Nasionalisme NKRI, Kemanusiaan dan Rakyat Papua Saat Ini

Cinque Terre
Alexander Gobai

11 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Penulis: Arnold Ev. Meaga*

 

Tumbuhnya Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme Indonesia adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat. Sejak abad 19 dan abad 20 muncul benih-benih nasionalisme pada bangsa Asia Afrika khususnya Indonesia. Nasionalisme tumbuh diindonesia dimulai setelah munculnya Serikat Islam. Budi Oetomo yang sudah terbentuk dahulu merupakan organisasi "elit" sehingga tidak berkontribusi dalam menumbuhkan nasionalisme diseluruh kalangan masyarakat. Serikat Islam melakukan berbagai upaya dalam menumbuhkan nasionalisme di seluruh daerah hindia belanda pada waktu itu.


Karena adanya faktor pendukung diatas, maka di Indonesia pun mulai muncul semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme ini digunakan sebagai ideologi/paham bagi organisasi pergerakan nasional yang ada. Ideologi Nasional di Indonesia diperkenalkan oleh Partai Nasional Indonesia (PNI) yang diketuai oleh Ir. Soekarno. PNI bertujuan untuk memperjuangkan kehidupan bangsa Indonesia yang bebas dari penjajahan. Sedangkan cita-citanya adalah mencapai Indonesia merdeka dan berdaulat, serta mengusir penjajahan pemerintahan Belanda di Indonesia. Dengan Nasionalisme dijadikan sebagai ideologi maka akan menunjukkan bahwa suatu bangsa memiliki kesamaan budaya, bahasa, wilayah serta tujuan dan cita-cita. Sehingga akan merasakan adanya sebuah kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsa tersebut.


Oleh sebab itu dengan tumbuh nasionalisme Indonesia secara evolusioner sejak pada abat 19 dan 20 bersamaan denga bangsa-bangsa di dataran asia afrika, sehingga bangsa Indonesia pun dapat mengusir penjajahan Hindia Belanda pada saat itu dengan semangat nasionalisme yang di motori oleh mereka kelompok kaum terpelajar asal pribumi itu sendiri (Indonesia). Dan ideal yang di harapkan oleh bangsa Indonesia pun terjadi dan tercapai pula, yaitu kemerdekaan bangsa Indonesia dari bangsa Penjajah pada 17 agustus 1945. Namun rakyat Indonesia sendiri masi bingung dengan apa itu arti dari pada nasionalisme negra Indonesia ini sendiri, sebab rakyat Indonesia sendiri dapat di intimidasi, direpresifitas, ditindas, digusur tempat pemukiman mereka (Rakyat Indonesia), bahkan sampai dengan penagkapan, pemukulan sampai dengan dibunuhpun kerap di implementasikan oleh negara melalui mekanisme aparat Militer/Polri dan sejenisnya. Sehingga hal serupa menimbulkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia sendiri menjadi menurun bahkan tidak ada sama sekali. Maka tak jarang pula asumsi masyarakat Indonesia terhadap nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme darah yang artinya banyak mendatangkan destruktif dan kematian bagi rakyat Indonesia ini sendiri, makanya nasionalisme Indonesia hanya sekedar nasionalisme belaka, yang pada hakikatnya sudah tidak di anggap lagi oleh rakyat Indonesia ini sendiri. Sekalipun ada namun itu hanyalah sebagian daripada kelompok dan golongan konservatif.


Nasionalisme Kemanusiaan


Dalam sebuah kesempatan, Bung Karno pernah mengutip perkataan salah satu pemimpin (spiritual) India Mahatma Gandhi: My nationalism is humanity. Nasionalisme di mata Bung Karno selalu terikat dengan kemanusiaan.


Dalam pidatonya di Sidang BPUPK I Juni 1945, Soekarno mewanti-wanti adanya bahaya yang tersirat dalam nasionalisme. “Bahayanya adalah mungkin orang akan meruncingkan nasionalisme menjadi chauvinisme, sehingga menjadi Indonesia uber Alles,” ujar Soekarno. Nasionalisme dapat berpotensi menjadi ikatan identitas tertutup yang mengerikan, seperti nasionalisme Jerman pada zaman Adolf Hitler dengan semboyan Deutschland uber Alles.  Kita tahu bahwa nasioalisme Jerman ini bertanggung jawab atas pembunuhan massal terbesar sepanjang sejarah kepada enam juta orang Yahudi.


Karena itu, Bung Karno mengatakan nasionalisme harus membuka dirinya prinsip kemanusiaan. Nasionalisme kita harus mengarah pada penghargaan terhadap martabat rakyat Indonesia sebagai manusia yang bermartabat. Kemanusiaan membuka sekat-sekat ketertutupan relasi antar sesama manusia Indonesia dan juga relasi antar manusia Indonesia dengan manusia dari negara lainnya. Karena itu nasionalisme menjadi kesempatan memperjuangkan terwujudnya kemanusiaan secara universal yang tercapai melalui upaya untuk memperjuangkan perdamaian dan keadilan dunia, dan juga memuliakan hak asasi manusia. Oleh sebab itu dalam bangsa dan negara Indonesia saat ini nasionalisme Indonesia di perlukan konservasi-konservasi oleh negara ini sendiri, sebab nasionalisme Indonesia telah melenceng keluar dari jalurnya. Sehingga rusaknya nasionalisme Indonesia tersebut dapat mendatangkan berbagai macam gejolak politik, ekonomi, sosial buday dan lain-lain pada lingkungan sosial di dalam negri ini sendiri (Indonesia).


Perlawanan Rakyat Indonesia


Dengan krisisnya nasionalisme (NKRI), sehingga mendatangkan respon dari berbagai kalangan masyarakat, pelajar, mahasiswa, Institusi-institusi dan lain sebagainya terhadap negara Indonesia ini sendiri. Adapun respon yang di implementasikan oleh rakyat Indonesia adalah dengan cara melancarkan demonstrasi dalam rangka memprotes dan menuntut segala kekejaman, ketidak adilan, ketidak makmuran, ketidak damaian, tindakan ketidak manusiawian oleh negara kesatuan repulik Indonesia (NKRI) terhadap rakyat. Agar hendaknya negara sendiri menyadari bahwa segala macam aturan dan peraturan yang di terapkan terhadap rakyat melalui berbagai macam sistem tersebut banyak yang mendatangkan kedestruktifan atas rakyat Indonesia ini sendiri, sebab semua aturan negara sebagian besar hanya berpihak pada kaum dan kelompok oligarki semata tidak untuk rakyat. Sehingga hal tersebut hanya akan mendisintegrasikan bangsa Indonesia ini sendiri yang pada akhirnya akan mendatangkan destruktifitas dalam jangka waktu yang panjang atas rakyat dan bangsa Indonesia pula.


Dukungan Rakyat Indonesia Dalam Perjuangan Kemerdekaan Bangsa West Papua


Saat ini Nasionalisme Indonesia berada dalam keadaan yang sangat genting, dan Nasionalisme Indonesia yang kerap kali mendatangkan bencana ketidak adilan, ketidak makmuran, ketidak damaian bahkan mendatangkan hal-hal ketidak manusiawian terhadap rakyat bangsa west Papua sejak pada 1 Mei 1963, pada saat Papua di integrasikan kedalam negara kesatuan repulik Indonesia, yang pada hakikatnya bangsa West Papua tersebut di aneksasi secara Paksa dan penuh  dengan pemanipulasian sejarah, dan di bawa tekanan angkatan bersenjata Indonesia pada saat itu.


Sehingga saat ini rakyat Indonesia yang menyadari dan mengetahui latar belakang historis perjuangan politik Pembebasan Nasional Papua Barat, menyadari bahwa, bangsanya sendiri telah melakukan sikap ketidak manusiawian dan penindasan serta penjajahan terhadap rakyat bangsa West Papua. demikialah hal tersebut mendatangkan responsif dari bangsa Indonesia sendiri untuk bangkit dan bersolidaritas bersamaan dengan rakyat bangsa West Papua, dalam menuntut kemerdekaan rakyat Papua yang sudah di deklarasikan pada 1 Desember 1961. Namun kemerdekaan tersebut telah di hancurkan oleh Indonesia dengan di keluarkannya perintah Tri Komando rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961 yang isinya adalah:


1.      Gagalkan negara boneka Papua buatan Belanda kolonial,
2.      Kibarkan sang merah putih di Irian Barat tanah air Indonesia,
3.      Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.


Sehingga Tri Komando rakyat (Trikora) adalah awal mulainya penjajahan Indonesia terhadap rakyat bangsa West Papua, setelah bebasnya Indonesia dari cengkraman kolonialisme Hindia Belanda. Sehingga saat ini bangsa West Papua tersebut dapat hidup berdampingan dengan Indonesia. Namun karena pengintegrasian Papua hidup bersama Indonesia di lakukan dengan cara melanggar hak asasi manusia (HAM), dan penuh dengan intimidasi terhadap rakyat Papua, sehingga hal itu telah di ketahui pula oleh rakyat Indonesia saat ini yang tumbuh sebagai bangsa Indonesia yang kritis dan berjiwa kemanusiaan, yang mana saat ini bangsa Indonesia yang sadar atas kesalahan bangsanya dan sadar pula akan hal kemanusiaan yang saat ini pula, lagi dan sedang mendukung perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat menuju ideal absolut.


Nasionalisme Bangsa Papua Saat Ini


Pengertian Nasionalisme menurut kamus besar bahasa Indonesai (KBBI) adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat kenasionalan: -- makin menjiwai bangsa Indonesia, kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan.


Nasionalisme Indonesia tetaplah nasionalisme Indonesia, Nasionalisme Indonesia tidak bisa di jadikan nasionalisme bangsa West Papua, demikian pula Nasionalisme bangsa West Papua tak dapat pula di paksakan untuk di hilangkan/dihapuskan dari jiwa orang-orang Papua, begitupun sebaliknya nasionalisme Indonesia tak dapat di hilangkan/dihapuskan dari jiwa orang-orang Indonesia pula. Indonesia adalah bangsa yang besar dan memiliki etnis dan bahasa yang sangat heterogen mulai dari batavia (Jakarta) sampai dengan Amboina (Tidak Papua), dan pada hakikatnya Nasionalisme Bangsa Indonesia pun tak sama dengan Nasionalisme Bangsa West Papua. begitupun Papua adalah sebuah bangsa yang besar sama persis denagan Indonesia, memiliki etnis dan bahasa yang sangat heterogen pula, dan Bangsa Papua adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat layaknya bangsa-bangsa lain yang ada di bumi ini, namun kemerdekaan rakyat bangsa West Papua tersebut telah di hancurkan dengan atas nama Nasionalisme Indonesia. Namun Nasionalisme Indonesia sama sekali tak di anggap oleh orang-orang Papua sejak Papua di aneksasi masuk ke dalam bingkai negara kesatuan repulik Indonesia (NKRI) pada 1 Mei 1963 sampai dengan saat ini.


Oleh sebab itu, Separatis adalah bagian daripada Nasionalisme rakyat bangsa West Papua itu sendiri, sebab separatisme sudah ada sejak 1963 sampai dengan saat ini. Oleh sebab itu watak separatisme telah dan sudah tumbuh subur dalam jiwa seluruh rakyat bangsa West Papua, jika saja asumsi pemerintahan kolonialisme (Indonesia) bahwa, kelompok separatis hanya terdiri dari kelompok kecil saja yang ada saat ini, maka asumsi tersebut sangatlah keliru. Seluruh rakyat bangsa West Papua hanya cinta akan tanah air West Papua tidak Indonesia, Nasionalisme bangsa lain tak dapat di hapuskan atau di paksakan untuk di lupakan oleh bangsa lain pula. Nasionalisme Papua tetaplah nasionalisme Papua, itu hakikatnya.


*Penulis adalah aktivis Self Determination, anggota AMP Bandung

_________________
Sumber Referensi:

http://kammi.org/index.php/2017/01/19/nasionalisme-kemanusiaan-dan-hak-kemerdekaan-seluruh-bangsa/

Sumber: Amp News.

Baca Juga, Artikel Terkait