1969

Petisi Referendum kemerdekaan Papua yang dikirim ke PBB tahun                =   2017

New York agrement + nama Papua (1962 + 55)                                                =   2017

Pelaksanaan PEPERA/Referendum I + Nama Papua (1969 + 55)                  =   2024

Jarak waktu antara New York Agrement >> PEPERA     (1962 >>1969)        =  7 tahun

Jika jarak waktu antara Perjanjian New York  >> PEPERA   adalah                   7 tahun

 

Maka jarak waktu antara New York agrement dan PEPERA bisa saja terulang kembali, pada jarak waktu antara PETISI Referendum yang dikirim ke PBB dan      Referendum ke II adalah (2017 + 7 )  =  2024. Tujuh (7) tahun menunjukan 7 wilayah adat di Papua yang didalamnya terdapat 8 kabupaten, yang masyarakatnya diwakilkan1025 orang ikut dalam pelaksanaan PEPERA 1969, sekalipun tidak sesuai dengan New York Agrement. Tujuh (7) tahun yang menunjukkan 7 wilayah adat keteraturannya ada pada pengoperasian hasil akhir dari tahun pelaksanaan Pepera 1969 adalah  1 + 9 + 6 + 9 = 25 (2 + 5) = 7. Penyerahan Pemerintahan sementara dari UNTEA kepada RI pada 1 – 5 - 1963, hasil operasi akhir akan muncul angka 7 yang menunjukkan 7 garis biru pada bendera bintang kejora, perhatikan hasil akhir operasinya 1 + 5 + 1 + 9 + 6 + 3 = 25 (2 + 5) = 7. Angka 7 yang muncul dari hasil akhir operasi tanggal, bulan dan tahun peralihan pemerintahan dari UNTEA ke RI, yang menunjukkan 7 garis warna biru pada bendera bintang kejora. Hal ini mengisyaratkan bahwa sekalipun peralihan pemerintahan dari dan ke pemerintahan manapun, bintang kejora tetap benderanya bangsa Papua yang harus berkibar diatas tanah Papua. Sebanyak 1025 orang yang diwakilkan untuk ikut PEPERA 1969  dari 8 kabupaten, angka 1025 hasil operasinya akan menunjukkan 8 Kabupaten adalah 1 + 0 + 2 + 5 = 8. Angka 2024 diatas mendapat operasi mudah hasilnya  adalah 2 + 0 + 2 + 4 = 8 menunjukkan bulan kemerdekaan Republik Indonesia 17 - 8 – 1945. Angka 8 juga menunjukkan jumlah buluh ekor pada burung Garuda sebagai Lambang Negara Republik Indonesia. Angka 8 juga menunjukkan 8 suku dan raja Sran Eman yang ke 8 di Kaimana yang mempunyai ceritera tentang burung Garuda dan burung tersebut jugalah yang membentuk gambar/ karikatur peta tanah Papua pada dinding batu putih Man gedbhi seperti pada foto di bawah ini yang  kelihatan mirip Onta sedang tidur. Angka 8 juga menunjukkan perenang UK berenang melintasi danau Jenewa membawa Petisi Referendum kemerdekaan Papua ke Markas PBB pada bulan Agustus (8) 2017.  Hari kemerdekaan Papua 1 – 12 - 1961 dan hari Soekarno mengumumkan Trikora 19 – 12 –1961, hasil operasi akhir tetap angka 3 menunjukkan Trikora, buktinya seperti ini 1 + 1 + 2 + 1 + 9 + 6 + 1 = 21 (2 + 1) = 3 dan 1 + 9 + 1 + 2 + 1 + 9 + 6 + 1 = 30 (3 + 0) = 3.

 

Maulud Nabi Muhamad SAW tahun 2017 jatuh pada tanggal 1 Desember bertepatan dengan hari yang dirayakan sebagai hari kemerdekaan Papua. Presiden RI Ir. Soekarno mengumumkan Trikora  pada bulan Desember 1961, presiden Amerika Jhon F Kenedy bereaksi hasilnya kontrak kerja Freeport 1967. PengakuanPresiden Amerika Donal Trump  Yerusalem sebagai Ibukota Israel pada bulan Desember 2017. Petinggi Indonesia mengecam dan bereaksi mengangkat pembukaan UUD 1945 sebagai dasar dan menyuarakan kepada dunia untuk mendorong kemerdekaan Palestina. Perlu diingat bahwa Palestina dan Papua sama-sama huruf awalnya P, demikian juga Indonesia dan Israel sama-sama huruf awalnya adalah I. Ini kenyataan bahwa dua negara dengan huruf awal I sedang menjajah bangsa dengan huruf awal P puluhan tahun lamanya. Hitungan huruf dari    I>>>P = I, J, K, L, M, N, O,P muncul lagi angka 8. Tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan RI 17 – 8 – 1945 mendapat operasi dengan hasil akhirnya adalah 1 + 7 + 8 + 1 + 9 + 4 + 5= 35 (3 + 5) = 8. Setelah PEPERA Papua dimasukkan dalam wilayah Indonesia dan menjadi Provinsi ke 26. Angka 26 mendapat operasi mudah menjadi 2 + 6 = 8. Dari  mana Soekarno memperoleh hikmat dan kepandaian untuk merumuskan pembukaan UUD 1945 yang didalamnya terkandung nilai-nilai religius. Menurut keyakinan umat Kristiani ada salah satu ayat didalam Alkitab  Perjanjian lama berbunyi; “ Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian” kitab Amsal 2 : 6. Dari pasal dan ayat Alkitab ini bisa dioperasikan hasilnya mudah sekali 2 + 6 = 8.  Kemerdekaan Papua 1 Desember 1961 selanjutnya di Proklamasikan pada 1 Juli 1971, tanggal tersebut jika dioperasikan hasil akhirnya adalah 1 + 7 +   1 + 9 + 7 + 1 = 26  ( 2 + 6 ) = 8. Apa itu simbol dan makna yang disematkan pada burung garuda sebagai lambang negara RI  yang  terdiri dari buluh pada tia-tiap sayab berjumlah 17 helai, buluh pada ekor berjumlah 8, buluh dibawah perisai berjumlah 19 dan buluh pada leher berjumlah 45. Simbol-simbol yang disematkan pada burung Garuda, itu merupakan simbol sakti dari bangsa dan Negara Indonesia.

 

Tahun kemerdekaan bangsa Papua yang dideklarasikan pada tahun 1961 jika dioperasikan hasilnya akan muncul tanggal kemerdekaan bangsa Indonesia ( 1 + 9 + 6 + 1 =17 ). Angka 8  banyak muncul dalam hitungan angka jelas menunnjukan juga bulan kemerdekaan RI  (8). Tahun penyerahan pemerintahan sementara dari UNTEA kepada RI tahun 1963, mendapat operasi hasilnya adalah 1 + 9 + 6 + 3 = 19. Angka 19 menunjukan jumlah buluh dibawah perisai pada burung Garuda. Tahun kemerdekaan Papua 1961 hasil operasinya 1 + 9 + 6 + 1 = 17, jika ditambah hasil operasi tahun perjanjian New York 1962 (18),dan ditambah lagi tahun Petisi Referendum yang dikirim ke PBB 2017 ( 2 + 0 + 1 + 7 = 10 ) hasilnya adalah 17 + 18 + 10 = 45. Angka 45 menunjukkan jumlah buluh pada leher burung Garuda sebagai Lambang Negara RI, bukan?.Hasil akhir dari hitungan angka yang selalu memunculkan angka 8 menunjukkan juga usia NKRI siap memasuki 8 dekade. Persetujuan pengembalian nama Papua oleh Presiden Abdul Rahman wahid pada tanggal 31 – 12 – 1999. Tanggal, bulan dan tahun pengembalian nama Papua membentuk sebuah keteraturan dengan hasil akhirnya adalah 3 + 1 + 1 + 2 + 1 + 9 + 9 + 9 = 35 (3 + 5) = 8. Hitungan bulan dari Januari 2017 >> Desember 2023 terdapat 84 bulan untuk memasuki tahun 2024 saat NKRI mengakhiri usia 7 dekade  dan akan memasuki pada usia 8  dekade.         

Delapan puluh empat (84) bulan nilainya sama dengan 84 negara yang mengakui keabsahan hasil pepera 1969 pada sidang  PBB. Angka 84 bila dioperasikan hasilnya 8 + 4 =12, angka 12 menunjukkan 12 bulan dalam setahun. Angka 12 juga menunjukkan bulan Desember 1961  Presiden RI Ir. Soekarno, dan bulan Desember 2017 Presiden Amerika Donald Trump. Dua Kepala negara pada bulan yang sama masing-masing mengeluarkan pernyataan Politik yang ada hubungannya dengan status politik  bangsa Papua maupun Palestina.

 

Hati-hati para petinggi Indonesia bersuara mendorong kemerdekaan penuh bagi Palestina, ingatlah bahwa negara lain juga sedang mendorong kemerdekaan Papua sama seperti Indonesia mendorong kemerdekaan Palestina. Ingat akan kodrat ILAHI bahwa ciri khas orang Papua berbeda, berkulit hitam dan berambut keriting apalagi laut telah memisahkan, menunjukkan bahwa orang Papua adalah bangsa , jadi tuntutan kemerdekaan orang Papua  adalah wajar. Jika ciri khas dan Geografis sudah membuktikan bahwa penghuni tanah PAPUA adalah bangsa. Maka para diplomat Indonesia jangan membuat  pernyataan kepada dunia, yang bertentangan dengan jawaban kontitusional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea 1, didukung juga dengan isi TRIKORA butir 1 yang menyatakan bahwa: “ GAGALKANLAH NEGARA BONEKA PAPUA BUATAN BELANDA”. Kalimat “Gagalkanlah Negara Boneka Papua buatan Belanda “berarti Papua pernah diberikan kemerdekaan oleh negara yang berdaulat yaitu kerajaan Belanda. Padahal negara Papua dideklarasikan oleh salah satu organisasi yang dibentuk oleh orang-orang terpelajar Papua atas persetujuan Belanda. Jika Belanda yang mendirikan Negara Papua maka itu luar biasa. Bangsa penjajah bisa memerdekakan bangsa yang dijajah, sekali lagi luar biasa berarti itu yang dinamakan bangsa beradab karena mereka mempunyai perasaan bahwa yang dijajah adalah bangsa manusia, umat ciptaan TUHAN bukan BONEKA.

 

Reformasi dimulai sejak Presiden Soeharto lengser pada 21 – 5 – 1998 dan pada hari itu juga B.J. Habibi dilantik sebagai Presiden menggantikan Soeharto. Hari bersejarah itu mendapat operasi dengan hasil akhirnya adalah sebagai berikut 2 + 1 + 5 + 1 + 9 + 9 + 9 + 8 = 35  ( 3  +  5 ) = 8. Sejak Soeharto mengakhiri masa jabatan 1998 sampai pada usia NKRI akan mengakhiri 7 dekade pada 2024 adalah 26 tahun. Dua puluh (26) tahun sekali lagi mendapat operasi untuk menunjukkan usia NKRI memasuki 8 dekade adalah 2 + 6 = 8. Presiden RI yang dipilih secara langsung oleh Rakyat dimulai dari tahun 2004. Tahun 2004 mendapat operasi mudah hasilnya 2 + 0 + 0 + 4 =  6, angka 6 menunjukkan Presiden RI yang ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono menjabat 2 periode dari 2004 – 2014. Pemilihan Presiden RI yang ke 7 pada tahun 2014, tahun 2014 mendapat operasi lagi hasilnya 2 + 0 + 1 + 4 = 7, menunjukkan Presiden RI ke 7 Jokowidodo. Presiden Jokowi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden RI yang ke 7 pada tahun 2024. PILKADA serentak sekaligus PILPRES RI yang ke 8 akan dilaksanakan pada tahun 2024 jika mengikuti keteraturan angkanya adalah 2 + 0 + 2 + 4 = 8. Pemilhan Presiden RI yang ke 9 akan dilaksanakan pada tahun

 

2029 namun dilihat   keteraturan angkanya tidak ditemukan urutan angkanya untuk menunjukan presiden RI yang ke 9. Warning” tahun 2030 dan seterusnya keutuhan NKRI akan terganggu dan mengarah kepada perpecahan. Dosa besar telah dilakukan Negara pada tahun 1961 dengan Trikora. Pelaksanaan PEPERA tahun 1969 yang mewakilkan 1025 orang diluar dari perjanjian New York satu orang satu suara. Ingat ini adalah dosa-dosa yang dilakukan negara sehingga akan di perhitungkan pada waktunya untuk membuktikan dengan benar bahwa Tuhan mengasihi semua bangsa dibawah kolong langit.

 

 

Dalam perhitungan angka ini angka 7 dan angka 8 lebih banyak muncul dari hasil akhir pengoperasian angka-angka tertentu, mengandung makna bahwa;

 

  1. Angka 7 menunjukkan 7 wilayah adat di Papua, 7 garis biru pada bendera bintang kejora dan presiden RI yang ke 7 dan 7 dekade usia NKRI
  2. Angka 8 menunjukkan bulan kemerdekaan Indonesia.
  3. Angka 8 mnunjukkan juga Raja Sran Eman yang ke 8 di Kaimana.
  4. Angka 8 menunjukkan Presiden RI yang ke 8.

 

Angka 8 menunjukkan usia NKRI akan memasuki  8 dekade bertepatan dengan pemilihan presiden RI yang ke 8 tahun 2024 ( 2 + 0 + 2 + 4 = 8).

Munculnya angka 7 menunjukkan juga bahwa NKRI akan mengakhiri usia 7 dekade  pada tahun 2024 bertepatan dengan Presiden RI yang ke 7 Ir. Joko Widodo akan mengakhiri masa jabatannya pada tahun 2024. Angka 8 yang selalu muncul dalam hitungan angka, juga menunjukkan Presiden RI yang ke 8 hasil pilpres 2024 dan PILKADA serentak saat usia NKRI  memasuki  8 dekade. Keutuhan NKRI akan terganggu ketika status politik Papua dan Palestina mendapat pengakuan hukum Internasional. Keutuhan NKRI tergantung atas status politik dua bangsa yaitu Palestina dan Papua, sebab jika Palestina merdeka penuh maka Papua juga dimerdekakan begitu juga sebaliknya.

 

Petinggi negara banyak memberikan pernyataan bahwa Indonesia adalah negara berkeTuhanan penuh Iman dan Taqwa, namun tidak disadari apa yang mereka lakukan terhadap bangsa Papua sejak TRIKORA 1961 sampai saat ini. Penerapan status DOM 1961 sampai 1998, tidak itu saja tapi masih terus dan seterusnya dilakukan sampai hari ini.

 

 

Kesemuanya yang dilakukan oleh negara adalah dosa Negara berKETUHANAN yang akan diperhitungkan oleh  TUHAN sendiri  pada waktunya. Keteraturan dan kesesuaian angka cukub jelas.-Selamat merenungkan...........

 

 

Peta Tanah Papua pada Galeri alam(asli) bukan editan.Terlihat dengan jelas batas antara PNG dan Papua Barat. Di tebing batu ini terdapat pesan alam dengan lukisan purba berwarna merah. Percaya atau tidak : KARENA TUHANLAH YANG MEMBERIKAN HIKMAT, DARI MULUTNYA DATANG PENGETAHUAN  DAN KEPANDAIAN ( Amsal 2 : 6 )”. 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga, Artikel Terkait