Momen  Natal: Strategi Menerapkan Kepekaan terhadap Sesama Manusia

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
TULISAN

Tentang Penulis
Ilustrasi. Ist

 

Oleh,  Yubal A. Nawipa)*

 

Peristiwa natal yang berada diujung tahun merupakan momen strategis untuk menerapkan kepekaan kita terhadap sesama manusia, kelahiran Kristus adalah tanda bahwa Allah  hadir dalam rupa manusia. Kelahiran Kristus adalah penghargaan terbesar dari Allah terhadap kemanusiaan untuk saling menjaga, menghormati, dan menghargai antara sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

 

Nilai-nilai kemanusian harus kita pupuk, piara, dan dijaga dalam kehidupan manusia bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat untuk lebih konservatif  dan acuh terhadap setiap manusia yang terdapat akal dan pikiran untuk membangun relasi yang baik antara kelompok manusia yang satu dengan yang lain guna menjaga friksi-friksi yang dibangun dari dalam artinya dari suatu asosiasi menggangu perkumpulan lain dengan mengasumsikan atau melandaskan suatu ideologi untuk berekspresi secara brutal dan bertindak secara tidak menusiawi kepada sesama manusia sebagai manusia yang sama harganya dimata Tuhan.

 

Untuk menjaga dan  mengantisipasi hal-hal polaritas ini tentu ada upaya-upaya yang harus kita tempu mencari solusi serta mengambil langkah  mulai dari intropeksi baik dari  individu maupun kolektif guna tidak mengorbankan pihak lain ataupun menguntunkan satu bela pihak saja  dalam mengambil keputusan menuju perdamaian.  Upaya ini agar  tetap konsisten untuk  mencapai misi Tuhan yaitu supaya  setiap manusia di muka bumi ini  ditempatkan sebagaimana seutuhnya serta hidup dan berkarya dimana Ia menempatkan  anda untuk melakukan apa saja berdasarkan menurut  apa yang difirmankan oleh  Tuhan Allahmu.

 

Ketika berbicara mengenai kemanusiaan, kemanusiaan ini istilah yang paling fundamental dalam artian  makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia dan yang  terindah yang  terdapat  panca indra dan mempunyai hikmat dan akal budi (pikiran) yang eksklusif daripada makhluk lain di planet bumi ini.

 

Untuk kemanusiaan itu sendiri berbicara mengenai relasi antara satu manusia dengan yang lain lebih dari itu bagaimana relasi antara satu komunitas dengan lain untuk terpelihara dipelihara sebagai penghormatan kolektif oleh karena itu,  tidak ada makhluk lain di dunia ini yang lebih tinggi atau menonjol dari pada manusia. Untuk itu memanusiakan manusia itu hal yang sangat penting dan dibutuhkan. Hak asasi manusia ini sendiri lahir untuk menempatkan manusia diatas segala-galanya dan menjadikan manusia sebagaimana seutuhnya.

 

Pada momen bulan desember adalah dimana bulan yang diperingati dan dirayakan bahkan diagungkan serta dimuliakan oleh umat Kristiani di bumi ini sebagai ulang tahun Yesus Kristus sebab Dia menjelma menjadi rupa  manusia adalah suatu   cara transendental  untuk menyelamatkan kita manusia melalui kelahiran-Nya, yang dikandung dari pada rohkudus lahir dari darah Maria yang menderita dibawa Pontius Pilatus dan melalui Kematian-Nya Ia telah  disalibkan mati dan dikuburkan tetapi pada hari ketiga Ia  telah bangkit dari antara orang mati dan naik kesorga dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati  Melalui pengorbanan-Nya kita diselematkan oleh darahnya yang kudus (suci) untuk itu kepada umat manusia yang telah diselamatkan oleh darahnya mari kita menginmplementasikan kedua hukum Tuhan  sepanjang hidup kita bukan hanya pada  bulan desember sebab bunyi hukum  Tuhan

 

“[Kasihilah Tuhan Allahmu seperti diri mu sendiri dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budi mu. Dan taurat yang kedua adalah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, Matius 22:37,39]”

 

Hukum Tuhan yang tertulis atau termuat dalam Alkitabia ini bukan hanya sekadar terapkan pada bulan kelahiran Kristus yaitu bulan Desember saja tetapi lebih ditekankan atau anjurkan  pada sepanjang kehidupan manusia  terhadap sesama manusia sebelum ajal menjemput kita  jikalau  ditafsirkan bahwa kasihilah Tuhan dan manusia artinya  seumur hidup seseorang  dapat  diimplementasikan ayat tersebut mulai dari  rukung keluarga, rukung tetangga, rukung warga, sampai pada sekumpulan orang atau kumunitas  sebagaimana hak hidup yang terdapat.

 

 Manusia  dianjurkan Tuhan agar tidak saling membunuh, menembak, mencuri, menghina, memenjarakan, memukul, mengdusta, menghakimi tanpa melihat kebenaran, menyalahkan antara satu dengan yang lain.

 

 Untuk itu, 10 perintah Allah yang terdapat dalam  Keluaran 20:3-17  ini sangat bermanfaat bagi umat manusia agar dapat menjadi patokan hidup selagi hidup di dunia yang fana ini. Bau harum dihadirat Tuhan Allah kita kalau kita saling mengasihi, mengampuni, menghormati, menghargai, menyayangi, dan memberi ruang untuk bergerak atau bersuara sebagai hak manusia yang sama di mata Tuhan dan hidup menurut kehendak 10 perintah Allah  diatas.

 

Disamping itu sebagai  manusia yang berhikmat harus mempunyai keinginan tinggi untuk membuahkan 9 buah-buah roh juga dalam diri pribadi kita masing-masing yang tertera dalam “[Galatia 5:22-23 kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemalembutan, penguasaan diri.]”

 

Akhir kata, saya secara pribadi dengan senang hati  mengucapkan kepada saudara-saudari selamat menyambut dan merayakan  bulan natal dengan penuh damai dan sambutlah Dia sebagai raja damai di dalam hidup Mu. Syallom Natal “Imanuel”

 

Penulis adalah mahasiswa Papua, kuliah di Jawa)*

#Mahasiswa dan Pemuda

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait