Naftali Tipagau Disidangkan di Lapas Nabire, Begini Harapan Orangtua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

4 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Proses persidangan kedua bagi aktivitis Kemanusiaan, Naftali Tipagau di Lapas, Nabire, Papua. (Doc. KM/Ist).

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Aktivis Kemanusiaan, Naftali Tipagau mengikuti persidangan ke- 2 pada hari Selasa, (15/06) di Lapas Nabire Papua.

Dalam sidang ini, didampingi dua pendamping Hukum (PH) dari Lembaga Bantuan Hukum Papua,  Oktopianus Tabuni dan Richardani Nawipa.

Jalannya persidangan dimulai pada pukul 09:00- 10: 25 Waktu Papua dengan agenda Tanggapan Penasehat Hukum Atas Dakwaan dari Jayapura,  terhadap aktivitis Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Naftali Tipagau.

Dalam persidangan, pihak keluarga hanya dipersilahkan 1 orang yang masuk mengikuti proses persidangan dan selebihnya dilarang untuk masuk ke dalam ruangan sidang.

Usai persidangan, Naftali kepada awak media mengatakan dirinya minta dukungan doa agar proses persidangan dapat berjalan dengan baik.

"Saya meminta dukungan doa dari semua kawan-kawan dan keluarga agar proses persidangan berjalan dengan baik dan kita akan bertemu di jalan yang sama," jelasnya. 

Naftali juga menyampaikan pesan kepada rekan-rekannya untuk tidak gentar di jalan perlawanan. 

"Saya sampaikan kepada kawan-kawan aktivitas bahwa  kita tetap berjuang, bersatu dalam perlawanan, hingga Papua merdeka," bebernya.

Harap Naftali,  hukum yang di pakai kepada rakyat kecil, jangan tebang pilih kepada semua rakyat kecil,  rakyat  jelata sebab  setiap rakyat mempunyai hak dan kewajiban membelah dirinya untuk berjalan di atas garis kebenaran.

Sementara itu, orangtua dari Naftali juga berharap semoga persidangan berjalan dengan baik.

"Harapan kami, anak kami bisa keluar dengan selamat tanpa ada syarat apa pun," ujarnya penuh harap. 

Pihaknya (orangtua) Naftali juga tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak Pendamping Hukum yang tak  lelah membantu anak mereka.  

"Tuhan dan alam Papua berkati kedua anak kami (PH)  yang tangani kasus ini di Nabire, Papua," jelas orang tua Naftali. (*)


Admin/KM

Baca Juga, Artikel Terkait